WATER FOR ELEPHANTS (2011)

2 komentar
Film yang diangkat dari sebuah novel sukses berjudul sama karangan Sara Gruen ini tidak diragukan lagi mempunyai potensi yang sama besar untuk kesuksesan dari segi kualitas maupun komersil. Dengan adanya dua peraih Oscar, Christopher Waltz dan Reese Witherspoon serta idola wanita Robert Pattinson potensi tersebut memang sepertinya bisa terwujud. Belum lagi saat melihat materi promosinya berupa trailer film ini yang banyak mengumbar shoot indah dimana sirkus yang notabene adalah "the greatest show on Earth" dijadikan sebagai panggung film ini yang (seharusnya) membuat film ini tidak kalah spektakuler dibanding pertunjukkan sirkus sendiri.

Jacob Jankowsky (Robert Pattinson) terpaksa mengubur mimpinya untuk lulus ujian akhir di Cornell University setelah kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan bertepatan saat dia akan melakukan ujian tersebut. Bahkan harta dan rumah yang seharusnya diwariskan pada Jacob ternyata sudah didepositkan oleh sang ayah untuk membiayai kuliahnya. Dalam kondisi tidak memiliki apapun Jacob memutuskan melakukan perjalanan tak tentu arah yang membawanya menaiki sebuah kereta yang ternyata berisi rombongan "Benzini Circus" yang dipimpin oleh August Rosenbluth (Christoph Waltz). Tertarik dengan latar belakang Jacob yang mengaku sudah lulus dari Cornell, August setuju untuk mempekerjakan Jacob. Jacob yang kemudian mendapat tugas merawat gajah bernama Rosie ini malah lama kelamaan mulai tertarik kepada Marlena (Reese Witherspoon) istri August sekaligus bintang utama pertunjukkan sirkus tersebut.
Dari segi artistik film ini lumayan oke khususnya disaat menyoroti kondisi sirkus baik itu didalam maupun diluar pertunjukkan. Sisi artistik dan magikal yang ada memang tidak setinggi perkiraan saya, tapi masih bisa dibilang lumayan dan menjadi alternatif dibanding pengambilan gambar film drama lain yang terkesan monoton. "Water for Elephants" setidaknya masih sanggup memberikan kesan yang berbeda dan menyegarkan dari gambar-gambar yang ditampilkan dalam background dunia sirkusnya. Sosok Rosie juga memberikan kesan tersendiri dengan penampilannya sebagai gajah sirkus yang walaupun hanya sebentar menunjukan kebolehannya tapi cukup untuk mengundang decak kagum. Bahkan penampilannya dalam scene lain tetap mencuri perhatian.
Berbeda dengan Rosie, tokoh-tokoh lain di film ini yang sebenarnya punya peran lebih besar malah kurang berkesan. Hubungan cinta segitiga Jacob-Marlena-August bukanlah sebuah hal yang berkesan dimata saya. Andaikan hubunagn ketiganya diganti dari "Marlena meninggalkan August untuk lebih memilih Jacob dan keduanya menajdi berseteru dengan August" menjadi "Marlena hanya sekedar bersimpati kepada Jacob yang mencoba bertahan hidup dan berseteru dengan August" pastilah akan lebih bagus. Karena pada dasarnya :Water for Elephants" akan lebih pas jika dibuat sebagai kisah tentang hidup dibanding berkonflik pada kisah cinta segitiga.

Ketidaktepatan dalam memberi fokus konflik inilah yang membuat hasil akhir film ini makin jauh dibawah potensi yang dimilikinya. Terasa aneh melihat seorang Marlena yang sudah memiliki banyak hal dari August yang walaupun digambarkan emosian tapi dia dari awal hingga pertengahan film terlihat sebagai orang yang pada dasarnya baik dan sungguh mencintai istrinya. Hingga akhirnya datang Jacob yang tidak memiliki apapun dan hanya bermodal janji manis dan tampang yang lebih tampan, dan itu membuat Marlena memilih meninggalkan sang suami? Terlalu dipaksakan buat saya. Hingga akhirnya di akhir film sifat seorang August terasa terlalu dipaksakan untuk berubah menjadi murni jahat dan berusaha mencelakai Jacob dan Marlena.

"Water for Elephants" tetaplah bukan kategori film yang buruk. Setidaknya disini saya masih bisa dihibur dengan beberapa pernak-pernik dunia sirkus dan juga performa bagus Christoph Waltz yang sebenarnya hanya mengulang peran-peran yang dia mainkan sebelumnya. Robert Pattinson juga lebih ekspresif dibandingkan sebagai Edward Cullen walaupun dia sebenarnya masih bisa lebih bagus hanya saja karakter Edward sepertinya susah dia lepaskan. Overall bukanlah film yang mengecewakan tapi tetap kurang memberikan kesan yang mendalam.


RATING:

2 komentar :

  1. hua, ga sempet nonton..
    nonton dimana nih?

    BalasHapus
  2. Donlotannya udah banyak bertebaran loh

    BalasHapus