TOKYO GORE POLICE (2008)

3 komentar
Seperti judulnya yang begitu sederhana dan tidak coba untuk rumit ataupun sok pintar, isi filmnya juga tidaklah rumit bahkan cenderung "bodoh" seperti judulnya. Judul Tokyo Gore Police memang sudah menggambarkan apa yang akan penonton saksikan dalam 110 menit kedepan. Ceritanya tidak menentukan setting waktunya secara pasti, yang penting dan yang jelas adalah film ini berada di masa depan. Tokyo di masa depan itu benar-benar jadi sebuah kota yang boleh dibilang hancur lebur. Hancur lebur disini bukan karena kotanya yang hancur karena perang atau bencana, tapi warga dan segala kultur mereka itu yang hancur. Bayangkan saja, di kalangan remaja putri saat itu, mengiris pergelangan tangan dengan cutter adalah hal yang gaul dan keren. Bahkan iklan tentang produk cutter khusus untuk potong tangan bertebaran. Ada juga iklan-iklan gila lainnya seperti game yang bisa membuat pemainnya melakukan eksekusi mati terhadap penjahat dan berbagai hal gila lainnya.

Para penjahat pada saat itu juga makin gila. Penjahat paling edan adalah mereka yang disebut engineer. Para enggineer ini punya kelebihan yang aneh tapi juga mengerikan. Apabila mereka terluka, maka bagian tubuh yang terluka itu akan berubah jadi senjata mematikan, Sebagai contoh ada penjahat yang tangannya putus, lalu dari luka itu muncul gergaji mesin, AWESOME! Kelebihan itu tidak lain adalah berkat penemuan seorang ilmuwan gila bernama "Key Man" yang bisa merekayasa gen seseorang dan membuatnya punya kelebihan seperti itu. Tapi polisi Tokyo juga tidak tinggal diam. Pada zaman itu juga polisi bukan lagi dari pihak pemerintah tapi adalah sebuah perusahaan swasta. Atas nama pelayanan yang lebih baik hal itu dilakukan. Tapi yang terlihat mereka justru terlihat makin sadis saja. Diantara polisi itu ada Ruka (Eihi Shiina) yang dikenal sebagai "enggineer hunter" dimana dia telah berhasil membunuh banyak sekali enggineer dengan pedangnya. Ruka sendiri menjadi polisi karena ingin mengikuti jejak ayahnya yang dulu juga polisi dan meninggal karena kepalanya hancur tertembak. Ruka selain menjalankan tugasnya juga berusaha mencari pembunuh ayahnya.
Bagus atau tidaknya film ini tergantung cara pandang penontonnya. Jika anda masih tetap ngotot mengharapkan semua film termasuk karya Yoshihiro Nishimura ini haruslah berbobot dan cerdas sekaligus sempurna dalam berbagai aspek entah itu cerita, dialog, akting sampai efek visualnya, maka anda akan menganggap ini hanyalah sebuah sampah penuh darah tidak jelas. Tapi jika anda bisa menikmati film konyol dan bodoh seperti ini dengan cara meninggalkan berbagai logika dan otak anda sejenak serta menganggap sajian badan terbelah, darah muncrat dan parade makhluk aneh nan menjijikkan adalah sebuah suguhan keren dan menyenangkan maka percayalah Tokyo Gore Police seolah akan jadi film terbaik sepanjang masa menandingi The Godfather. Adegan sadisnya ada yang sukses membuat meringis karena ngilu, tapi kebanyakan membuat senyum saya mengembang karena begitu konyol tapi amat sangat fun.
Tidak banyak yang bisa dikatakan dari film ini memang, tapi pernyataan itu bukanlah bernada negatif. Tokyo Gore Police memang menjadikan pameran adegan gore sebagai andalannya. Jadi dari awal sampai akhir itu yang akan kita lihat adalah adegan muncratnya darah semuncrat-muncratnya, potongan tubuh manusia yang digambarkan amat gampang sekali berhamburan dengan sedikit tebasan, berbagai kejadian-kejadian sinting yang terjadi di Tokyo dan tentunya parade makhluk-makhluk aneh. Makhluk aneh disini ada banyak. Para enggineer memang paling aneh. Ada wanita berbentuk siput, seorang psk yang kakinya berubah seperti moncong Godzilla, lalu ada juga pria yang *maaf* penisnya terpotong lalu setelah berubah jadi enggineer bagian itu berubahh jadi sebuah senapan yang bentuknya seperti penis super panjang dan besar. Tapi bukan hanya mereka yang aneh, para polisi juga berpakaian aneh, seperti prajurit Jepang jaman dulu (saya tidak tahu istilahnya). Chief polisinya malah terlihat seperti seorang Shogun.

Yang makin membuat saya senang, Nishimura masih sempat-sempatnya memasukkan kritikan sosial di film ini tentunya bukan dengan cara yang berusaha sok cerdas tapi lewat jalan yang juga gila seperti keseluruhan filmnya. Berbagai kultur seperti yang sudah saya singgung diatas mengenai konsumerisme sampai semena-menanya para polisi terus menghiasi film ini. Adegan-adegan iklan gila benar-benar jadi selingan yang juga gila tapi sangat menghibur. Saya sendiri tidak tahu apakah Nishimura sengaja memasukkan berbagai kritik itu atau dia hanya ingin membuat filmnya ini makin gila saja. Entah dia itu jenius sejati ataukah idiot saya masih bingung. Tapi jika pertanyaannya adalah apakah Tokyo Gore Police itu bagus atau jelek, maka tanpa ragu dan tanpa rasa malu saya akan menjawab ini film bagus yang saya sukai!

RATING:

3 komentar :

Comment Page:
Anonim mengatakan...

loe emang jago ngebacot

Anonim mengatakan...

Maaf mas, masih anonim hehe.
Belum nonton film ini sih, tp jadi penasaran. Soalnya liat ratingnya di RottenTomatoes itu tinggi, trus baca reviewnya jd penasaran!
Thank's ya!!

Rasyidharry mengatakan...

Hehe tulis aja nama gitu :)
Tonton aja, film gila tapi asik hehe