EXAM (2009)

4 komentar

Entah kenapa film ini tidak terlalu terdengar gaungnya. Distribusi film ini memang tidak terlalu luas, dan sepertinya film ini tertutup oleh sesama film British lain yaitu "Moon" yang dirilis pada tahun yang sama. Secara kebetulan "Moon" juga disutradarai oleh sutradara debutan, yaitu Duncan Jones. Jones dan sutradara "Exam", Stuart Hazeldine memang bersaing di BAFTA 2010 untuk kategori "Outstanding Debut by a British Director, Writer or Producer" dimana Duncan Jones yang menang. Padahal film "Moon" sendiri secara keseluruhan gaungnya tidaklah terlalu kencang walaupun dari segi kualitas jelas nomor wahid. Jadi bisa dibayangkan apabila pihak yang menang saja gaungnya masih kurang apalagi yang gagal menang, padahal "Exam" menawarkan premise yang tergolong unik dan menarik diikuti.

Sebuah perusahaan besar mengadakan sebuah seleksi untuk mencari calon pegawai yang dijanjikan posisi penting dan bergaji besar di perusahaan tersebut. Seleksi memasuki tahap akhir dimana tersisa 8 orang peserta. Dalam ruangan tes mereka masing - masing dihadapkan pada selembar kertas kosong. Keanehan makin bertambah saat seorang pegawai yang bertugas mengawasi ujian mengumumkan peraturan yang tidak boleh dilanggar: Dilarang merusak kertas ujian, Dilarang berbicara pada pengawas ataupun petugas keamanan yang menjaga didalam ruangan tersebut, Dilarang meninggalkan ruangan dengan alasan apapun. Apabila melanggar peserta dinyatakan gugur.


Keanehan makin terasa saat mereka tidak mendapati adanya pertanyaan untuk mereka jawab. Padahal menurut pengawas mereka harus menjawab satu pertanyaan dengan benar untuk lulus. Mereka diberikan waktu 80 menit untuk menyelesaikan pertanyaan tersebut. Ditengah kebingungan tersebut salah seorang peserta wanita memilih menulis kata-kata berupa essay dikertasnya. Yang terjadi malahan orang tersebut didiskualifikasi karena dinyatakan merusak kertas ujian. 7 peserta tersisa harus mengungkap misteri pertanyaan tersebut. Akhirnya ketujuh peserta tanpa nama itu (mereka dipanggil berdasarkan ciri fisik, seperti White, Black, Brown, Blonde, Dark, Brunette dan Deaf) memutuskan bekerja sama dan melakukan berbagai cara untuk mencari tahu apa pertanyaan yang ditujukan pada mereka.

Premis yang diberikan sangatlah menarik dan membuat penasaran. Apa sebenarnya pertanyaan yang harus dijawab? Hingga akhir film kita tidak akan diberi tahu apa itu. Penonton dibuat sama tidak tahunya dengan peserta. Stuart Hazeldine sang sutradara memang cukup pandai dalam menyimpan misteri dan menjaga rasa penasaran penonton. Hazeldine juga tidak lupa memberikan berbagai twist berkaitan dengan misteri tersebut sampai mengenai latar belakang masing-masing karakter yang ada.

Bicara masalah karakter, semua tokoh di film ini memang memiliki karakteristik yang menarik dan cukup berbeda satu sama lain. Bahkan karakter wanita China yang diperankan Gemma Chan yang hanya muncul beberapa menit juga dia tampilkan dengan maksimal dan menarik. Chris Carey sebagai penjaga yang dingin dan tidak terpengaruh dan selalu memasang muka datar dan posisi freeze patut diacungi jempol. Tapi kalau dari 8 peserta, Luke Mably sebagai White yang banyak omong tapi misterius dan sok pemimpin dan Jimi Mistry sebagai brown yang tenang dan tak kalah misterius adalah yang menjadi favorit saya. Karakterisasi menarik dan akting yang bagus membuat beberapa adegan yang hanya menampilkan dialog mereka tidak terlihat membosankan.

Walaupun begitu, "Exam" tetap tidak lolos dari beberapa kelemahan. Banyak hal yang terasa rancu, semisal bagaimana mungkin mencoret kertas dianggap merusak tapi membasahi kertas dianggap tidak merusak. Bagian ending juga kurang greget. Walaupun mengejutkan, tapi cara penyajiannya terlihat sangat biasa dan kurang greget. Penyajian yang ditampilkan juga berpotensi membuat banyak orang masih kurang mengerti bagaimana konklusi film ini.

OVERALL: Thriller psikologis yang menarik diikuti dan menyajikan berbagai kejutan yang disimpan rapi dan diisi berbagai macam karakter yang cukup menarik.

RATING:

4 komentar :

  1. gw paling suka pas White(kalo gasalah ya) basahin kertas salah satu perempuan. itu keren banget. konsep nya oke cerita yang tidak mudah ditebak.

    BalasHapus
  2. "Banyak hal yang terasa rancu, semisal bagaimana mungkin mencoret kertas dianggap merusak tapi membasahi kertas dianggap tidak merusak."
    maaf kang menurut saya itu gak rancu, karena yang dimaksud merusak itu kalau kita merusak kertas punya sendiri. sedangkan si white itu kan membasahi kertas si cewek chinese bukan kertas punya dia jadi itu diperbolehkan dalam aturan kang.... tapi sip lah penilaian blognya kang :))

    BalasHapus
  3. Ini yg review aj yg ga ngerti.. Org pertanyaan nya jelas dr awal ko.. "Any question?" dn si blonde ngejawab "No".. That's the true question..

    BalasHapus
  4. Setelah menonton film ini menurut saya, pertanyaan satu dan jawaban satu itu ada di ending film yaitu "ada pertanyaan?" dan jawabannya "Tidak" kata si blonde dan sepimikiran dgn saya juga yg atas -just for freak- Good review bang :D

    BalasHapus