SENNA (2011)

Tidak ada komentar

Saya bukanlah penggemar olahraga Formula One atau F-1. Hal itu jugalah yang membuat saya tidak mengenal nama Ayrton Senna yang perjalanan hidup dan karirnya ditampilkan dalam film ini. Saya memang mengenal nama-nama pembalap generasi akhir 2000an macam Michael Schumacher, Ruben Barichello, Lewis Hamilton, Fernando Alonso dan lain-lain. Tapi nama Ayrton Senna yang ngetop di akhir 80an hingga awal 90an masih asing bagi saya. Saya sendiri sudah mendengar banyak review positif terhadap film yang disutradarai oleh Asif Kapadia ini. Tapi sekali lagi karena asingnya saya terhadap tema dan sosok yang diangkat serta genre film dokumenter yang terkadang susah dicerna membuat saya agak ragu film ini mampu memukau bagi saya.
Film ini terdiri dari berbagai macam footage yang memperlihatkan naik turunnya karir seorang Ayrton Senna. Mulai disaat dia pertama meninggalkan Brazil menuju Eropa untuk berlomba Go-Kart ditahun 1984 hingga dia berhasil menjadi salah satu pembalap F-1 terbaik sepanjang masa dengan berhasil menjadi 3 kali juara di ajang bergengsi tersebut. Film ini juga tidak lupa menyoroti persaingan Senna dengan Alain Prost yang merupakan rival abadinya dimana mereka dahulu sempat menjadi rekan setim sebelum bermusuhan dan saling membenci. Selain menyoroti kehidupan Senna, film ini juga tidak ketinggalan menyinggung perihal konspirasi yang sering terjadi dalam F-1 dimana unsur politik sering turut campur tangan dalam menentukan hasil akhir. Senna sendiri sempat menjadi korban dari campur tangan tersebut.
Saya yang sama sekali belum mengenal Ayrton Senna langsung mengakui kehebatannya sebagai pembalap setelah menyaksikan film ini. Bagaimana Senna berulangkali memenangkan perlombaan dalam kondisi yang dramatis, tidak mudah dan bahkan pernah dia menjadi juara dengan kontroversial. Senna diperlihatkan juga sebagai sosok yang dipuja-puja rakyat Brazil. Senna juga digambarkan sebagai pribadi yang baik, tapi film ini tidak menggambarkannya sebagai sosok yang sempurna. Adalah sebuah keberhasilan bagi sebuah dokumenter yang mengangkat kehidupan seseorang jika film tersebut mampu membuat penonton bersimpati dan mengakui orang itu memang hebat tanpa harus melebih-lebihkan dan membuat sosok yang diangkat bagaikan setengah dewa yang sempurna.
Kelebihan lainnya yaitu bagaimana film ini mampu menyuguhkan kepada kita berbagai macam footage dari banyak sekali sudut pandang. Baik itu footage di belakang layar yang menampilkan meeting para pembalap sebelum pertandingan, berbagai macam wawancara yang dijawab tidak dengan “malu-malu” baik itu oleh Prost ataupun Senna, sampai footage dari dalam kokpit disaat Senna sedang melaju sangat cepat di lintasan. Film ini juga menyertakan sebuah rekaman dari dalam kokpit pada detik-detik terjadinya kecelakaan yang merenggut nyawa Ayrton Senna. Ending film ini sayangnya tidak terlalu emosional mengingat film ini memang tidak didramatisasi tapi cukuplah untuk dibilang menyentuh meningat saya sudah diajak mengelilingi kehidupan Senna selama lebih dari satu setengah jam dan menikmati berada disana.
Yang paling membuat film ini menarik bagi saya adalah karena saya sama sekali tidak mengetahui berbagai hasil akhir perlombaan yang dihadapi Senna. Hal itu membuat beberapa kali saya cukup terkejut dengan apa yang terjadi dalam perlombaan tersebut. Rasanya seperti sedang menonton film non-dokumenter dan disuguhi sebuah twist yang tidak saya kira sebelumnya. Singkatnya film ini bagaikan sebuah drama yang tidak hanya menghibur tapi juga cukup menegangkan dan menyentuh. Sungguh sebuah kehidupan singkat tapi penuh warna dari seorang legenda Formula One, Ayrton Senna.
RATING: 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar