CONFESSIONS (KOKUHAKU)

3 komentar

Saya tidak bisa tidak membandingkan film ini dengan pemenang "Best Foreign Language Film" di Oscar 2011 lalau, yakni "In A Better World". Keduanya sama-sama berpusat pada tema balas dendam yang dilakukan tokoh utamanya. Tapi film ini "hanya" berhasil sampai 9 besar alias January Shortlist. Padahal buat saya "Confessions" masih lebih baik daripada "In A Better World" Hal yang membuktikan juri Oscar lebih suka film yang positif dan cerah. Bahkan film tearjerker-pun harus ditampilkan dengan positif dan cerah untuk memenangkan hati juri Oscar (ingat Departure?) Sedangkan film ini lebih terasa gelap dan depresif yang sepertinya sulit mendapat hati para juri Oscar. Film yang memiliki judul asli "Kokuhaku" ini mengetengahkan kisah balas dendam seorang guru wanita yang "menghukum" 2 orang muridnya yang telah menyebabkan kematian putri tunggal sang guru.

Yuko Moriguchi (Takako Matsu) sedang berbicara di depan kelasnya dimana sebagian besar muridnya tidak mendengarkan dan hanya bermain dan ribut sendiri sambil meminum susu kotak yang dibagikan oleh gurunya. Tapi seketika mereka terdiam saat mendengar pengakuan Yuko. Dia bercerita mengenai putrinya yang ditemukan tewas di kolam sekolah. Polisi mengatakan sang putri meninggal karena kecelakaan dan tenggelam. Tapi Yuko berkata dia mengetahui bahwa putrinya sesungguhnya mati karena dibunuh oleh 2 orang murid dalam kelas tersebut. Yuko memilih tidak menyebutkan secara gamblang siapa nama mereka tapi mulai sedikit demi sedikit membeberkan fakta yang perlahan membuat murid yang lain mengetahui siapa pelakunya. Dan diakhir pengakuannya Yuko memberikan satu fakta yang sangat mengejutkan khususnya bagi 2 orang pelaku itu. Ternyata Yuko bermaksud menghukum mereka berdua dengan caranya sendiri supaya kedua muridnya tersebut lebih menghargai makna hidup.



Tetsuya Nakashima memberikan sentuhan unik dalam penyajian filmnya. Banyaknya adegan slow motion jadi salah satu keunikannya. Kalo Zack Snyder menyajikan slow motion untuk mendramatisir dan membuat adegan action jadi lebih seru, Nakashima dengan slow motion yang banyak dia umbar membuat sisi emosi "Confessions" menjadi lebih tinggi dan dramatis. Hal itu juga makin mempertegas nuansa kelam yang ditampilkan disini. Keunikan lainnya adalah dari sisi penceritaan yang memakai sudut pandang pengakuan beberapa karakternya. Hal itu yang akhirnya menciptakan twist tersendiri. Jadi diawal kita disajikan sudut pandang Yuko yang akan dengan mudah membuat kita mengatakan 2 murid tersebut bersalah dan memang patut dihukum. Tapi begitu cerita disajikan dari sudut pandang karakter lain cara pikir kita akan berubah. Intinya film ini mencoba mengajak kita untuk bisa berpikir lebih objektif dan luas lagi dan tidak men-judge susuatu atau seseorang dari sudut pandang kita saja dan sudut pandang yang sempit tapi juga harus belajar memandang masalah dari berbagai sudut pandang termasuk sudut pandang orang lain.

Twist dan kejutan yang bertebaran memang jadi kekuatan utama film ini untuk terus membuat penontonnya terikat dengan cerita yang ada. Twist yang ada tidak hanya mengejutkan tapi juga seringkali membuat miris dan begitu depresif. Akting para pemainnya juga cukup baik. Saya seringkali merasa tidak cocok dengan akting para aktor dan aktris Jepang yang menurut saya agak berlebihan dan kurang nyaman diikuti. Aktris Jepang yang bagi saya menyuguhkan akting terbaik sampai saat ini yang pernah saya lihat adalah Rinko Kikuchi dalam film "Babel". Tapi di "Confessions" mayoritas pemainnya berakting pas pada porsinya. Dan Takako Matsu adalah yang terbaik buat saya. Sosoknya yang dingin memang memberikan kengerian tersendiri. Tapi Yukito Nishi dan Kaoru Fujiwara sebagai 2 siswa tersangka yang menderita juga tidak kalah bagus.

Manakah hal yang benar? Apakah balas dendam itu patut dibenarkan? Dan bila balas dendam memang harus dilakukan apakah sang pembalas "boleh" untuk membalas dengan lebih kejam dari yang dilakukan oleh sang korban balas dendam? Berbagai pertanyaan mengenai hubungan sosial tersebut akan menghiasa pikiran kita selama dan setelah menonton film yang memenangkan 4 penghargaan di "Japanese Academy Prize 2011" ini. Dan buat saya film ini masih lebih baik dari "In A Better World" yang menang Oscar dan Golden Globe.


OVERALL: Sebuah film yang gelap dan depresif yang dihadirkan dengan begitu indah dan penuh dengan nilai-nilai kehidupan benar salah yang sengaja dikaburkan sekaligus dihiasi banyak twist didalamnya.

RATING:

3 komentar :

Comment Page:
L mengatakan...

keren

Alvi Fadhollah mengatakan...

Menurut agan, apakah bom di akhri certa benaran meledak atau itu hanya trik dari Moriguchi aja?

Rasyidharry mengatakan...

Menurut saya sih emang beneran dipasang di kantor ibunya. Omongan "just kidding" dari Moriguchi itu merujuk ke redemption-nya si Shuya, bukan ke bomnya :)