TEXAS CHAINSAW (2013)

2 komentar
The Texas Chainsaw Massacre buatan Tobe Hooper yang dirilis pada tahun 1974 bisa dibilang merupakan salah satu pondasi utama dalam genre film slasher. Mungkin bukan yang pertama, tapi film tersebut termasuk yang memantapkan formula tentang sekelompok remaja bodoh yang berlibur ke tempat terpencil untuk kemudian satu demi satu melakukan hal bodoh yang menyebabkan mereka tewas dibantai oleh sesosok pembunuh berdarah dingin, biasanya makin sadis makin baik. Dalam film slasher, cerita memang di nomor sekiankan. Hal yang paling penting dalam film seperti ini adalah bagaimana cara kematian masing-masing karakternya dikemas dan segila (baca: sekeren) apakah sosok pembunuh yang ditampilkan. TTCM sendiri punya semua hal diatas. Sosok pembunuhnya jelas gila. Siapa tidak kenal Leatherface dengan segala kegilaannya? Memakai topeng kulit manusia, kanibal, senang berdandan seperti perempuan, punya psychological age 8 tahun meski sudah dewasa, dan tentunya bersenjatakan gergaji mesin yang selalu berhasil meneror korban ataupun penonton tiap kali kemunculannya. Belum lagi keberadaan keluarga Sawyer yang sama gila dan juga kanibal makin membuat TTCM terasa begitu mengerikan. Sempat di-remake pada 2003, TTCM berlanjut dengan Texas Chainsaw 3D yang merupakan sekuel langsung dari film originalnya.

Dibuka dengan potongan-potongan dari adegan film aslinya, Texas Chainsaw kemudian memulai kisahnya dengan memperlihatkan apa yang terjadi setelah Sally (protagonis film pertamanya) berhasil kabur dari kejaran Leatherface dan melaporkan kejadian yang baru saja ia alami pada polisi. Tapi ternyata sebelum polisi berhasil melakukan penangkapan, para warga yang tidak terima akan perbuatan keluarga Sawyer memutuskan untuk membakar mereka hidup-hidup termasuk Leatherface yang disini diketahui bernama Jedediah Sawyer. Kemudian kisahnya melompat ke 20 tahun kemudian, dimana narasi berfokus pada Heather Miller (Alexandra Daddario) yang saat itu baru saja mengetahui fakta bahwa dirinya bukan anak kandung kedua orang tuanya. Heather mengetahui hal tersebut setelah mendapat surat warisan dari neneknya yang tinggal di Newt, Texas diamana disitu tertulis bahwa Heather merupakan keturunan terakhir dari keluarga Sawyer. Merasa ingin tahu asal usul yang sebenarnya, Heather bersama teman-temannya memutukan untuk pergi menuju Texas. Disana mereka menemukan bahwa warisan yang diterima oleh Heather adalah berupa mansion yang amat besar. Melihat mansion tersebut, hal wajib yang harus dilakukan oleh para remaja di film slasher tentunya mengadakan pesta di tempat yang masih misterius tersebut. Tentunya kita juga tahu bahwa ternyata di salah satu sudut rumah tersebut,sosok Leatherface dengan gergaji mesin miliknya sudah menanti mangsa.

Bagi saya, dibandingkan Michael Myers atau Jason Voorhees sekalipun sosok Leatherface jauh lebih menyeramkan. Bagaimana tidak, disaat "rekan-rekannya" tersebut memburu mangsa dengan berjalan serta bersenjataan "hanya" pisau ataupun parang, Leatherface tidak segan berlari sambil memburu mangsanya dengan gergaji mesin. Dari segi senjata saja Leatherface sudah mengalahkan para pembunuh-pembunuh lainnya dalam film slasher. Belum lagi ditambah fakta bahwa ia dan keluarga Sawyer lainnya yang sama-sama sinting adalah kanibal. Bagi yang sudah menonton versi TobeHooper pasti setuju bahwa adegan makan malam keluarga Sawyer terasa begitu mengerikan sekaligus disturbing. Keberadaan Leatherface ditambah keluarga Sawyer lainnya adalah sebuah combo terror bagi saya. Dengan begitu berbagai macam jenis teror gila yang variatif bisa dilakukan. Dalam Texas Chainsaw keputusan untuk menghabisi semua keluarga Sawyer selain Leatherface adalah keputusan yang bagi saya tida tepat. Mungkin hal itu dimaksudkan guna membuat sosok Leatherface lebih manusiawi dan punya motif yang lebih logis untuk membunuh korban-korbannya. Namun yang terjadi justru film ini kehilangan salah satu potensi penebar kengerian terbesarnya. Mungkin Leatherface adalah ikon, tapi keberadaannya sendiri tidak cukup membuat film ini terasa mengerikan.
Dengan dilakukannya hal tersebut praktis senjata film ini hanyalah Leatherface dengan segala kesadisan yang ia tebarkan lewat gergaji mesinnya. Sebenarnya berbagai momen gore saat Leatherface membelah tubuh korbannya atau menghancurkan kepala mereka terasa cukup sadis dan memberikan kesenangan tersendiri. Tapi lagi-lagi itu tidak cukup karena hanya dari situlah sumber kengerian film ini berasal. Tidak ada keluarga Sawyer yang sinting, dan tidak ada pula suasana "kotor" yang menghiasi sepanjang film dan membuat penonton makin merasakan kesan disturbing seperti yang terasa begitu kental pada versi tahun 1974-nya. Yang main ngawur lagi adalah usaha mengubah sosok Leatherface dari seorang pembunuh gila berdarah dingin menjadi sosok antihero yang dibuat untuk membuat penontonnya bersimpati. Sedari awal kita seolah dibawa untuk bersimpati pada keluarga Sawyer dan membenci warga Texas yang berusaha menghakimi keluarga Sawyer yang sudah membantai banyak orang dan memakan korban mereka tersebut. Hal tersebut jelas merupakan keputusan yang aneh, bodoh dan bahkan merendahkan sosok Leatherface yang ikonis tersebut. Bukan begitu cara membuat penonton simpatik pada sesosok pembunuh dalam film slasher. Cukup buat mereka sesadis dan sekejam mungkin, berikan mereka senjata dan cara membunuh yang paling keren dan sadis maka penonton sudah akan mencintai mereka.

Jikapun ingin menelusuri motif mendalam yang menyebabkan sang pembunuh menjadi seperti sekarang, pendekatan yang dilakukan oleh film ini terlalu malas dan jelas tidak mendalam. Pada akhirnya semua itu tidak terasa sisi positifnya. Texas Chainsaw sendiri bagi saya bukanlah film yang sangat buruk meski banyak melakukan hal yang menunjukkan tidak respect-nya pembuat film ini terhadap versi milik Tobe Hooper. Banyak keputusan bodoh dan naskahnya sendiri jelas banyak terdapat hal menggelikan. Saya sendiri masih cukup terhibur dengan berbagai adegan gore yang ada. Beberapa shocking moment juga cukup berhasil membuat saya terhentak, meskipun tidak semengerikan bayangan saya setelah melihat beberapa teaser posternya. Hanya saja keputusan membunuh keluarga Sawyer dan menjadikan Leatherface sebagai antihero adalah keputusan yang keliru, bahkan saya berpikir dua hal tersebut bisa saja menghancurkan masa depan franchise ini, kecuali akan ada remake lagi atau meneruskan kisah dalam Texas Chainsaw dengan lebih aneh (baca: bodoh) lagi. Setidaknya masih ada wajah Alexandra Daddario yang memberikan hiburan bagi visual saya.


2 komentar :

Comment Page:
Nitya Swastika mengatakan...

jadi masih lebih bagus the texas chainsaw massacre 1974? :D

Rasyidharry mengatakan...

Jauh pake banget haha