TUCKER & DALE VS EVIL (2010)

Tidak ada komentar

Menonton film ini kurang lebih adalah pengalaman yang sama dengan saat saya menonton "Shaun of the Dead" dulu. Jika "Shaun of the Dead" mengobrak abrik segala pakem dan formula dalam film zombie, maka "Tucker & Dale vs Evil" mengobrak abrik berbagai macam formula dasar film slasher seperi sekumpulan remaja bodoh yang tanpa tujuan jelas camping ditempat terpencil hanya untuk mabuk-mabukan dan seks, gadis pirang yang ditampilkansebagai sosok paling bodoh, dan beberapa formula klise lainnya termasuk pameran darah dan potongan tubuh manusia.

Seperti kebiasaan dalam film slasher, film ini dibuka dengan sekumpulan remaja yang berniat untuk camping ditengah hutan. Diawal saja sudah diperlihatkan walaupun mereka berlatar belakang mahasiswa, mereka adalah sekumpulan remaja yang bodoh dan bisa dibilang lebay. Lebay dan berlebihan sepertinya adalah "keutamaan" mereka. Hal itu terbukti disaat mereka semua merasa ketakutan dan paranoid disaat bertemu dengan Tucker (Alan Tudyk) dan Dale (Tyler Labine) hanya karena sosok mereka berdua yang mengerikan. Padahal Tucker dan Dale hanyalah dua orang sahabat yang lugu, dan baru saja membeli sebuah gubuk tua ditempat yang sama dengan tujuan para mahasiswa tersebut camping. Mereka berdua hanya berniat berlibur disana.
 
Kesalahpahaman kecil tersebut makin berlanjut saat Chad (Jesse Moss) menceritakan kisah legenda dihutan tersebut mengenai sekelompok mahasiswa yang dibantai oleh dua orang pembunuh berdarah dingin. Kekacauan mulai memuncak saat Allison (Katrina Bowden) yang jatuh dan tenggelam di danau ditolong oleh Dale dan dibawa ke pondok mereka. Sialnya, kawan-kawan Allison mengira Tucker dan Dale menculik temannya. Dimulailah perburuan mereka untuk "menyelamatkan" Allison yang akhirnya maklah berujung pada kesadisan berbalut kekonyolan.

Ketidaksengajaan dan kesalah pahaman adalah faktor utama yang mengelilingi dan menjadi penyebab utama kelucuan film ini. Memang kadang agak mengganggu melihat film yang berjalan didasari oleh segala ketidak sengajaan, tapi karena film ini memang dibuat untuk konyol jadi hal tersebut tidak mengganggu saya, malahan menambah keasyikkan. Selain itu, kebodohan dari dua belah pihak (Tucker & Dale dan para mahasiswa) juga jadi objek utama kekonyolan disini. Jika menyaksikannya di film slasher serius, hal-hal tersebut sudah tentu jadi bahan kritikan, tapi sekali lagi karena memang film ini ditujukan konyol, hal itu bisa dimaafkan.

Layaknya "Shaun of the Dead", film ini juga (untungnya) tidak lupa menyertakan berbagai adegan sadis yang sepertinya memang harus ada di tiap film slasher. Walaupun sadis, tapi proses yang mengiringi adegan sadis tersebut tetap saja konyol dan mengocok perut. Tidak semua lawakan di film ini ampuh buat saya, tapi setidaknya tidak ada yang garing, minimal bisa membuat senyum simpul. Yang agak mengganggu malahan bumbu romance yang diakhiri dengan terlalu biasa buat saya. Terlalu biasa untuk film yang "sinting" seperti ini. Walaupun endingnya terlalu biasa, tapi sepanjang film ini bergulir ada beberapa twist yang cukup mengejutkan sekaligus menyenangkan.


OVERALL: Bukan suguhan sempurna tapi "Tucker & Dale vs Evil" berhasil memberikan pengalaman menonton yang unik dan sangat menyenangkan.

RATING:

Tidak ada komentar :

Posting Komentar