ENEMY (2013)

16 komentar
Prisoners (review) milik Dennis Villeneuve merupakan salah satu pengalaman menonton bioskop paling menyenangkan tahun lalu. Film tersebut adalah sajian thriller yang begitu lengkap saat berhasil menghadirkan intensitas ketegangan tinggi, misteri yang menarik, gambar-gambar indah, sisi emosional yang mendalam, sampai akting luar biasa para pemainnya. Saya sangat menyukai Prisoners dan tidak sabar untuk menonton karya berikutnya dari Villeneuve. Tapi siapa sangka karya berikutnya itu datang begitu cepat. Hanya sekitar satu bulan lebih setelah Prisoners dirilis, Villenueve kembali meluncurkan filmnya yang berjudul Enemy. Memulai debut penayangannya di Toronto International Film Festival tahun lalu, Enemy pun langsung menjadi film "wajib tonton" bagi saya. Kembali dibintangi oleh Jake Gyllenhaal yang sukses memberikan salah satu akting terbaik sepanjang karirnya lewat Prisoners, film ini mengangkat ceritanya dari novel garapan Jose Saramago yang berjudul The Double. Enemy sendiri pada awalnya akan memperkenalkan kita pada Adam Bell (Jake Gyllenhaal), seorang guru sejarah yang terlihat punya kehidupan biasa saja Dia tinggal di apartemen sederhana, mengisi kesehariannya dengan mengajar, serta menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Mary (Melanie Laurent). Tidak ada yang terlalu spesial dari hidup Adam tapi semuanya baik-baik saja dan bahagia.


Semuanya berubah saat Adam menonton sebuah film berjudul Where There's A Will There's A Way yang direkomendasikan oleh temannya. Alangkah terkejutnya Adam saat ia melihat salah satu aktor figuran daam film tersebut mempunyai wajah yang sangat mirip dengannya. Setelah melakukan penelusuran, Adam pun menemukan pria yang bernama Anthony Claire tersebut. Apa yang terjadi berikutnya semakin rumit disaat Adam mulai menemukan lebih banyak persamaan antara dirinya dan Anthony dan disaat orang-orang terdekat mereka mulai ikut terseret dalam hal tersebut termasuk istri Anthony yang tengah hamil enam bulan, Helen (Sarah Gadon). Enemy memulai semuanya dengan lambat. Dibuka dengan adegan slow-motion, suasana yang seringkali terasa sunyi dan kelam, sampai narasinya yang juga terasa lambat. Kita tidak langsung disuguhi misteri utamanya, melainkan diajak terlebih dahulu berkenalan dan melihat lebih jauh sosok Adam Bell. Saya memang sudah tahu dari awal bahwa film ini akan bertutur tentang sosok "kembar" yang dimiliki oleh karakter utamanya, tapi saya sama sekali tidak tahu bagaimana semua itu akan dimulai dan pada akhirnya akan dibawa kemana misteri tersebut. Hingga pada akhirnya saat Villeneuve pertama kali memperlihatkan "kembaran" Adam lewat jalan yang tak terduga saya pun dibuat terkesima dan secara tidak sadar mulai terikat dengan misterinya.
Lewat misterinya saya mulai dibuat mengajukan banyak pertanyaan dalam pikiran saya seperti "bagaimana ini bisa terjadi?" sampai "akan dibawa kemana semua misteri ini?". Misterinya itu memang menjadi kekuatan terbesar dalam Enemy di samping bagaimana Villeneuve mengemas narasinya dengan sedikit melompat meski sekilas terlihat linier. Mudah saja mengatakan bahwa Enemy adalah fim yang berjalan "lurus" tapi sebenarnya tidaklah sesederhana itu. Ambil contoh di paruh awal film saat Adam dan Mary sedang berhubungan seks tiba-tiba kita melihat Mary pergi dengan kesal tanpa tahu apa yang terjadi. Lalu sesaat kemudian adegan berpindah ke siang hari seolah menggambarkan hari berikutnya tapi sebenarnya itu adalah flashback kejadian di hari yang sama dan akhirnya menjelaskan kenapa Mary akhirnya pergi dengan kesal. Dari satu adegan tersebut Villeneuve sudah memberikan petunjuk pada penonton bahwa akan ada puzzle yang harus disusun oleh mereka. Hal tersebut menjadi daya pikat dalam Enemy yang sanggp membuat saya tidak merasa bosan walaupun alurnya berjalan dengan begitu lambat tanpa adanya banyak letupan. Istilahnya, film ini adalah "slow burning thriller" yang efektif dan tetap terasa menegangkan meski berjalan lambat.

Bicara soal intensitas, Enemy juga tidak memiliki sebuah klimaks yang menegangkan. Semuanya terasa datar meski bukan berarti membosankan. Konklusi yang terjadi pun pada awalnya terasa standar sampai kita disuguhi sebuah ending yang absurd, mengejutkan sekaligus mengerikan.(ending akan saya bahas belakangan) Saya juga tidak bisa untuk tidak membandingkan Enemy dengan Prisoners meski hanya sedikit. Salah satu kekuatan besar Prisoners yang tidak dimiliki Enemy adalah sisi emosional. Enemy mungkin sebuah thriller/misteri yang kompleks dan penuh puzzle, tapi aspek emosinya tidaklah terlalu kuat. Padahal ada banyak potensi untuk menggali konflik emosional tiap-tiap karakternya. Tapi lagi-lagi ada aspek-aspek lain yang sanggup menambal kekurangan film ini, seperti sinematografi dan iringan musiknya. Sinematografi karya Nicolas Bolduc disini banyak didominasi oleh warna kuning yang meski tidak terlalu unik tetap memberikan hiasan visual yang menarik. Keunikan visualnya masih ditambah dengan beberapa gambaran sureal tentang pemandangan yang dilihat Adam seperti tarantula raksasa di tengah kota, sampai sesosok makhluk asing wanita yang tengah berjalan terbalik di langit-langit.  Sedangkan scoring Daniel Bensi dan Saunder Jurriaans sekilas terdengar sederhana dan tidak terlalu "penuh" tapi benar-benar sanggup mewakili tiap-tiap adegan yang ada. 
Jack Gyllenhaal sukses bersinar disini dan menjelaskan kenapa Dennis Villeneuve memakai sang aktor dalam dua film terakhirnya. Jack dengan baik memeranka dua karakter yang punya karakterisasi berbeda, dan dalam kondisi serta konflik yang berbeda satu sama lain. Kemudian saya akan membahas tentang ending-nya yang ambigu dan banyak memunculkan pertanyaan tersebut. Saya yang pada awalnya merasa konklusi film ini terlalu standar jadi berubah pikiran setelah melihat adegan penutupnya yang "gila" itu. Tidak hanya memberikan pertanyaan mengenai maksud dari adegan tersebut, tapi juga membuat saya harus berpikir ulang untuk merangkai tentang apa sebenarnya yang terjadi sepanjang film ini. Saya baru menonton film ini sekali jadi mungkin ada banyak hal yang masih saya lewatkan. Tapi disni saya akan menuliskan interpretasi saya tentang ending dan keseluruhan film ini. Jadi tentu saja akan ada MAJOR SPOILER!

Pertama saya ingin menjelaskan bahwa ada 2 versi interpretasi yang akan saya tuliskan satu per satu. Yang pertama adalah dengan meandang alurnya secara lebih realis, sedangkan yang kedua lebih kearah surealis.

1. (Realis) Film ini adalah kisah tentang Anthony yang berkepribadian ganda dan dia menciptakan sosok Adam. Kenapa Anthony adalah yang "asli". Cara paling mudah adalah melihat poster filmnya. Kita tahu bahwa yang memakai jaket kulit adalah Anthony, jadi sosok di poster adalah Anthony, dan gambar kota serta tarantula terletak di kepalanya yang seolah menggambarkan bahwa semua ini hanya ada dalam pikirannya saja. Sebelumnya saya sempat mengulas tentang cara Villeneuve mengema narasinya yang tidak linier, dan ternyata itu bukan sekedar style tapi substansial dan memberi petunjuk memecahkan misteri yang ada. Dari cara bertutur itu bisa disimpulkan bahwa apa yan tersaji dalam Enemy tidak sepenuhnya berurutan. Dengan kata lain bisa saja ada flashback disitu yang tidak kita sadari. Jadi sesungguhnya sosok Adam adalah ciptaan Anthony, dan Mary adalah selingkuhan Adam yang sempat disinggung oleh Helen. Anthony pun rutin berganti kepribadian dimana dia menjadi Adam saat bersama Mary. Semua sempurna sampai secara tidak sengaja ia menemukan dirinya sendiri dalam film yang ia tonton. Adegan akhir saat Anthony dan Mary mengalami kecelakaan mungkin saja adalah flashback yang pada akhirnya kecelakaan itu memberikan luka di dada Anthony. Sosok tarantula sendiri adalah gambaran bagaimana Anthony menganggap Helen yang sedang hamil tua sebagai gangguan. Tarantula yang menguasai kota adalah rasa takut Anthony dimana sosok Helen benar-benar menguasai dan mengganggu pikirannya (baca: kota). Karena itu saat dia mendapatkan kunci di akhir film yang "membuka" isi pikiran Anthony, dia pun kembali melihat Helen sebagai seekor tarantula raksasa. 

2. (Surealis) Keseluruhan kisahnya merupakan sebuah simbolisme mengenai sebuah kekacauan yang melibatkan pertentangan antara impian/harapan ideal melawan realita dalam isi kepala karakternya. Pemaparannya tidak jauh berbeda dengan poin pertama, hanya saja jika pada poin pertama memperhatikan logika sebab dan akibat kejadian serta waktu dan tempat, maka di poin kedua ini semuanya menjadi tidak penting. Semuanya tetap menjadi gambaran isi pikiran Anthony hanya saja alurnya merupakan perlambang dari konflik berkecamuk di dalam pikirannya. Kehidupan Adam adalah apa yang diimpikan Anthony dimana ia mendapatkan seorang wanita muda yang cantik dalam diri Mary. Karena itulah filmnya dibuka dengan gambaran seorang penari striptease (wanita cantik) menginjak seekor tarantula yang disusul dengan munculnya Helen yang dalam kondisi hamil enam bulan. Tapi toh pada akhirnya segala impian itu runtuh juga saat semuanya berbenturan dengan pernikahan, sama seperti saat Mary meninggalkan Anthony karena menyadari adanya bekas cincin dan mengetahui bahwa ia bukan Adam. Hingga akhirnya saat Anthony/Adam mendapatkan kunci di pikirannya, ia kembali menyadari bahwa Helen merupakan sososk tarantula yang mendominasi hidupnya, sama seperti kisah tentang diktator yang dituturkan Adam di kelas. 

Saya tidak tahu interpretasi mana yang betul, bisa saja keduanya salah. Tapi yang jelas Villenueve sanggup memberikan apa yang disebut sebagai misteri yang bagus, yaitu disaat penonton bisa diajak terus berpikir tentang jawaban sesungguhnya karena sang pembuat misteri tidak memberikan jawaban pasti dan masih meninggalkan beberapa pertanyaan. Tapi di sisi lain Villeneuve juga menebarkan banyak petunjuk untuk membantu memecahkan misteri yang ada, karena itulah Enemy menjadi sebuah sajian misteri yang bagus.

16 komentar :

  1. Aduh.... Gile.... Ane baru ngerti setlah baca pos ini. Smang bner" manteb ni filem 2x gua coba mahamin tetep ga ngerti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe buat nangkep semua clue emang kayanya harus lebih dari sekali

      Hapus
  2. geetoooo yaa,,,sempet pusing ane liat ni felem

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe siapa yang enggak pusing nonton ini :)

      Hapus
  3. KEREN abis ulasannya gan....
    kereeeen!!! :-D

    BalasHapus
  4. luar biasa ulasannya bang. mantap

    BalasHapus
  5. Nipu abiis...sbtulny ane udah curiga Ini bukan kembar tp kpribadian ganda kyk film fight club, tpi pmikiran ane d runtuhin dg scene istri Anthony temu Adam di kampus...n Anthony di telp istrinya diangkat n nyambung telponnya.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya kita nggak benar2 dikasih liat kalau yang angkat telpon dari Helen itu Anthony...hahahah

      Hapus
  6. Sepanjang film sbnarnya g pusing, kcuali smpai endingnya shingga ngbuat gw akhirnya nemuin blog ini..haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha exactly the same..

      Hapus
  7. Yang pertama sih kykny lebh masuk akal ya kalo make 'sebab akibat' soalny biasanya sutradara kek gini suka bikin poster film yg ada makna tersendiriny sih ..

