CAPTAIN AMERICA: CIVIL WAR (2016)

27 komentar
Menggabungkan sejumlah superhero ke dalam satu film layaknya The Avengers merupakan tugas maha berat, tapi tingkat kesulitan Captain America: Civil War bagi saya jauh lebih tinggi. Penonton harus bisa digiring supaya mempercayai alasan para jagoan saling bertarung. Sebagaimana The Avengers, jumlah karakternya pun sangat banyak, dan kenapa mereka memilih bergabung dengan satu sisi harus pula dipaparkan, bukan sekedar menggabungkan semuanya. Wajar bila terdengar seperti kemustahilan yang memunculkan skeptisme. Sampai kekhawatiran tersebut musnah seketika, berganti cinematic orgasm bercampur gejolak emosi tatkala Anthony Russo dan Joe Russo mempersembahkan entry terbaik dari Marvel Cinematic Universe sejauh ini.

Bicara mengenai plot, anda hanya perlu tahu bahwa terjadi perpecahan di tubuh Avengers ketika PBB menciptakan "Sokovia Accord" yang bertujuan mengatur pergerakan manusia berkekuatan super. Avengers pun terbelah menjadi dua di mana Captain America / Steve Rogers menyuarakan penolakan, sedangkan Iron Man / Tony Stark menyatakan kesetujuan. Dari sini eksplorasi karakter dimulai. Selaku tonggak tiap fraksi, penting membuat motivasi keduanya jelas, dan naskah garapan Christopher Markus bersama Stephen McFeely berhasil melakukannya. Baik prinsip Steve maupun dampak rentetan pengalaman buruk Tony bisa saya pahami. Pada titik ini, sulit menentukan siapa benar, siapa salah, karena masing-masing opini menyimpan kekuatan sekaligus kelemahan.
Melalui satu momen perdebatan, hadir kesempatan bagi tokoh-tokoh lain mengutarakan pendapat yang (meski sekilas) telah cukup menguatkan motivasi atas pilihan kubu mereka nantinya. Naskahnya menekankan bahwa konflik tersebut didasari perbedaan prinsip sembari beberapa membawa permasalahan personal, bukan hanya pemberi jalan untuk menciptakan pertarungan besar antara superhero. Emosi saya dipermainkan oleh fakta bahwa tidak ada satu pun yang menikmati perpecahan itu. Clearly, they don't wanna fight each other. Di saat pertama kali "Sokovia Accord" diajukan, Tony (the one with big mouth) hanya bisa duduk terdiam. Atau tengok pula adegan Black Widow / Natasha Romanoff mengutarakan keengganannya membiarkan Steve sendirian walau keduanya berbeda pendapat. 

Di samping "Sokovia Accord" terdapat sub-plot lain yang alih-alih merusak fokus justru memperluas area penceritaan sembari memberi jalan bagi karakter lain macam Black Panther / T'Challa, Winter Soldier / Bucky Barnes hingga Helmut Zemo untuk ikut terlibat. And once again, they have clear motivation. Tentu begitu banyak hal terjadi, namun berkat kejelian Christopher Markus dan Stephen McFeely semua konflik punya keterikatan, saling menguatkan, menghadirkan satu bagan menyeluruh tanpa pernah out of place. More importantly, this is still Captain America movie, not Avengers 2.5, karena segala konflik bersinggungan dengan sang titular character
Pada paragraf pertama saya sempat menyebut "cinematic orgasm". Orgasme semacam itu selalu memancing air mata saya mengalir. Bukan karena drama penguras emosi, melainkan rasa kagum luar biasa atas bagaimana filmmaker menyusun karyanya. Russo Brothers telah membuat air mata saya menetes lewat eksekusi action sequence. Yes, I cried because of action sequence! Sebagaimana The Winter Soldier, Civil War mempertahankan nuansa espionage khususnya pada opening kala Avengers tengah memburu Crossbones. Russos tidak asal menyuguhkan kesan bombastis, melainkan menekankan bagaimana Avengers menghadapi pertempuran sebagai sebuah tim bermodalkan taktik dan kerja sama. Saya suka menyaksikan mereka bahu membahu terlebih momen "kolaborasi" Captain America-Scarlet Witch.

Adegan pembuka nyatanya sekedar contoh kecil, awal rentetan kegilaan aksi lainnya. Captain America: Civil War sempat berjalan lambat ketika masuk babak pengenalan masalah. Jauh dari membosankan karena eksplorasi naskahnya, namun jelas berpotensi menguji kesabaran penonton. Untung adegan aksi selalu rutin terselip, and let me tell you, all of the action sequences are amazing. Bukan satu atau dua, tapi semua! Bahkan sewaktu superhero berjibaku tanpa mengenakan kostum, ciri khas masih kuat terjaga. Puncaknya adalah airport sequence dan climax battle. Klimaksnya selain brutal juga emosional. Walau minim ledakan, dinamika karakter menjadi kunci, di mana tak hanya pertarungan terjadi melainkan pertukaran luapan rasa. Sedangkan untuk airport sequence, Russo Brothers melakukan hal serupa dengan yang telah dilakukan sepanjang film: penekanan karakter. Overall, sequence ini tak hanya terbaik di antara rilisan MCU tapi juga film superhero secara keseluruhan.
Tiap tokoh mendapat kesempatan unjuk gigi. Spider-Man berayun sembari berseloroh, mengingatkan kenapa sang manusia laba-laba ini merupakan sosok yang amat likeable (and yes, this is my favorite incarnation of Spidey). Ant-Man pun serupa. Masih bersenjatakan lontaran jokes menggelitik ia bahkan menyimpan satu kejutan luar biasa bagi penonton. Black Panther? He's simply a noble bad-ass. Paling mengejutkan justru Helmut Zemo. Tanpa kekuatan super  dibanding villain MCU lain jelas ia "terlemah"   Zemo justru lawan paling berbahaya dengan motivasi paling relatable sejauh ini. Bermodalkan satu monolog menjelang akhir, Daniel Bruhl sukses merenggut simpati saya. Jikalau ada kekecewaan, mungkin hanya pada Crossbones yang porsinya tak seberapa.

Boleh saja ini merupakan sajian superhero berisikan orang-orang berkostum, tapi nyatanya terdapat kisah kompleks nan emosional khususnya tentang persahabatan dan keluarga, dua hal yang mendominasi story arc tokoh-tokohnya. Berakhir sebagai suguhan paling menguras perasaan dari MCU, untungnya Civil War tetap ingat membuat penonton tertawa lewat sentuhan komedi segar. Inilah bukti bahwa film superhero tetap bisa menyinggung kisah serius cenderung kelam tanpa harus malu menyuntikkan semangat bersenang-senang. Semakin bertambah kepuasan saya tatkala Russo Brothers secara jenius mentranslasikan berbagai panel ikonik dari komik ke dalam rangkaian adegan di layar. Filled with joy and tears, 'Captain America: Civil War' is monumental, not only for Marvel, but also superhero movie in general. So, tell me DC, do you bleed?

*Ada 2 credit scene, satu di pertengahan dan satu lagi di akhir kredit. Jadi jangan buru-buru beranjak.


Ticket Powered by: ID Film Critics

27 komentar :

Comment Page:
Hizkia Yosurandri mengatakan...

So tell me DC, do you bleed? Yes we will! I am a DC fanboy. Tp gw sangat kecewa. Entah krn Warner Brothers atau si Snyder dengan apa yg mereka perbuat terhadap BvS.

Yanuar Prastito mengatakan...

ga ngasih bintang 5 mas?

Angga Saputra mengatakan...

mantap bintang 4,5 bakal nyerbu bioskop juga ni penasaran coy...hehehe :)

Rasyidharry mengatakan...

Gabungan keduanya, plan WB yang kacau dan Snyder yang nggak capable memperbaiki plan itu. Semoga Suicide Squad & Wonder Woman ada di jalur yang benar :)

Rasyidharry mengatakan...

Masih ada sedikit ganjalan soalnya :)

Rasyidharry mengatakan...

Yep! Memang mantap ini! haha

Mide mengatakan...

Iya, menghibur mata banget adegan di bandara itu :)) plotnya sendiri sih ya begitu2 sih. Kecewa sama blitz jadi kemungkinan mau nonton di imax klo lagi pingin x)

Rasyidharry mengatakan...

Kalo blitz SphereX paling mendingan, tapi kayaknya imax tetep pilihan terbaik :)

Beritman mengatakan...

Gilak sumpah, spiderman sungguh mencuri perhatian saya. Jadi makin ga sabar buat nunggu liat Tom Holland di filmnya sendiri. And new version of aunt May really worth to wait , heh ? :D :D

Rasyidharry mengatakan...

Yes, Civil War sukses bikin penonton nunggu standalone karakter baru (Black Panther & Spider-Man). Aunt May? Yaiyalah, hot begitu haha

Angga Saputra mengatakan...

awalnya radah bingung dgn jalan ceritanya tapi kemudian sadar bahwa tema yg di ambil tentang perbedaan pendapat dan balas dendam...saya juga penyukai pas adegan di bandara itu apa lagi ada superhiro faforid saya ikut bergabung (baca : ant man) makin suka...tapi menurut saya adegan action nya kurang di perbanyak lagi dan kurang mencapai puncak pas pertarungan terakhir mungkin harus tunggu sekuel selanjutnya..

Rasyidharry mengatakan...

Secara kuantitas emang aksi nggak seberapa, tapi untung Russos bisa maksimalin semua. Klimaksnya jelas kalah bombastis dibanding airport sequence, tapi emosinya...ya ampun haha

Andika Daffa mengatakan...

Of course Marvel win again!
Duh DC gimana nasibnya, masa harus minta tangan si Nolan lagi?

Rasyidharry mengatakan...

Wah Nolan mana mau terlibat di cinematic universe macam begini. Suicide Squad & Wonder Woman masih menjanjikan kok :)

Andika Daffa mengatakan...

Awkwkwk :) Yah ane juga masih punya harapan sebenernya, utamanya buat Suicide Squad. Please don't sucks :((

Rasyidharry mengatakan...

Oh kalau sampe sucks, bubarkan saja itu semua

Billy Simamora mengatakan...

Yupp,lewat film ini membuktikan Marvel masih menang telak dari DC,setidaknya hingga saat ini.. Ironman,Antman,and Spidey buat suasana jadi makin seru :)Adegan di bagian akhir emang emosional banget.. Tapi ending-nya dibuat 'gantung' (karena kayaknya bakal ada sekuel lainnya),, udh lumayan lelah aja lihat film yang endingnya kayak gini.. Tapi tetep aja keren kok.. Btw Aunt May nya kok jadi lebih muda yaa? Apa film Spiderman berikutnya bakal berbeda dari versi sebelumnya?

Rasyidharry mengatakan...

Well, bukan kayaknya sih, semacam set-up buat 'Avengers: Infinity War' juga. 'Spider-Man: Homecoming' tahun 2017 besok kan emang beda (another reboot) :)

Billy Simamora mengatakan...

Ooh pantas.. Jadi menurut bang Rasyid ini the best superhero movie? Lebih bagus dari The Dark Knight bang??

*btw suka Oasis yaa bang?* :)

Rasyidharry mengatakan...

Kalau itu sih nggak, trilogi TDK-nya Nolan masih terbaik.
Haha yes, I love Oasis

Cream Pembesar Payudara Herbal mengatakan...

filmnya bagus, flashback dan salah pahamnya bikin mikir. vitamin rambut kering

Erry Praditya mengatakan...

Keren sih adegan action nya. Tp satu hal yg aneh mereka berantem cuma karena lindungi Bucky.

Rasyidharry mengatakan...

Nope, it's more than just about Bucky :)

Rudi Pambudi mengatakan...

Nemu review ini di facebook :

"I just don't understand why so much people become so critical and skeptical about DC movies, then become so tolerant about Marvel movies. I mean, they criticize many things in BvS that doesn't make sense, but they tolerate a bunch of stupid things in Civil War. They pretend to be so smart while watching DC movies but pretend to be extremely stupid while watching Marvel movies.

