PACARKU ANAK KORUPTOR (2016)

21 komentar
Menurut saya modal terpenting seorang sutradara bukanlah pemahaman teknis melainkan visi guna menentukan pengadeganan, perjalanan alur, penyampaian pesan, tone penceritaan dan masih banyak lagi. Ketidakjelasan visi dapat berujung kekacauan akibat tidak tentunya arah suatu film. Menjadi bertambah parah apabila sutradara turut gagal menentukan tujuannya, apakah ingin membuat film atau iklan layanan masyarakat versi extended. Pacarku Anak Koruptor sukses melemparkan setumpuk tanda tanya di otak saya. Apakah genre-nya romansa, satir, musikal, thriller politik atau komedi bodoh? Pertanyaan lebih mendasar, apakah ini film sungguhan atau kampanye anti korupsi berkedok film? Apapun sejatinya pilihan Sys NS (sutradara dan penulis naskah), penonton hanya akan dihadapkan pada berondongan keburukan demi keburukan.

Karakter utamanya adalah Sayanda (Jessica Mila), aktivis sekaligus ketua GANK (Gerakan Anti Narkoba & Korupsi). Sayanda beserta anggota GANK lain tengah mengusut kasus korupsi yang melibatkan pebisnis bernama Maruk Bangetan (Ray Sahetapy), di mana sejauh ini Maruk selalu berhasil lolos dari jerat hukum berkat kekuatan uang miliknya. Ironisnya, saat itu Sayanda tengah menjalin hubungan asmara dengan Gerhana (Sabda Ahessa), putera Maruk Bangetan. Mengetahui hubungan mereka berdua, Maruk menolak tinggal diam dan mengerahkan segala cara bukan hanya untuk menghancurkan percintaan Sayanda dan Gerhana, tapi juga demi menghentikan pergerakan GANK yang membahayakan aksi korupsinya.
Pacarku Anak Koruptor merupakan adaptasi pertunjukkan pop opera berjudul Kisah Cinta Anak Koruptor dan Pacarnya  dipentaskan tahun 2011  hasil karya Sys NS. Sebuah drama panggung wajar memiliki "kenakalan aneh" termasuk dalam penamaan karakter, sebut saja Maruk Bangetan sampai nama-nama geng seperti Blujin Belel, Selendank, hingga Cepak Ngehek. Kesan slengean begitu jamak ditemui di atas panggung, terlebih jika kisahnya punya unsur satir atau surealis, namun beda kasus begitu diapklikasikan ke media film apalagi dengan penggarapan realis. Berawal dari sinilah kebingungan saya terhadap arah film bermula.

Awalnya Pacarku Anak Koruptor bagai satir berisi tokoh-tokoh komikal yang bertujuan sebagai sindiran, lalu kisah bergerak menuju romansa "beda dunia", political thriller kelam dipenuhi kematian serta permainan kotor pejabat negara, sampai berujung musikal. Meleburkan banyak genre sah-sah saja, bahkan bisa berujung sajian hybrid cerdas, tapi film ini bukan termasuk golongan tersebut. Alasannya sederhana, masing-masing bentuk di atas jangankan bagus, memenuhi ukuran standar pun gagal. Sebagai satir, komedinya terlalu bodoh dan urung menyindir. Paparan romansa juga hambar karena minimnya kemunculan momen Sayanda dan Gerhana memadu kasih. Mengusung judul yang kental nuansa romansa, aneh ketika aspek itu justru kemunculannya minim. Namun unsur paling menggelikan adalah musikal. Penggarapannya amat cringeworthy saat transisi kasar adegan, akting buruk, koreografi asal, sampai lirik menggelikan bersatu. Saya tantang anda tidak tertawa menyaksikan barter nyanyian antara Gerhana dan sang ayah di penghujung film. 
Bertebarannya kekonyolan menguatkan inkonsistensi tone akibat jamaknya kehadiran unintentionally funny moments. Andai momen-momen itu sekalian dikemas komedik, mungkin hasilnya justru menghibur, tapi jelas Sys NS memaksakan suasana serius cenderung dramatis. Inkonsistensi turut hadir pada naskah yang sesekali berusaha terdengar puitis lewat pemakaian rima serta diksi "berat" namun di kesempatan lain sering memakai bahasa "ringan". Seolah belum cukup lucu, acapkali karakternya melontarkan dialog bak tengah berorasi di tengah demonstrasi hanya saja tanpa semangat membara. Momen "orasi" tersebut tak lain usaha Sys NS meneriakkan anti korupsi yang terlampau gamblang dan repetitif  kalimat "Aku memang cinta mati sama kamu, tapi sumpah mati aku jauh lebih cinta sama negeri ini" diulang tiga kali  membuat saya ingin berujar "I got it already, stop the preaching and let's move on!"

