PROMETHEUS (2012)

4 komentar
Karya terbaru Ridley Scott ini jelas menyimpan banyak misteri. Jalan ceritanya ditutup rapat, sehingga spekulasi mengenai apa hubungan antara Prometheus dengan film-film Alien masih jadi misteri. Yang jelas memang diketahui bahwa film ini mempunyai universe yang sama dengan Alien dan mengambil waktu sebelum film pertamanya. Apapun itu sebenarnya proyek yang melibatkan Ridley Scott kembali dalam sebuah film sci-fi adalah tontonan yang tidak boleh terlewatkan. Apalagi disini ada banyak nama-nama besar macam Noomi Rapace, Michael Fassbender, Guy Pearce, Idris Elba hingga Charlize Theron. Rapace menjadi heroine film ini tentu saja mengingatkan kita pada tokoh Ellen Ripley, apalagi tampilan sosok Elizabeth Shaw yang diperankan Rapace tetap ada kemiripan dengan Ripley. Kemudian ada juga sosok android bernama David yang diperankan Fassbender yang tentu saja mengingatkan pada sosok Ash, android yang ada di film Alien.Kisah di Prometheus terjadi pada tahun 2093 (sekitar 129 tahun sebelum film pertama Alien) dimana saat itu sebuah pesawat luar angkasa bernama Prometheus tengah menjalankan sebuah misi misterius.

Dalam pesawat tersebut terdapat beberapa ilmuwan sebagai kru termasuk sepasang arkeolog bernama Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) dan Charlie Holloway (Logan Marshall-Green). Akhirnya terungkap bahwa misi yang diprakarsai oleh Weyland Corporation milik Peter Weyland (Guy Pearce) ini adalah untuk mencapai sebuah planet yang mana diduga ditempati oleh sekelompok makhluk yang diperkirakan sebagai para pencipta manusia. Ya, ini adalah sebuah misi yang tujuannya untuk menguak asal usul kehidupan manusia. Dalam misi yang dipimpin oleh Meredith Vickers (Charlize Theron) tersebut turut serta juga android bernama David (Michael Fassbender) yang didesain sangat mendekati manusia. Setibanya di planet tersebut, mereka mendapati berbagai artefak dan bangunan yang jelas sekali menunjukkan adanya kehidupan. Harapan untuk menemukan jawaban tersebut meninggi saat mereka mulai banyak menemukan bukti dan hal-hal baru disana. Tapi ternyata bukan hanya jawaban saja yang bisa didapat dalam misi tersebut tapi juga sebuah teror yang mematikan.

Menyimpan segala isinya dengan rapat pada akhirnya menjadi kunci utama yang membuat saya begitu menikmati segala misteri dalam film ini. Sebagai penonton kita akan mengalami hal yang tidak jauh beda dengan apa yang dialami oleh para kru Prometheus, dimana kita sama-sama tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, kita tidak tahu jawaban dari misteri yang sedang ditebar dalam kisahnya, dan kita juga tidak tahu kengerian dan teror macam apa yang menanti didepan. Makin sedikit yang kita tahu makin besar juga rasa penasaran kita yang akan berujung pada makin besar kepuasan yang kita dapat nanti. Kejutan memang banyak tersimpan di Prometheus entah itu kejutan yang berasal dari misteri ceritanya sampai kejutan yang hadir dari bagaimana Ridley Scott menyuguhkan Prometheus pada penontonnya. Jika dalam Alien porsi aksi dan horror sangat kental, maka dalam Prometheus kedua hal itu masih tetap ada dalam kadar yang memuaskan namun penuturannya lebih lambat.
Dari awal sejak film dibuka pun sudah terlihat bahwa film ini akan terasa lebih "nyeni" dibandingkan franchise Alien. Disini Ridley Scott lebih berfokus untuk menuturkan ceritanya yang memang lebih dalam dan lebih berat dibanding berfokus pada menebar adegan-adegan yang berjalan cepat. Kita akan dibawa pada sebuah pertanyaan yang cukup "sensitif" yakni mengenai asal muasal kehidupan. Terkesan lebih dalam dan religius saat Ridley Scott membawa masalah kepercayaan dalam diri manusia dan bagaimana terkadang kepercayaan tersebut dipertanyakan. Sebuah adegan saat David melepaskan kalung salib dari leher Shaw disaat sang arkeolog baru mendapat goncangan dalam kehidupannya seolah memperlihatkan disaat rasa percaya dalam diri manusia mulai terlepas akibat "kontaminasi" dari hal-hal lain yang sifatnya eksternal. Tapi tentu saja sama dengan bagaimana segala pertanyaan mengenai "Sang Pencipta" yang tidak akan pernah habis dan tidak akan ditemukan jawabannya dengan gamblang, Ridley Scott juga tidak menuturkan berbagai jawaban atas segala misteri dalam film ini secara gamblang namun membiarkan interpretasi dari masing-masing penonton yang bermain untuk mengartikannya. 

Tapi meskipun berjalan lebih lambat dan sedikit lebih berat dari Alien, Prometheus masih menghadirkan berbagai adegan aksi yang seru dan momen horror yang cukup mencekam. Hal ini tidak terlepas dari formula yang sama dengan yang dipakai saat Alien pertama muncul, yakni penonton tidak tahu makhluk seperti apa yang sebenarnya memberikan teror dalam film itu. Berbagai adegan yang terlihat memberi penghormatan pada franchise Alien juga beberapa kali terlihat tanpa perlu menimbulkan kesan "mencontek" mentah-mentah. Selain aksinya yang masih seru dan horror-nya yang cukup seram walaupun tidak terlalu diumbar, Prometheus juga punya kelebihan dalam hal gambar-gambarnya. Lihat saja bagaimana berbagai gambar lokasi alam yang muncul dan penggambaran teknologi yang keren disajikan dalam film ini. Penggunaan teknologi 3D makin menguatkan kelebihan yang satu ini. Saya jadi penasaran akan sekeren apa tampilan film ini jika disaksikan dalam layar IMAX 3D.

Untuk aktingnya tidak ada yang mengecewakan meski yang paling menonjol adalah Noomi Rapace dan Michael Fassbender. Rapace mungkin tidak akan menjadi se-ikonik Sigourney Weaver tapi dia mampu menjadi toko heroine yang punya daya tarik sendiri dan punya karakterisasi yang jelas berbeda dari Ellen Ripley. Sedangkan Fassbender jelas sempurna sebagai android tanpa emosi namun didalamnya menyimpan misteri. Jika ada sekuelnya makan kedua tokoh ini khususnya David akan sangat menarik untuk dieksplorasi lagi. Guy Pearce cukup menarik menjadi tokoh yang usianya berpuluh tahun lebih tua dari dirinya. Charlize Theron tidak dituntut menampilkan permainan terbaiknya tapi selalu menyenangkan melihat dirinya muncul dalam film dengan segala kelebihan fisiknya. Pada akhirnya Prometheus berpotensi mengecewakan bagi yang berharap film ini punya nuansa sama persis dengan Alien tapi bagi yang berharap sajian baru macam saya maka film ini memuaskan bahkan bagi saya melebihi ekspektasi dengan melihat sajian sci-fi musim panas yang terasa punya sedikit unsur arthousei didalamnya. Terasa ada beberapa plot hole tapi lubang itu juga bisa diperdebatkan karena bisa saja memang merupakan lubang, bisa saja sebuah pertanyaan yang akan dijawab di sekuel atau mungkin sebuah kesengajaan yang dilakukan Ridley Scott untuk membuat penontonnya mengartikan sendiri. Apapun itu Prometheus adalah sebuah film yang bagi saya diatas kata memuaskan, karya yang bagus dari Ridley Scott yang menandai kembalinya dia ke ranah sci-fi setelah beberapa filmnya terakhir yang mengcewakan.

4 komentar :

  1. Visualnya bagus bgt, sayangnya gw kecewa sama film ini :( too many plot holes, not enough thrills.

    BalasHapus
  2. Mungkin emang banyak plot hole, atau mungkin emang disengaja dibikin gitu hehe
    Tapi overall gw sangat suka film ini, kayak "Alien rasa 2001: A Space Odyssey"

    BalasHapus
  3. aaaaargh w pingin ngerasain IMAX!!!!! Tapi syank blom sanggup kayanya gw... Hehe...


    Btw, moga2 aja Prometheus sukses gila2an, jadi sekuel-nya cepet2 di greenlight sama Fox... Please2!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaan ni, coba Jogja ada IMAX :D
      Amiin! Mari berdoa hahay

      Hapus