Just if they are being fair about these DC-Marvel movies, they would see the fact that Civil War has more doesn't make sense things than BvS ever was. But they don't realize about that fact because their hatred to DC make them blind. Let's see, the real problem of BvS are just the incoherent scenes and stupid Martha scene, the first problem was solved in Ultimate Edition, so the actual problem of BvS is just the Martha Scene, meanwhile almost all scenes in Civil War are stupid and doesn't make sense.

First, 5 vs 5 is too small to be called as a war, for me it's just another fight with stupid reasons. Stupid reasons? Yes, something that sparked the "war" was not a superpower alien that come from the sky and makes people paranoid, afraid, and going mad. No. The war is happened just because a stubborn vigilante with no superpower who don't want to sign the regulation paper because he thinks he was above the law, other reasons of the war was some family problems, friendship, other things that not principal, and some superheroes who don't have a job so they join the war with no reason.

Use your brain dude, why didn't Cap just sign that paper? He wasn't a god or superpower alien, he is even not a cop. If Superman is there, I think Superman would sign that paper because he thinks that he wasn't a god! So why the stupid vigilante with USA flag on his costume don't want to sign that paper for the good of his country? He should be ashamed of the costume he wore. Then, why Tony Stark hire a very young kid to join the war? And why did the kid is agree to join the war without any ideological standing? He joins the war just because a billionaire hire him? What?! Then why so Ant-Man joins the war? Just because he has no other work to do? No reason at all! He just joins the war and pick a side without any ideological standing.

Then, the war itself. The war between superheroes should be a nightmare. Superheroes fight each other, hell that's must be a scariest and darkest thing ever was. Batman-vs-Superman fight scene in BvS gaves me goosebumps, it was extremely thrilling and particularly scary, maybe that is the most horrific scene in superhero movies history. But look at "the rainbow war" in Civil War with all of those jokes and smiles, that is the most stupid thing I've ever seen, hell that is not a nightmare, that is a circus! I just think what the hell they are doing? Try to kill each other with jokes and smiles? So much joy in it, no hatred, no anger, there are just have fun! Extremely doesn't make sense, much more "what the fuck" than Martha scene. I always ask to myself, is that a training or a real war? It's really confused. When any war movies try to makes a war looks as scary as possible to avoids a real war in our real world (an anti-war campaign), Civil War makes a war looks like something fun. It was an extreme insult to the real american civil war and other war that ever happened on this planet."

Rudi Pambudi mengatakan...

Ane juga baru sadar hal-hal tsb. Ada benrnya juga. Menurut ane sih BvS sama Civil War sama-sama bagus, ane juga ga ngerti kenapa orang-orang sampe sebegitu bencinya sama BvS dengan alasan "banyak hal ga masuk akal" di film itu. Padahal namanya juga film ya ga mungkin 100% masuk akal, Civil War juga ga masuk akal, James Bond juga ga masuk akal, The Dark Knight juga sebagai film superhero yang katanya terbaik banyak hal yang ga masuk akalnya juga. Kadang-kadang lebih ga masuk akal dari BvS. Menurut ane satu-satunya hal yang bikin orang benci BvS itu karena alur ceritanya ngebosenin dan ngebingungin, kurang menghibur aja. Hal lain kemudian jadi sasaran kritik sbg kambing hitam. Kalo dari sisi ini, padahal film macam The Godfather, Usual Suspect, ato Apocalypse Now juga sama-sama ngebosenin dan kurang menghibur buat sebagian orang. Jadi ane ga begitu paham masalahnya dimana. Di luar semua itu, menurut ane berlebihan ngasih poin 20/100 buat BvS. Poin 75/100 sebenernya lebih pantas diberikan buat film itu karena keseluruhan ceritanya sebenernya cukup keren dan banyak menyajikan terobosan baru utk sebuah film superhero.

Luis Yoyo mengatakan...

civil war itu aneh bgt ceritanya, kalo di bvs, ane cuma bilang WTF sekali aja pas adegan Martha, tapi di Civil War, hampir separuh terakhir film ane bilang WTF WTF WTF haha walau konyol, civil war ini emang seru bgt dan menghibur

Iftikar Mukti mengatakan...

Suicide Squad pun ambruk total..
haha