THE CONJURING (2013)

1 komentar
Siapa sutradara horror terbaik saat ini? Jika bicara legenda maka nama-nama seperti Wes Craven, John Carpenter, George Romero, Sam Raimi, David Cronenberg hingga Dario Argento mungkin akan muncul. Tapi tidak bisa dipungkiri mayoritas dari nama-nama tersebut sudah berkurang sentuhannya ataupun mengambil jalur diluar horror konvensional (Halo David Cronenberg). Tongkat estafet horror master pun kini sudah berpindah kepada nama-nama yang jauh lebih muda. Jika pertanyaan tersebut diajukan pada saya, tanpa ragu nama James Wan akan saya sebutkan. Sutradara kelahiran Malaysia ini sudah melahirkan berbagai sajian horror yang termasuk terbaik pada masa kini sebut saja Saw sampai Insidious yang berhasil memberikan teror mencekam dua tahun lalu dan akan merilis sekuelnya tahun ini. Tapi sebelum merilis Insidious: Chapter 2 dan film ketujuh Fast & Furious tahun depan, James Wan terlebih dahulu membuat The Conjuring yang lagi-lagi akan menampilkan teror menyeramkan dari rumah berhantu seperti yang telah kita saksikan di Insidious. Bedanya, The Conjuring menyajikan cerita yang diangkat dari kisah nyata mengenai teror makhluk halus pada tahun 70-an. Sepasang suami istri yang bekerja sebagai paranormal atau bisa disebut demonologist, Ed dan Lorraine Warren termasuk sosok sentral di film ini. Keduanya adalah paranormal terkenal di zamannya dan telah banyak menangani kasus supranatural termasuk kasus The Amityville Horror yang juga telah banyak dibuat filmnya itu.

Roger Perron (Ron Livingston) beserta istri dan kelima puterinya baru saja pindah ke sebuah rumah tua yang terletak di kawasan terpencil di Harrisville, Rhode Island. Tentu saja mereka berharap akan memulai sebuah hidup baru yang bahagia di rumah tersebut, namun bisa ditebak berbagai kejadian misterius mulai terjadi di rumah tersebut. Semuanya berawal dari kematian anjing mereka, semua jam dirumah yang berhenti tepat pada pukul 3:07, sampai ditemukannya sebuah gudang bawah tanah tersembunyi. Mereka pun perlahan mulai menyadari bahwa ada makhluk halus yang tinggal di rumah tersebut disaat berbagai teror mulai terjadi dan semakin lama semakin dirasa membahayakan bagi mereka. Mereka pun memutuskan memanggil jasa Ed Warren (Patrick Wilson) dan Lorraine Warren (Vera Farmiga), sepasang suami istri paranormal yang kemampuannya telah diakui dalam mengungkap berbagai kasus supranatural. Ceritanya sudah ratusan kali muncul dalam film horror, tapi kali ini James Wan dan duo penulis naskah Chad & Carey Hayes dengan cerdik memasukkan berbagai macam elemen horror kedalam kisah haunted house yang sekilas nampak telah usang ini. James Wan menuangkan semua hal favoritnya yang telah menjadi ciri khas sang sutradara sepanjang karirnya mulai dari boneka mengerikan sampai hantu wanita tua yang disturbing.

