NO STRINGS ATTACHED (2011)

2 komentar

Saya bosan dengan pemilihan film Ashton Kutcher sebagaimana saya bosan dengan Jennifer Aniston. Keduanya sama-sama terjebak di karakter yang itu-itu saja dan berputar di genre komedi romantis. Saya sudah melewatkan film-film Aniston, dan saya juga sepertinya akan melakukan hal yang sama pada film Kutcher. Tapi untuk film ini saya putuskan menonton tidak lain karena faktor Natalie Portman. Totalitasnya dalam berakting dan tentunya dukungan wajah cantiknya (yang buat saya bukan cantik menipu tapi cantik alami) adalah modal yang sangat penting baginya dan hal yang membuat saya menjadi fans seorang Natalie Portman. Disutradarai juga oleh Ivan Reitman yang sudah berpengalaman menyutradarai film komedi romantis, dan ditambah tema seks didalamnya, film ini sebenarnya cukup berpotensi menjadi komedi romantis yang beda dan lebih baik dari film kebanyakan.

Adam (Ashton Kutcher) dan Emma (Natalie Portman) sebenarnya bukan termasuk teman dekat walaupun sudah saling mengenal sejak kecil. Tapi keduanya terus menerus bertemu secara tidak sengaja dalam beberapa tahun terakhir. Adam sendiri adalah seorang asisten di sebuah acara serial televisi (macam HSM) sedangkan Emma adalah seorang dokter. Suatu hari Adam yang berkunjung kerumah ayahnya yang merupakan bintang serial TV terkenal, Alvin (Kevin Kline) dikagetkan dengan fakta ayahnya sekarang berpacaran dan tentunya berhubungan seks dengan mantan pacar Adam dulu, Vanessa (Ophelia Lovibond).
Atas saran teman-temannya, Adam memutuskan mencari seorang wanita yang bisa diajak berhubungan seks untuk melampiaskan amarahnya pada sang ayah. Dalam kondisi mabuk dan telanjang Adam sampai di rumah Emma dan teman-temannya sesama dokter. Akhirnya mulai saat itu Adam dan Emma memutuskan berhubungan sebagai "sex friends" dimana keduanya hanya sebatas teman yang berhubungan seks dan tidak lebih. Tapi seperti layaknya film romcom yang lain perasaan cinta diantara keduanya mulai tumbuh dan menimbulkan dilema.

Sekilas film ini mengingatkan saya pada "Love & Other Drugs" dimana kedua tokoh utama film tersebut pada awalnya hanya menjadi sex friends dan tidak ingin menjalin hubungan lebih. Lalu tokoh pria mulai merasakan benih cinta tumbuh dan tokoh wanitanya masih menolak perasaan itu pada awalnya tapi lama kelamaan juga menyadari bahwa dia mempunyai perasaan yang sama. Tapi kelebihan "Love & Other Drugs" adalah walaupun plot yang ditampilkan masih standar romcom tapi disana sedikit diselipkan cerita mengenai persaingan didunia jual beli obat dan pengembangan viagra. Sedangkan di film ini plot yang ada mayoritas tetap berputar pada hubungan kedua tokoh utamanya. Kekurangan yang sering ada pada film komedi romantis adalah banyaknya adegan nanggung baik yang ingin dibuat romantis, lucu atau menyentuh. Film ini setidaknya punya beberapa adegan yang berhasil. Tapi sayangnya keberhasilan itu tidak konsisten. Kadang berhasil tapi tidak jarang pula garing dan nanggung.

Lalu di "Love & Other Drugs" Jake Gyllenhaal dan Anne Hathaway sama-sama menampilkan akting yang memuaskan. Jake Gyllenhaal berhasil menghidupkan karakter pria yang selain mempunyai pesona yang memang menawan tanpa harus mencoba sok cool. Sedangkan di film ini Ashton Kutcher gagal menampilkan itu. Entah karena script yang menuntut demikian atau karena memang Kutcher yang aktingnya kurang. Saya merasa banyak sekali momen yang seharusnya bisa "diangkat" olehnya dengan menampilkan emosi atau ekspresi yang lebih. Tapi karena emosi dan ekspresi yang dia tampilkan datar saja, maka adegan yang berpotensi tersebut hanya menjadi angin lalu yang membuat saya gregetan. Untung film ini punya Natalie Portman. Walaupun dia tidak menjadi sosok wanita berpenyakit layaknya Anne Hathaway tapi dia kembali menyajikan akting yang total. Melihat Nat berakting cukup gila dan tingkah polah konyol yang dia lakukan memang menjadi hiburan tersendiri. Yah, Natalie Portman adalah penyelamat terbesar film ini.

Satu hal lagi yang cukup saya suka dari film ini adalah penggambaran mengenai perasaan cinta yang dimiliki pria dan wanita. Seringkali pria menjadi "lebih romantis" daripada wanita untuk urusan memaknai perasaan dimana mereka tidak ragu untuk mengatakan "saya jatuh cinta dengan wanita itu". Sedangkan wanita akan lebih mempunyai banyak opsi atau pemikiran mengenai pria yang akan menjadi cintanya. Walaupun terkadang hal itulah yang nantinya akan membuat pria menjadi pihak yang lebih sering mengakhiri hubungan karena mereka lebih sering "terburu - buru" dalam merasakan cinta.

OVERALL: Komedi romantis yang punya potensi besar menjadi berbeda dari berbagai macam sisi. Sayangnya hampir semua potensi itu gagal dimaksimalkan walaupun performan dan kecantikan Natalie Portman memberikan hiburan tersendiri.

RATING:

2 komentar :

  1. bagus nih blognya, kalau bisa di kasih link buat donlot film nya gitu yaa hehe..

    BalasHapus
  2. Makasih.
    Wah, untuk saat ini cuman khusus buat review aja bos, tp kalo butuh link donlot saya bisa bantu cari :D

    BalasHapus