TINKER TAILOR SOLDIER SPY (2011)

Tidak ada komentar
Seorang Gary Oldman yang sudah berusia diatas 50 tahun berperan sebagai seorang agen rahasia di film yang disutradarai oleh Tomas Alfredson (Let the Right One In)? Tentu saja dari situ sudah bisa sedikit ditebak bahwa filmnya tidak akan seperti film espionage lain yang penuh dengan adegan aksi yang bombastis dan memacu adrenaline layaknya The Bourne Trilogy atau mungkin James Bond. Gary Oldman sebagai George Smiley akan lebih banyak beraksi dengan otak daripada otot. Selain Gary Oldman masih banyak lagi aktor kelas atas yang meramaikan film ini seperti Colin Firths, Tom Hardy, Mark Strong dan Benedict Cumberbatch yang dikenal lewat serial TV Sherlock Holmes. Layaknya Let the Right One In yang dingin dan berjalan perlahan tapi bisa tiba-tiba "menusuk" dengan adegan gore, Tinker Tailor Soldier Spy juga berjalan dengan perlahan tapi lalu menusuk kita dengan berbagai twist dan suguhan akting berkelas para pemainnya.

George Smiley adalah seorang agen veteran dari MI6 yang baru saja diberhentikan bersama atasannya, Control (John Hurt) setelah terjadi insiden tertembaknya Jim Prideaux (Mark Strong) yang diutus oleh Control mencari informan di Hungaria. Tapi kemudian Smiley kembali diminta bertugas untuk membongkar kedok mata-mata dari Soviet yang menyusup kedalam MI6. Dalam misinya itu Smiley juga dibantu oleh agen intelegen bernama Peter Guillam (Benedict Cumberbatch). Kita akan melihat Smiley secara perlahan memecahkan siapa sebenarnya agen rahasia yang disusupkan Soviet. Hebatnya, film ini bisa membuat semua orang jadi pantas dicurigai termasuk para petinggi MI6 seperti Bill Haydon (Colin Firth), Roy Bland (Ciaran Hinds), Toby Esterhase (David Dencik) dan sang pimpinan Percy Alleline (Toby Jones). Selain itu ada juga seorang agen yang sedang dalam pelarian, Ricki Tarr (Tom Hardy). Maka lengkaplah bidak catur dalam film ini.
Mungkin akan banyak yang beranggapan film ini membosankan. Tempo dan alurnya memang lambat. Durasinya juga sampai 2 jam. Dialog yang diucapkan juga meski tidak memakai istilah yang aneh-aneh tapi kalimat-kalimatnya banyak yang berat dan membuat penontonnya harus berpikir keras dulu sebelum bisa mencernanya. Belum lagi banyak flashback didalamnya. Dan jangan lupakan ceritanya yang memang pada dasarnya sudah dipenuhi berbagai msiteri dan puzzle yang cukup rumit untuk dipecahkan. Tapi jika anda bisa benar-benar fokus pada kisahnya, mau ikut berpikir memecahkan misterinya, cermat memperhatikan dialognya, dan tentunya sabar bisa dipastikan anda akan sangat terpuaskan dengan film ini. Rasa puas setelah kita menonton film penuh teka-teki yang membuat kita ikut berpikir, berusaha memecahkan misteri pasti akan berakhir memuaskan. Jika tebakan kita benar kita puas, tapi jika salah kita juga puas dan tidak merasa tertipu.
Berbagai twist dan kejutan cerdas nan menarik juga turut menghiasi sepanjang durasi film ini. Saya sendiri lebih merasakan kebingungan daripada rasa kantuk. Tapi setelah perjuangan berpikir yang cukup keras akhirnya terbayar. Saya mulai bisa menikmati film ini bahkan terkagum dengan bagaimana kisahnya bergulir. Sayang bagian menjelang film ini berakhir saat keseluruhan fakta benar-benar terbuka terasa kurang mengena bagi saya. Terasa terlalu rumit untuk saya simpulkan dan membuat saya bertanya-tanya walaupun setelah berpikir beberapa saat dan mengulang-ulang bagian itu saya mulai mengerti. Entah apakah karena otak saya yang mulai lelah setelah hampir 2 jam terus berpikir atau karena bagian akhirnya dieksekusi dengan terlalu rumit bahkan lebih rumit dibandingkan bagian awal sampai klimaksnya.

Akting para pemainnya pun kelas atas. Gary Oldman yang tampil tanpa kumisnya dan terasa lebih halus tapi terasa keras dan sangat berwibawa. Tapi dibalik segala pernakpernik karakternya tersimpan luka dalam hatinya. Sangat disayangkan dia hampir pasti akan di-snub oleh Oscar untuk kategori "Best Actor" tahun ini. Sedangkan pemenang Oscar tahun lalu Colin Firth juga tidak kalah bagus sebagai petinggi MI6 yang tidak kalah dingin dibanding Smiley. Tom Hardy tidak mau kalah mencuri perhatian dengan karakter yang bertolak belakang dengan sosok yang dimainkan Oldman dan Firth. Kombinasi antara cast yang sempurna dan plot cerita yang cerdas membuat Tinker Tailor Soldier Spy adalah sebuah film tentang spy yang tidak mengandalkan kemampuan bela diri atau gadget canggih para agennya tapi lebih kepada bagaimana mereka memecahkan sebuah kasus dengan otak mereka. Tapi memang harus diakui kisahnya agak terlalu rumit dan membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi dalam menonton.

RATING:

Tidak ada komentar :

Posting Komentar