    BalasHapus
  8. Saya baru aja nonton film ini di hard disk yang udah saya sortir berdasar score imdb (6.9) ada beberapa poin yang saya sepakati pada review diatas. Dimana kita berangkat dari judul enemy dan tag line awal "chaos merupakan sebuah keeraturan yang belum teruaraikan".

    Perbedaan pendapat 1 tentang review diatas jika kita berpikir bahwa adam adalah anthony itu sendiri, bagaimana bisa tanda cincin di jarinya berbeda. Adam tidak memiliki bekas tanda cincin. (jika saya tidak salah mengamati)

    Tapi ada kemungkinan bisa seperti itu.

    Poin ke dua.. Jika memang benar adam adalah bagian dari kepribadian anthony yang lain maka Sutradara mr.Vlnve terlalu jelas menghidupkan sosok adam (menurut saya) dan itu terlalu real ditambah lagi ujung nya yang ambigu.

    Akan tetapi...

    Ketika melihat tag line yang tadi saya kemukakan.. Jika kita balik urutan nya seperti yang dikatakan pada review diatas.. Ketika di balikan kejadian kecelakaan itu di awal dan bekas luka di perut /dada anthony dan adam adalah akibat dari kecelakaan tersebut. Dimana anthony sedang berselingkuh dengan mary. (jika kita bawa dan putar balik alur cerita film).

    Akan tetapi itu juga memunculkan pertanyaan... Bagaimana bisa Setelah kejadian kecelakaan anthony dan adam bisa bertemu di rumah nya dan meminta bertukar tempat? (adegan anthony teriak kepada adam) walaupun bisa dikatakan anthony adalah bipolar.

    Pendekatan paling logis dari hasil pengamatan saya. Sutradara sengaja menaruh ambiguitas pada film ini agar masing masing pemikiran yang menonton mendapatkan interpretasi nya masing masing.

    Dan yang diaepakati adalah adanya kekacauan dalam alur cerita, keanehan dalam bukti, dan ada pembelaan dan pembenaran tersembunyi terhadap pertanyaan yang di timbulkan dari film ini.

    BalasHapus
  9. Satu lagi..

    Keanehan yang lainnya yaitu ketika adegan seks anthony dengan mary, kenapa mary mengatakan "who are you.?" kepada anthony. Dan lalu terjadi lah kecelakaan.. Jika memang alurnya di balik tragedi kecelakaan itu diawal.. Maka anthony maka agak sulit masuk dalam logika.. Berarti adam adalah real di benak mary.. Jadi adam tidak hanya hidup di benak anthony tapi juga hidup di benak mary. Dan kasus bipolar tidak mungkin hidup pada dua pikiran yang terpisah dan orang nya berbeda.

    Atau penjelasan lainnya adalah anthony selama ini menyembunyikan bahwa dia telah menikah dan menjalin perselingkuhan dengan mary. (tapi bagaimana bisa dia tidak membahas itu dengan adam, apakah mary selama dengan adam tidak melihat itu? Atau membiarkan dan tidak menanggapi isu perselingkuhan anthony)

    Sorry for long comment, karena ini jadi kepikiran terus yang bener nya yang mana.. Ada bentrok pemahaman yang harus diselesaikan..

    BalasHapus
  10. http://movienthusiast.com/review-hannibal-2013-tv-series/

    I'm sorry for share this link.. Because i'm think a lot to find out how was the movie flow..

    Dan sekarang sudah paham... Thanks for the first clue... Movfreak.Blogspot.Co.Id but your neighbour explain better.. But anyway you're good too

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hal terbaik dari film begini memang memancing dialektika kritis yang panjang. Masalah intensinya seperti apa, setiap sutradara yang memberi konklusi ambigu pasti berniat membebaskan interpretasi penonton. Afterall, movie is a personal spiritual journey for each audience.

      Santai aja soal link, saya & Om Havi sama-sama tahu kok haha
      Toh review, serupa filmnya sendiri bakal punya impact yang beda ke tiap pembaca, lagi-lagi soal preferensi.

      Thanks respon panjangnya :D

      Hapus
  11. pertanyaannya apa hubungan cerita dengan judulnya Enemy ya hmmm ada yg bisa jawab?

    BalasHapus