Pacarku Anak Koruptor tiba di titik nadir kala aspek teknisnya digarap amatiran. Seringkali gambarnya buram plus suaranya tidak jernih. Bahkan di adegan perlombaan menari  dengan alasan penyelenggaraan konyol  suara sempat menghilang, sehingga penonton hanya disuguhi gambar bisu. Perlukah saya sebut juga penempatan properti botol minuman sebagai "iklan" yang posisinya selalu sama meski hari telah berganti? Intinya, Pacarku Anak Koruptor adalah contoh nihilnya visi artistik seorang sutradara, karena satu-satunya visi Sys NS hanya melontarkan pesan anti korupsi secara (kelewat) gamblang nan berulang. Padahal target penonton film bertema seperti ini tentunya golongan intelektual, orang cerdas yang tidak suka dijejali pesan-pesan menggurui apalagi lewat film berkualitas rendah. Sedih rasanya mendapati nama-nama besar macam Ray Sahetapy, Roy Marten, Jajang C. Noer dan lain sebagainya ikut terlibat. 'Pacarku Anak Koruptor' isn't a real movie, it's an extended public service advertisement. A terrible one. So far, this is the worst Indonesian movie of 2016.


Ticket Powered by: Bookmyshow ID

21 komentar :

  1. Waktu nonton warcraft ada trailer film ini. Dari trailer udah tau kualitas filmnya.................................................................

    BalasHapus
    Balasan
    1. Posternya aja sudah menjelaskan :D

      Hapus
    2. posternya aja keliatan ngiklan
      kutukupret emang
      mending film ini diputer buat ditonton para tersangka korupsi, biar mereka tersiksa selama durasi film, hahaha(tertawa jahat)

      Hapus
    3. Setiap hari nonton ini mungkin bakal gila

      Hapus
  2. sudah 3 film dapat rating sampah :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak pernah menyangka bakal sebanyak ini

      Hapus
  3. Ah damn, trash + film indo lagi :((
    Posternya bagus banget jirr :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus banget, sampe ada yang kelipet gitu

      Hapus
  4. Bukan kelipet. Kesobek... lem nya kualitas kurang bagus

    BalasHapus
  5. Nekad amat Bang, nonton ini film :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gimana lagi, tugasnya begitu haha

      Hapus
  6. Setelah film my stupid boss dan aisyah dapat rating bagus lah kok dirusak sama 2 film indonesia yang malah tidak berarting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada ratingnya kok cuman 0 hahaha

      Hapus
  7. Film ini jg ada keterlibatan Baginda Nayato loh mas, sebagai produser dan DOP di film itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, tapi mau sebut nama baginda di sini takut kualat

      Hapus
  8. Dengan melihat Cast utama nya saja sdh Pisimis akan jelek film nah hasilnya benar2 jelek..

    BalasHapus
  9. Haha gile lu ndro film dengan sponsor terbanyak loe kasih rating 0 ? XD. Nnton game of thrones aja min , tuh TV serial lebih NYESELIN drpd film kya gni. Gw jamin deh GoT bikin loe geleng2 kepala.Btw plotnya GoT itu loh , gw jamin loe bakal suka :D hehe malah promosi

    BalasHapus
  10. sutradara Sys NS kan bukannya yg biasa bikin film horror ya? bukannya ngejek sih, tapi mgkin spesialis dia biasanya yang di film2 horror, jadinya agak gimana gitu pas bikin film romance.

    cuma pgn komentar, saya sebenernya dari pertama liat promosinya yg dilakukan si ceweknya itu aja kyk ngerasa ini film kok judulnya kyk FTV, kayak kurang "mengundang". Terus liat trailernya kok si ceweknya itu jg ngomongnya semacam alay gitu sih? "Cinta adalah hembsan hati, yang tak bisa dilihat oleh mata?" tapi mgkin ini cm perasaan saya aja ya.

    jujur saya blm nonton ya, dugaan saya bapaknya masuk ke sel, tapi apa anaknya dikomporin sama ceweknya itu "saya cumpah mati lebih cinta sama negeri ini" apa nggak marah? namanya anak kagak mungkin ga berontak kl ada org tuanya masuk tahanan, apalagi bapaknya sendiri. tapi kok di trailer anaknya ini cuma senyum ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sys NS sebagai sutradara sebelum ini baru bikin 'Salah Bodi', sebelumnya as we know beliau kan politikus.

      Haha ngomongin logic film ini memang memusingkan kok

      Hapus
  11. Duh gila ngeliat posternya aja udah pusing.

    BalasHapus
  12. ya tuhan, bunuhlah sutradara 2 indo yg bodoh agar tdk ada lg film2 bodoh yg mmalukan indonesia trcinta ini. saya tdk prlu mnyebutkan namanya krn ENGKAU tntunya maha mngetahui. bgitu pula sinetron pmbodohan masyakat yg ditayangkan di RCTI, SCTV, ANTV, MNC, sebagian TRANS TV serta acara2 konyol nggak jelas dan pnuh tipuan sok reality agar mereka smua dihilangkan dr layar kaca, niscaya indonesia bakal maju n orangnya tdk goblok lg. sekian doa ku tuhan, dari hambamu yg brpikirab trbuka.

    BalasHapus