THE BEST EXOTIC MARIGOLD HOTEL (2012)

Tidak ada komentar
Sutradara John Madden kembali menyoroti kisah orang-orang tua setelah sebelumnya lewat The Debt ia mengangkat mengenai para agen rahasia yang sudah pensiun, kali ini ia menggabungkan aktor dan aktris British veteran dalam sebuah dramedi dengan ensemble cast yang berisi para bintang uzur. Sebuah film yang berisi perenungan dan perjalanan mencari jawaban atas permasalahan selalu menarik apalagi jika didalamnya diisi bintang-bintang macam Judi Drench, Bill Nighy, Penelope Wilton, Tom Wilkinson hingga Maggie Smith. Belum lagi masih ada tambahan bintang muda seperti Dev Patel yang angkat nama lewat Slumdog Millionaire. Berbekal cerita yang ringan namun penuh akan perenungan dan konflik batin mendalam, sutradara yang pernah membawa filmnya (Shakespeare in Love) berjaya di Oscar, serta para pemain yang berpengalaman dan sudah tidak asing dengan nominasi Oscar, The Best Exotic Marigold Hotel seolah jadi sebuah jaminan mutu yang akan mendapat tempat di ajang Oscar tahun depan. Tapi apakah itu benar?

The Best Exotic Marigold Hotel membuka ceritanya dengan membawa kita berkenalan dengan tokoh-tokoh yang ada mulai dari Evelyn (Judi Drench) yang baru saja ditinggal mati sang suami dan harus menjual rumahnya untuk menutupi hutang yang ditinggalkan almarhum suaminya. Kemudian ada sepasang suami istri yang sudah menikah selama 39 tahun, Douglas (Bill Nighy) dan Jean (Penelope Wilton) yang sedang mengalami masalah baik dari keuangan dimana semua uang Douglas habis untuk investasi usaha bisnis internet putrinya sehingga membuat mereka tidak punya uang yang cukup untuk membeli rumah yang dianggap layak sampai kepada retaknya hubungan mereka akibat sikap Jean yang selalu berpikir negatif akan semua hal. Kemudian ada Muriel (Maggie Smith) yang dulunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga namun karena seumur hidupnya didedikasikan untuk mengurus keluarga orang lain ia sendiri tidak sempat berkeluarga dan hidup sendiri dengan harta berlimpah. Muriel adalah seorang wanita yang cukup rasis terhadap orang lain dan kini tengah bersiap menjalani operasi pinggangnya.
Lalu ada Graham (Tom Wilkinson) yang baru saja memutuskan pensiun sebagai hakim dan memutuskan mencari masa lalunya yang terlupakan. Ada juga Norman (Ronald Pickup) yang sedang mencari wanita yang akan menemaninya menghadapi masa tua. Terakhir adalah Madge (Celia Imrie) yang sudah beberapa kali mengalami kegagalan pernikahan dan merasa jengah dengan anaknya yang tidak memperbolehkannya keluar rumah padahal ia sangat ingin mencari suami lagi. Ketujuh orang tua tersebut akhirnya menemukan sebuah tempat bernama Best Exotic Marigold Hotel di Jaipur, India milik Sunny (Dev Patel) yang menjanjikan tempat tinggal yang nyaman dan damai bagi para orang tua. Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi kesana dengan tujuan masing-masing dan akhirnya justru menghadapi sebuah perjalanan dan petualangan yang diluar perkiraan mereka di India, sebuah tanah yang asing bagi kebanyakan dari mereka. Tapi tidak hanya bagi mereka karena Sunny juga mempunyai permasalahannya sendiri. Ya, Sunny juga diberikan sebuah konflik disini dan bagi saya itu tidak perlu. Pada akhirnya penambahan konflik Sunny justru mengurangi waktu untuk pemaparan konflik para orang tua yang harusnya lebih disorot. Pada konklusinya juga justru konflik Sunny yang lebih disorot dan secara keseluruhan lebih mendalam dibanding konflik tokoh yang lain.
The Best Exotic Marigold Hotel memang tidak mencoba berbeda dari drama ensemble cast yang sudah-sudah selain punya perbedaan pada rataan usia tokoh-tokohnya, namun sayangnya film ini juga punya masalah yang bisa dibilang standar dalam film yang menampilkan banyak karakter, apalagi kalau bukan masalah porsi masing-masing karakter yang tidak seimbang. Konflik yang dimiliki oleh Norman dan Madge terasa kurang mendalam dibandingkan yang lain. Seolah keduanya hanya menjadi pelengkap khususnya pada momen komedik film ini. Dari segi screen time mungkin tidak jauh tapi dari segi kedalaman kisahnya mereka berdua terasa kalah. Alangkah baiknya jika jumlah tokoh dalam film ini dikurangi, misalkan meniadakan Norman dan Madge atau yang lainnnya. Jikalau tetap memakai ketujuh-tujuhnya saya rasa konflik yang ada pada Sunny lebih baik ditiadakan saja karena justru pada akhirnya sangat disayangkan dikala konflik yang ditujukan pada Sunny menutupi kisah tokoh-tokoh lainnya, karena seharusnya film ini berfokus kepada bagaimana orang-orang tua menghadapi permasalahannya di negeri yang asing tanpa bantuan yang muda. Pada akhirnya hal ini berefek pada kurang mendalamnya keseluruhan kisah di film ini. Sangat disayangkan padahal kisah mengenai orang-orang tua bisa menjadi sebuah kisah yang sangat mendalam, menyentuh dan juga terkadang lucu seperti About Schmidt-nya Jack Nicholson. Pada akhirnya setelah film usai tidak ada perasaan spesial yang saya rasakan.

Tapi meskipun kurang mendalam harus diakui masing-masing kisah di film ini tetap menarik untuk diikuti tanpa membahas mengenai porsinya yang kurang seimbang. Meski punya banyak akar tapi tidak pernah terasa rumit. Beberapa kejutan juga tersimpan didalamnya berbarengan dengan kelucuan melihat tingkah polah orang tua yang tidak hanya bersinggungan dengan masalah yang mereka bawa dari rumah masing-masing tapi juga mengenai gegar budaya yang mereka alami di India. Apalagi tiap-tiap pemainnya mampu bermain dengan sangat baik lewat perannya masing-masing. Hal itu juga didukung oleh karakterisasinya yang termasuk kuat untuk ukuran film dramedi. Masing-masing punya ciri khas yang kuat baik itu dari segi internal maupun eksternal tokohnya. Penempatan lokasi di India juga menjadi salah satu kelebihan dan cukup menjadi alternatif dalam sinematografinya yang cukup baik menggambarkan nuansa India yang ruwet dan beberapa diantaranya terkesan kumuh. The Best Exotic Marigold Hotel seharusnya bisa lebih mendalam daripada ini, meski akhirnya sempat membeberkan beberapa problema serta dilema yang menimpa orang tua tapi semuanya dihadirkan secara kurang kuat, meski begitu film ini tetaplah suguhan yang nyaman ditonton.

RATING:

Tidak ada komentar :

Posting Komentar