JAVA HEAT (2013)

6 komentar
Sutradara Conor Allyn bisa dibilang merupakan salah satu sutradara yang paling ambisius dalam industri perfilman Indonesia beberapa tahun terakhir. Bagaimana tidak? Lihat usahanya dalam menciptakan trilogi epic dalam Merah Putih, Darah Garuda serta Hati Merdeka yang punya bujet raksasa dan kabarnya melibatkan banyak kru dari Hollywood meski pada akhirnya kurang berhasil baik secara finansial maupun kualitas. Namun satu hal yang pasti bahwa dalam merealisasikan ambisinya tersebut Conor Allyn tidak pernah melakukannya secara asal-asalan. Tentunya tidak butuh waktu lama baginya untuk menyiapkan proyek ambisius berikutnya dalam Java Heat ini. Memang kisah yang coba diangkat terasa cukup ambisius, yakni mengenai konflik agama, terorisme hingga perpaduan budaya, namun yang paling terasa sebagai bentuk kesungguhan Conor dalam membuat proyek besar tentunya adalah keterlibatan dua aktor besar Hollywood, yakni Kellan Lutz dan Mickey Rourke. Ya, ini tidak sama seperti KKD yang melontarkan omongan-omongan palsu tentang merekrut aktris besar dunia, karena dua nama diatas memang termasuk dalam jejeran aktor papan atas Hollywood khususnya Mickey Rourke yang pernah mendapat nominasi Oscar. Dengan bujet $15 juta, akankah Java Heat menjadi sebuah film aksi yang mengesankan?

Hashim (Ario Bayu) adalah anggota kesatuan Detasemen 88 yang tengah menyelidiki kasuh bom bunuh diri yang menewaskan puteri dari Sultan Jawa, Sultana (Atiqah Hasiholan). Dalam peristiwa tersebut ada seorang saksi mata bernama Jake (Kellan Lutz) yang mengaku sebagai seorang asisten dosen dari Amerika yang tengah mempelajari sejarah seni di Jawa. Tapi setelah melalui beberapa penyelidikan, Hashim menyadari bahwa Jake bukan sekedar orang asing biasa yang tidak tahu apapun. Kondisi semakin kompleks saat diketahui bahwa Achmed (Mike Muliadro) seorang pimpinan Islan garis keras bekerja sama dengan seorang teroris bernama Malik (Mickey Rourke). Sebuah sajian cerita yang sebenarnya sangat predictable dan berada di kelas yang tidak jauh beda dari film-film aksi kelas B di Hollywood. Tapi diawal saya akan membahas terlebih dahulu poin-poin yang paling digembar-gemborkan dalam Java Heat. Yang pertama jelas keterlibatan Kellan Lutz dan Mickey Rourke. Kellan Lutz tidak menampilkan kualitas akting yang berbeda dibandingkan saat bermain di Twilight Saga. Emosi dan ekspresi standar bahkan cenderung datar serta chemistry yang kurang kuat dengan Ario Bayu. Sedangkan Mickey Rourke bukan pada akting terbaiknya, namun dia sudah melakukan hal terbaik yang bisa ia lakukan dengan tokoh yang karakterisasinya terbatas. Akting Rourke bisa dibilang memang yang terbaik diantara pemain lain dalam Java Heat.

Kemudian bicara masalah bujet yang bisa dibilang cukup besar bahkan jika dibandingkan dengan film-film medioker dari Hollywood, Java Heat termasuk yang berhasil memaksimalkan dana besar tersebut. Special Effect yang dipakai bisa dibilang memuaskan. Mulai dari bagian bagu tembak hingga ledakan yang cukup banyak terasa cukup mengesankan dan lebih bagus dari mayoritas momen aksi yang ditampilkan oleh film-film Indonesia saat ini (kecuali film-film Gareth Evans tentunya). Tidak hanya itu, bicara masalah sinematografi film ini juga termasuk cukup baik khususnya dalam hal menampilkan berbagai ciri khas Indonesia. Beberapa momen seperti bagian klimaks yang tersaji di Borobudur hingga sekedar momen sederhana yang menampilkan tugu Jogja meski hanya sekilas sudah cukup untuk menghadirkan senyum di bibir saya. Meski begitu di beberapa bagian, niat baik film ini untuk memasukkan berbagai aspek kebudayaan Indonesia terasa dipaksakan untuk masuk pada momen yang kurang tepat. Saya ambil contoh penyinggungan masalah detil apa itu batik hingga kemunculan becak yang terasa agak dipaksakan. Tapi diluar itu saya cukup menyukai beberapa kemunculan ciri budaya negeri ini.
Untuk adegan aksi secara keseluruhan bagi saya cukup menghibur dan berjalan dengan tempo yang pas. Bahkan cerita yang sebenarnya begitu mudah ditebak mampu dikemas dengan cukup menghibur dan membuat saya tetap betah mengikuti film ini. Namun bicara masalah cerita tidak bisa dipungkiri lagi-lagi ada beberapa hal yang dipaksakan dan pada akhirnya berakhir konyol. Kekonyolan terjadi misalkan pada fakta bahwa sosok Sultan Jawa diperankan oleh Rudi Wowor. Saya paham maksudnya adalah untuk menggambarkan keberagaman yang ada di negeri ini, namun jika sampai menghadirkan sosok "bule" sebagai sultan di kerajaan Jawa saya rasa sudah terlalu dipaksakan. Tentu saja masih ada berbagai plot hole yang cukup konyol bertebaran di film ini. Bahkan berbagai dialog cheesy yang sebenarnya bissa jadi sebuah hiburan jika dihantarkan dengan tepat menjadi makin terasa konyol khususnya jika itu adalah porsi dialog Kellan Lutz ataupun Ario Bayu. Tapi sekali lagi jika anda memasang mindset bahwa Java Heat adalah sebuah film aksi brainless kelas B yang memang penuh dengan kekonyolan menghibur maka anda tidak akan terlalu kecewa.

Namun cukup disayangkan karena sebenarnya Java Heat punya begitu banyak potensi untuk "dipermainkan" dalam aspek ceritanya. Java Heat saya akui cukup berani dalam mengangkat isu-isu sosial dan agama khususnya mengenai terorisme, namun sebenarnya hal-hal tersebut masih bisa dieksplorasi lebih jauh lagi. Diluar itu sekali lagi masih ada beberapa hal yang dipaksakan untuk menggambarkan perbedaan kultur dan agama yang ada di Indonesia, semisal adegan memandikan orang jenazah orang Kristen dengan tata cara Islam, sampai dialog tentang agama yang seringkali terasa berlebihan dan sekali lagi dipaksakan untuk masuk. Tapi diluar itu semua film ini sudah cukup dalam menampilkan kultur dari berbagai agama yang ada di negeri ini. Java Heat memang bukan film yang bagus, tapi setidaknya sudah memberikan hal-hal yang dijanjikan seperti penampilan Mickey Rourke yang lumayan, bujet rakasasa yang dimanfaatkan untuk menggarap adegan aksi dengan cukup baik, serta tidak lupa penampilan beberapa aktor lokal macam Ario Bayu, Rio Dewanto hingga Atiqah Hasiholan yang bagi saya tidak kalah dengan Kellan Lutz bahkan beberaa diantaranya lebih baik.


6 komentar :

Comment Page:
Hawin Widyo mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hawin Widyo mengatakan...

Hai Movfreak.

Boleh tukeran link blog nggak? :)

Saya juga suka mereview film dan link blog kamu sudah saya pasang di blog saya.

hawinwidyo.blogspot.com

Rasyidharry mengatakan...

Sudah saya pasang, makasih kunjungannya bro

Hawin Widyo mengatakan...

Sama-sama bro. :D

Hari Adhari mengatakan...

Udah lama ngga kemari nih,

btw, blog ane udah ganti nama bos, tukeran link yes?

http://www.adhariview.blogspot.com/

your blog link already on mine :)

Rasyidharry mengatakan...

Siiip udah dipasang :)