ANTWONE FISHER (2002)

Tidak ada komentar

Sebenernya film ini gak termasuk daftar yang mau saya tonton pada awalnya. Tapi karena denger rekomendasi kalo film ini mengandung muatan psikologi, sebagai calon mahasiswa psikologi saya tertarik buat nonton nih film. Toh dilihat dari castnya ada nama Denzel Washington yang udah teruji kapasitasnya. Dan si Denzel ini juga jadi sutadara film ini. Ini adalah debutnya sebagai sutradara. Film ini sendiri diangkat dari kisah nyata Antwone Fisher, seorang angkatan laut yang punya masalah dengan emosi. Dia sangat tidak bisa menahan luapan emosinya, sehingga dia kerap kali terlibat keributan dan perkelahian. Perangainya membuat Antwone dikirim ke psikiater, Jerome Davenport (Denzel Washington).

Awalnya Antwone menolak bercerita kepada Jerome. Tapi setelah berminggu-minggu dia akhirnya cerita juga tentang masa lalunya yang kelam dan penuh penyiksaan khususnya dari sang ibu tiri. Ayah kandungnya meninggal 2 bulan sebelum kelahirannya. Sedangkan sang ibu melahirkannya di penjara wanita dan tidak pernah menemui Antwone. Sering bercerita membuat Antwone dan Jerome yang notabene juga adalah atasannya menjadi dekat dan layaknya sahabat. Sebagai psikiater, Jerome sendiri bukannya tanpa masalah.


Ketidaksanggupan mendapat anak, membuat rumah tangganya dengan sang istri mulai goyah. Antwone sendiri cukup dekat dengan gadis bernama Cheryl. Bagaimana kelanjutan hidup Antwone? Apakah dia bisa bertemu keluarganya kembali.

Awalnya saya merasa kecewa dengan film ini. Karena unsur psikologi dalam film ini ternyata cuma tempelan yang gak terlalu dominan. Oke, separuh lebih film ini berisi Antwone sedang diterapi oleh Jerome, tapi saya kira akan ada sebuah teknik psikologis sendiri yang akan diperlihatkan sang psikiater. Nyatanya yang saya lihat cuma sekedar seorang psikiater memberi sebuah advice yang emang cukup berharga untuk direnungkan, tapi rasanya kurang kental unsur ilmu psikologisnya. Untungnya itu bisa ditutupi oleh drama yang terjalin dengan baik. Hubungan antara sang psikiater dan pasiennya sangat saya suka. Kedekatan yang akrab terlihat sekali membuat Antwone yang emosional menjadi lebih dewasa. Mungkin disitulah letak unsur psikologis utamanya berada. Dialog yang disajikan juga tidaklah membosankan dan cukup bisa dijadikan bahan renungan. Dan untuk endingnya emang saya akui cukup menyentuh.

RATING: 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar