SCHINDLER'S LIST (1993)

5 komentar
Sebagai seorang Yahudi nampaknya seorang Steven Spielberg merasa perlu untuk mengangkat tema hollocaust dalam filmnya. Setelah sebelumnya sudah sering mengangkat tema peperangan, akhirnya Spielberg dengan cukup berani mengangkat tema hollocaust dalam film ini yang nantinya akan jadi pendobrak dalam pakem pembuatan film hollocaust. Dan hasilnya adalah sebuah film yang dianggap bukan hanya sebagai salah satu karya terbaik Spielberg tapi juga salah satu yang terbaik dalam jagad perfilman sepanjang masa. Raihan 12 nomiansi Oscar dan memenangkan 7 diantaranya termasuk "Best Picture" dan "Best Director" bagi Spielberg sendiri adalah salah satu buktinya. Bujet $22 juta kembali berkali lipat saat film ini berhasil mengumpulkan total diatas $320 juta. Padahal film ini termasuk film yang "melelahkan" diikuti. Format "Schindler's List" adalah hitam-putih dan durasinya mencapai 195 menit atau lebih dari 3 jam.

Oskar Schindler (Liam Neeson) adalah pengusaha asal Jerman yang berharap bisa mendapat untung dalam bisnisnya selama perang dunia II. Saat itu Schindler menjalankan perusahaannya dengan memakai jasa para tahanan Yahudi dikarenakan biaya pembayarannya yang sangat murah. Schindler memang adalah oang yang ambisius dan nyaris rela melakukan apapun demi menegruk untung termasuk mendekati beberapa petinggi tentara Jerman atau Nazi untuk meraih kepercayaan mereka sehingga bisa memperlancar bisnisnya. Dengan bantuan Itzhak Stern (Ben Kngsley) akuntan yang juga seorang Yahudi yang pada awalnya tidak percaya dan kurang suka pada Schindler, ia mulai menjalankan bisnisnya. Tapi ternyata lama kelamaan Schindler mulai merasakan hal yang lain. Dia yang pada awalnya menolak menjadikan pabriknya sebagai penampungan kaum Yahudi mulai tergerak hatinya saat melihat kekejaman Nazi kepada orang-orang Yahudi.
Film ini begitu realistis dalam menggambarkan kondisi saat itu. Realistis dalam artian Spielberg berhasil merangkum segala aksi kekejian Nazi dengan terlihat seperti sebuah dokumenter dibandingkan film. hebatnya, dibalik itu Spielberg masih sanggup menyelipkan drmatasisasi yang nyaris tidak terlihat tapi begitu efektikf. Hal itu membuat penonton terbawa dengan sendirinya tanpa ada kesan melodrama yang terlalu berlebihan. Yang paling saya rasakan di film ini adalah: kekejaman, kekaguman, dan rasa haru. Kekejian tentara Nazi mampu ditampilkan dengan begitu baik. Sedangkan rasa kagum dan haru yang muncul lebih disebabkan perjuangan seorang Oskar Schindler dan bagaiman dia menyelamatkan ribuan orang Yahudi dengan caranya sendiri. Scoring film yang begitu bagus juga ikut menjadi faktor keberhasilan film ini mengatrol emosi penonton.

Akting kedua aktor utamanya juga luar biasa. Liam Neeson dan Ralph Fiennes (sebagai Amon Goeth) sama-sama mampu memperlihatkan perubahan sifat karakter mereka masing-masing dengan baik. Durasi panjang film ini memang sangat berguna dalam membangun karakterisasi Schindler dan Amon yang perlahan mulai mengalami perubahan kearah yang sama-sama lebih baik. Dan perubahan itu tidak terlihat maksa tapi memberikan kesan simpatik berkat akting kedua pemerannya yang sayangnya gagal mendapat Oscar walaupun berhasil masuk nominasi. Saya tidak peduli dengan anggapan film ini sebagai propaganda atau apalah, peduli setan. Karena yang saya lihat adalah sebuah karya luae biasa dan menyentuh dari Spielberg tentang kemanusiaan dan kepedulian pria yang dikenang sebagai "Pahlawan Hollocaust"

5 komentar :

  1. setuju om... sy bener2 menafikan kontroversial film ini.... sy hanya melihatnya sebagai sebuah film... dan film ini sgt keren... menurutku harusnya dia masuk label 'luar biasa' di blog ini... hehe

    BalasHapus
  2. yg dpt bintang 5 di moviefreak film apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba aja dicek di tag "luar biasa" :)

      Hapus
  3. baru nonton.. film ini bisa saja mempengaruhi kenyataan seperti apa yahudi dgn israel ny saat ini.. tapi saya melihat nya lebih polos n jernih dari sisi kemanusiaan seperti schindler.. menyelamatkan satu nyawa sama seperti menyelamatkan dunia.. overall film ini bintang lima

    BalasHapus
  4. Paling suka sama adegan Oskar menyesal karena gagal menyelamatkan seorang gadis kecil berjubah merah. Juga adegan kamera menyoroti gerakan gadis kecil tersebut menyusuri di sepanjang jalan. Dia dijadikan Point of Interest di adegan itu. Cantik!

    BalasHapus