CARS 2 (2011)

2 komentar
Saat mengetahui bahwa Pixar berencana merilis sekuel film "Cars" saya sedikit pesimistis mengingat film pertamanya tidak hanya menjadi film Pixar dengan keuntungan paling kecil (bukan pendapatan) tapi juga karena film tersebut jadi film Pixar dengan kualitas yang meskipun masih bisa dikategorikan menghibur tapi dibandingkan film Pixar lainnya, "Cars" adalah yang paling lemah. Hal tersebut bisa dilihat juga melalui prestasi film ini di ajang Oscar yang tidak memenangkan satupun kategori bahkan "Best Animated Film" sekalipun yang biasanya selalu diraih Pixar ("Monster, Inc." juga gagal tapi bisa dimaklumi karena dikalahkan oleh "Shrek" yang juga bagus, dan masih bisa menang di "Best Original Song"). Apakah sekuelnya ini bisa menjadi lebih baik atau kekhawatiran saya terbukti?

Film kedua ini ternyata lebih memberikan porsi kepada Mater si mobil derek karatan ketimbang untuk Lightning McQueen yang di film ini telah menjadi juara balapan Piston Cup selama 4 kali beruntun. Kali ini McQueen akan berpartisipasi pada sebuah kejuaraan balap bertitel World Grand Prix, sebuah kejuaraan yang digelar oleh Miles Axlerod yang merupakan penemu bahan bakar alternatif bernama "alinol" dan mewajibkan semua peserta lomba memakai bahan bakar tersebut. Dalam kejuaraan ini McQueen mempunyai saingan berat yaitu mobil formula one Italia bernama Francesco.

Tapi semuanya tidak berjalan lancar bagi McQueen karena untuk balapan saat ini dia terpaksa mengajak Mater yang memang selalu seenaknya sendiri dan seringkali menimbulkan masalah. Mater sendiri ternyata tidak hanya membuat masalah bagi McQueen tapi juga bagi dirinya sendiri disaat dia secara tidak sengaja ikut terlibat dengan permasalahan yang melibatkan sebuah organisasi kejahatan dengan agen rahasia bernama Finn McMissile dan agen wanita Holley Shiftwell. Mater yang sebelumnya hanya mobil derek tua yang penyok dan karatan sekarang harus menjadi seorang agen rahasia yang harus menghancurkan sebuah organisasi kejahatan yang rupanya juga berniat merusak pagelaran World Grand Prix.
Biasanya setelah menonton film-film Pixar saya akan merasa terharu, menangis atau terdiam sejenak karena ada hal yang bisa diserap untuk dijadikan bahan renungan dalam film tersebut. Tapi hal tersebut tidak terjadi setelah saya menonton 2 film "Cars". Jika diperhatikan keduanya mengangkat kisah from zero to hero yang tidak diusahakan untuk tampil lebih kecuali dari segi penggambaran karakternya dan visual memikat khas Pixar. Layaknya film pertamanya, "Cars 2" masih menghadirkan karakter-karakter yang unik. Mobil yang bisa bicara dengan desain yang lucu dan menarik masih ditampilkan disini. Penambahan tokoh-tokoh baru yang tidak kalah uniknya juga jadi kelebihan tersendiri. Bagainama dengan visualisasi dunianya? Tetap memikat dan penuh warna warni yang menghibur mata. Efek visual film ini masihlah tetap pada standard Pixar yang luar biasa.
Permasalahan film ini adalah dari kedalaman ceritanya. Sepertinya Pixar membuat film ini hanya untuk menambah pundi-pundi uang mereka dari hasil penjualan tiket 3D dan merchandise yang makin banyak karena penambahan tokoh yang juga makin banyak dalam film ini. Hal itu sangat saya yakini karena melihat cerita dalam film ini seolah tidak terlalu dipentingkan. Pixar yang biasanya tetap hadir dengan kisah yang orisinal walaupun dalam sebuah sekuel (Toy Story 2 & 3) kali ini terlihat terlalu malas untuk melakukan itu dan hanya memparodikan film-film spy macam James Bond. Tidak ada kedalaman emosi yang membuat saya tersentuh seperti biasanya. Kisahnya yang menceritakan Mater yang sebelumnya hanya bahan olok-olok menjadi seorang agen rahasia bak pahlawan benar-benar disajikan dengan dangkal (untuk ukuran Pixar) tanpa usaha membuatnya lebih berkualitas.

Tapi saya sadar bahwa tidak adil memandang film ini buruk hanya karena film ini tidak punya kualitas sebaik film Pixar lainnya. Karena sebenarnya dari segi cerita film ini masih terasa lebih baik bagi saya dibanding film animasi lainnya khususnya untuk tahun ini. Walaupun masih kalah dibandingkan "Kung Fu Panda 2" dan "Rango", tapi film ini masih lebih baik dari "Rio" yang leluconnya terasa lebih kekanakan. Memang "Cars 2" juga masih terasa kekanakan baik dari segi drama ataupun komedi, tapi masih bisa menghibur saya. "Cars 2" berhasil menggabungkan unusr balapan yang cukup seru dengan suguhan petualangan Mater sebagai mata-mata yang menarik disimak. Keduanya dipadukan dengan porsi yang seimbang dan saling bergantian. Boleh dibilang faktor itulah yang berhasil menutupi kekurangan film ini dari segi ceritanya. Paruh awal memang tidak terlalu bagus khususnya saat Mater terasa begitu menyebalkan. Tapi seiring berjalannya film Mater mulai berubah jadi karakter yang cukup menarik dan lucu.

Tidak adil jika terus menghajar "Cars 2" dengan cacian karena dianggap tidak sebaik film Pixar lainnya. Memang film ini tidak sedalam dan sebagus produksi Pixar lainnya (selain "Cars" tentunya, karena bagi saya kedua film ini setara), tapi "Cars 2" masih menjadi suguhan yang menghibur apabila ditonton dengan kondisi netral tanpa terpengaruh kritikan yang ada. Tapi memang saya harap Pixar berhenti membuat sekuel, setidaknya setelah "Monster University" yang akan rilis 2013 dimana film itu adalah prekuel dari "Monster, Inc.". Tentunya saya harap tidak ada "Toy Story 4!" Penempatan short film "Toy Story" di awal film juga jadi sebuah blunder karena penonton akan teringat dan kembali jatuh cinta dengan para mainan tersebut dan makin kurang suka dan pesimis dengan para mobil yang bisa bicara. 

2 komentar :

  1. wah pas bgt, baru mau nulis review cars2 juga! hahaha iya, cars2 ini gak sejelek yg orang2 bilang ya, lumayan menghibur

    BalasHapus
  2. Asal nggak berharap bakal kayak film Pixar lainnya sih nggak bakal kecewa nontonnya

    BalasHapus