SALO, OR THE 120 DAYS OF SODOM (1975)

13 komentar
Ketertarikan saya akan film ini bukan dikarenakan banyak yang mengatakan kualitas dari film terakhir karya Pier Paolo Pasolini ini bagus tapi lebih karena banyak yang mengatakan film ini mengandung adegan-adegan disturbing yang bahkan membuat film ini di-banned di berbagai negara. Tidak hanya itu cerita yang mengiringi film ini. Kematian tragis sang sutradara yang dibunuh beberapa hari sebelum film ini rilis juga ikut menambah sisi kontroversi dan rasa penasaran saya akan film yang ceritanya diangkat dari sebuah buku berjudul "The 120 Days of Sodom".

Saya tidak perlu panjang-panjang menuliskan sinopsis film ini karena secara keseluruhan kisah "Salo" hanyalah mengenai para penganut fasis yang kaya raya yang menyekap 9 remaja putera dan 9 remaja puteri. Dalam penyekapan disebuah rumah yang sangat besar itu, keempat penganut fasis tersebut dibantu beberapa orang pelacur senior melakukan segala bentuk penyiksaan fisik dan mental, pemerkosaan dan segala bentuk perlakuan-perlakuan tidak senonoh lainnya. Sesuai dengan apa yang dikatakan segala bentuk penyiksaan yang ditampilkan di film ini memang cukup disturbing dan tidak mudah diikuti. Tapi sebenarnya "Salo" bukanlah film paling menjijikkan sepanjang masa tapi memang salah satu yang paling "gila" saat itu (tahun 70an).
Sebenarnya film ini tetap mencoba sopan sekaligus nyeni dalam menampilkan segala adegan gila tersebut. meskipun menjijikkan tapi tidak terasa kesan murahan dalam film ini bahkan dalam adega paling menjijikkan sekalipun (makan kotoran manusia?). Ending film ini juga cukup gila dan sadis walaupun tidak ditampilkan secara gamblang layaknya torture movie yang rilis pada masa ini tapi tentunya pada masa itu adegan-adegan tersebut sudah bisa dibilang sinting.

Diluar adegan-adegan menyesakkan tersebut "Salo" bukanlah film yang bagus menurut saya. Banyak adegan-adegan yang gagal penyampaiannya dan jatuhnya membosankan dan tidak jelas. Adegan storytelling yang diulang berkali-kali juga menarik saat pertama muncul tapi begitu yang ketiga dan seterusnya jadi makin membosankan. Sebuah adegan storytelling mengenai seks yang sama sekali tidak menggairahkan. Terlalu banyak adegan-adegan yang buruk eksekusinya dan tidak jelas maksudnya. Mungkin sang sutradara bermaksud bermetafora tapi jatuhnya malah terlihat tidak rapih dan tidak enak ditonton. Hal itu amsih ditambah akting pemainnya yang kurang. Mungkin "Salo" memang menyuguhkan adegan-adegan sinting di jaman itu, tapi untuk sekarang film ini hanya "cukup gila" dan sisanya membosankan juga sangat-sangat kurang.


13 komentar :

  1. one of the most disgusting and disturbing movies i've ever watched........ nyesel nntn nya, kebayang2 mulu pas disuruh makan t*i >_<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gan Nnton gmna?? Penasaran nih pingin nonton,,, yang subtitle inggris, kalau ada sih indonesia

      Hapus
  2. Sayang aja film ini lebih dibuat nge-art, kalo aja lebih brainless pasti bakal bisa lebih sinting lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gan Nnton gmna?? Penasaran nih pingin nonton,,, yang subtitle inggris, kalau ada sih indonesia ,,, bantu gan penasaran banget nih,,,

      Hapus
  3. Anonim6:49 AM

    gila bro. kalo disuruh nonton pilm ane lebih milih nonton pilm horor hantu ama psyco maniak ketimbang nonton pilm ini.

    selain pilm salo ane juga jijik nonton srpski film 2010.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setubuh gan. pilm ini emang rusak bener.

      agan mesti nonton human centipede 1&2

      Hapus
  4. Kalo dibandingin, Srpski/serbian film jauh lebih menjijikkan dari film ini menurut gue

    BalasHapus
  5. kalo bisa di buatin subtittle indonesianya gan. Karena menurut gw tahun 70an adalah rajanya segala film yang berbau sexploitasi...

    BalasHapus
  6. Film absurd dengan banyak titik2 yg membosankan. Jijik sih tapi kurang meninggalkan kesan 'wih!' gitu. Iya betul The Serbian Film lebih to-the-point dan sisi psikologisnya dapet.

    BalasHapus
  7. Nonton filmnya gmna?? Yang subtitlenya inggris,,, indonesia kalau ada,,, penasaran nih pingin nonton,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di torrent pasti ada kok, subtitlenya di subscene aja :)

      Hapus
  8. mungkin film salo lebih mirip sama human centipede,untuk human centipede 2 alurnya gak jelas & endingnya ngegantung -__-

    BalasHapus