Sedangkan untuk elemen horror yang membungkus ceritanya, The Conjuring tidak hanya menampilkan kisah rumah berhantu namun juga menggabungkannya dengan elemen exorcism. Dua hal tersebut memang jauh dari kata baru dan bisa saja menjadi sebuah tontonan horor usang yang membosankan jika tidak dieksekusi dengan baik. Tapi James Wan membuktikan bahwa ia memang punya insting yang begitu kuat untuk membangun kengerian demi kengerian dalam filmnya.Membuka filmnya dengan sebuah perkenalan yang cukup untuk pemanasan, film ini melanjutkan kisahnya dengan memperkenalkan kita pada semua tokoh utama yang ada. Narasinya berjalan secara bergantian antara kisah keluarga Perron dan suami istri Warren. Secara perlahan kita diajak berkeliling mengamati betapa mengerikannya rumah milik keluarga Perron sekaligus melihat bagaimana keluarga berisikan tujuh orang ini saling berinteraksi hingga membuat kita mampu bahwa mereka adalah keluarga dengan ikatan yang kuat. Sedangkan kish Ed dan Lorraine Perron memberikan kita sebuah perkenalan bahwa keduanya juga memiliki permasalahan sendiri dibalik karir mereka sebagai "pemburu hantu". Pada momen ini alurnya berjalan perlahan sambil sesekali diisi oleh gangguan-gangguan "kecil" dari sang hantu guna tetap menjaga kengerian filmnya.
Setelah James Wan puas memperkenalkan kita baik pada karakter dan teror yang menghantui mereka, barulah pertunjukkan utamanya dimulai dan itu berarti rentetan kengerian demi kengerian yang sanggup membuat saya terpaku di kursi menunggu dengan tegang momen mengagetkan macam apalagi yang akan dilemparkan James Wan. Tantangan membuat horror konvensional seperti ini adalah bagaimana membuat penontonnya takut dan terkejut meski mereka sudah tahu kapan shocking moment tersebut akan dihadirkan. Jika filmnya tidak sabar dan terlalu banyak memperlihatkan penampakan hantunya dari awal maka filmnya akan terasa basi. Tapi sebaliknya terlalu banyak false alarm juga akan membuat penonton bosan, dan apa yang dilakukan oleh James Wan dalam film ini adalah contoh bagaimana seharusnya horror yang penuh dengan shocking moment dibungkus. Saya tetap kaget dan merasa takut walaupun sudah tahu kapan The Conjuring akan mengageti saya. James Wan mampu mengubah segala teror klise dalam horror menjadi terasa fresh dan mengerikan mulai dari sekedar barang yang bergrak sendiri, penampakan hantu mengerikan, sampai kontak fisik antara hantu dengan korbannya. Semua itu adalah berkat timing yang begitu sempurna dari sang sutradara.

Selain timing sempurna, The Conjuring juga punya kelebihan pada berbagai aspek lain. Pertama adalah gerak kameranya yang begitu efektif membuat saya harap-harap cemas menunggu diserang teor berikutnya. Kameranya bergerak dengan begitu dinamis menangkap gambar demi gambar seram lewat cara yang seringkali unik. Sebuah momen saat Christine melihat kolong tempat tidur lalu berbalik kearah pintu merupakan salah satu contoh bagaimana kelihaian film ini mengemas gerak kameranya. Tentu saja ini adalah film James Wan yang musiknya diisi oleh Joseph Bishara seperti Insidious yang berarti akan ada begitu banyak isian musik mengagetkan dan terasa begitu menyayat. Terakhir adalah desain hantu yang dipakai dalam film ini, tidak ada kata selain menyeramkan khususnya jika berbicara tentang hantu wanita tua yang begitu disturbing itu. Sedikit membandingkan dengan Insidious, film dua tahun lalu tersebut memang mengerikan, tapi sayang klimaksnya sedikit mengecewakan saat James Wan mulai bermain-main dengan ranah diluar haunted house dan sedikit menyinggung area fantasi. Dalam The Conjuring, James Wan mampu memperbaiki hal tersebut dengan menyajikan sebuah klimaks yang sangat menegangkan dan menyeramkan saat ia menggabungkan unsur haunted house dengan exorcism. Entah berlebihan atau tidak tapi saya menganggap klimaks dalam film ini adalah klimaks yang begitu epic. 

Seperti yang sedikit saya singgung diatas, The Conjuring "peduli" untuk memberikan perkenalan pada karakternya dan hal itu berujung pada rasa peduli serta simpati yang saya rasakan terhadap semua karakternya. Saya menyukai fakta bahwa tidak ada sosok skeptikal yang seringkali ditampilkan secara berlebihan dalam film horror dan malah membuat karakter itu terasa bodoh. Seiring berjalannya waktu, The Conjuring pun mulai memasukkan tambahan karakter yang hebatnya meski hanya memiliki porsi yang kecil tapi mereka tetap terasa sebagai karakter yang efektif dan mampu menjalankan tugas masing-masing dengan baik. Ya, secara keseluruhan The Conjuring adalah film horror yang begitu efektif dan mampu memaksimalkan semua elemen yang dipunyai termasuk karakter yang sering terlupakan dalam film horror saat ini hingga mampu menjadi tontonan konvensional yang begitu menyeramkan. Saya pun dengan senang hati menanti Insidious: Chapter 2 dan sekuel dari The Conjuring...dengan catatan James Wan kembali sebagai sutradaranya. 

1 komentar :

  1. The conjuring benar-benar film yang menegangkan. gak sabar menunggu film film terbaru james wan... two thumbs up...

    BalasHapus