Tampilkan postingan dengan label Michael Garza. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Michael Garza. Tampilkan semua postingan
SCARY STORIES TO TELL IN THE DARK (2019)
Rasyidharry
Kecuali desain monsternya, Scary Stories to Tell in the Dark—yang
mengadaptasi buku cerita anak berjudul sama karya Alvin Schwartz—hanya bakal
berakhir sebagai horor minim dampak aftertaste
signifikan andai bukan karena latar waktunya. Semua film yang memakai latar
selain masa kini wajib memperoleh manfaat berupa penguatan narasi dari pilihan
tersebut, dan itulah yang terjadi dalam kolaborasi sutradara André Øvredal (Trollhunter, The Autopsy of Jane Doe)
dengan produser sekaligus penulis cerita Guillermo del Toro ini.
Kata “dark” pada judulnya bukan berarti “malam”, melainkan hari-hari
gelap kala Perang Vietnam meletus serta pemilu Presiden 1968 di mana Richard
Nixon terpilih. Beberapa karakter tengah bersiap mendaftarkan diri terjun ke
medan perang (baca: setor nyawa), sedangkan melalui siara radio maupun
televisi, kita berkesempatan mengikuti “hitung mundur” jelang Hari-H pemilu.
Protagonis kita adalah tiga
sahabat: Stella (Zoe Colletti), Auggie (Gabriel Rush), Chuck (Austin Zajur),
ditambah seorang pemuda dari luar kota, Ramon (Michael Garza). Tepat di malam
halloween, keempatnya memasuki rumah kosong dengan kisah menyeramkan di
baliknya. Konon ada gadis bernama Sarah Bellows yang mengalami gangguan jiwa,
kemudian gantung diri selepas membantai anak-anak tetangga. Di sana mereka
menemukan buku berisa cerita-cerita horor tulisan Sarah.
Stella membawa pulang buku tersebut,
tanpa menyadari teror yang telah menanti. Buku itu dapat menulis ceritanya
sendiri. Cerita yang berubah jadi nyata, lalu merenggut satu per satu nyawa
mereka. Terselip ironi lewat fakta disturbing
bahwa biarpun terpisah belasan ribu kilometer dari garis depan peperangan,
para karakternya masih harus berhadapan dengan kematian.
Pun latar masa lalu memberi
kesempatan bagi duo penulis naskah, Dan Hageman dan Kevin Hageman, untuk
mempersulit usaha tokoh-tokohnya. Tidak ada telepon genggam atau internet,
sehingga masuk akal tatala mereka kesulitan memperingatkan datangnya bahaya yang
berujung kegagalan menyelamatkan nyawa. Seorang penonton berujar, “Kok mereka
telat terus sih?”. Film horor lain melakukan hal serupa, tapi Scary Stories to Tell in the Dark menggunakan
pendekatan logis.
Misterinya ditulis secara solid,
membawa penonton mengikuti investigasi yang dibagi rata sepanjang 108 menit
durasinya, guna menghalangi adanya kekosongan plot. Walau urung dibarengi
eksplorasi menarik atas folklor atau mitos sebagaimana bukunya, setidaknya
selalu ada fakta untuk ditebak dan permasalahan untuk dipecahkan, termasuk soal
bagaimana cara protagonisnya menyudahi teror, walau resolusi yang dipakai
meninggalkan kekecewaan akibat simplifikasi.
Bicara tentang teror, Øvredal mampu
menghantarkan beberapa crowd pleaser jump
scares dengan ketepatan timing,
meski metode pembantaiannya agak inkonsisten. Beberapa tampil brutal dan disturbing, namun lainnya terlampau
“jinak” bahkan terkesan malas, tak kuasa menebus pembangunan panjang yang
dilakukan. Tapi rasanya semua akan setuju memberikan pujian terhadap desain
monster yang merupakan kombinasi segar antara horor dengan fantasi gelap
(ingat, ada sentuhan del Toro). Secara khusus saya menyukai Jangly Man si
pemilik kemampuan unik nan mengerikan.
Sayang, intensitas klimaksnya
berantakan. Pertama, akibat campuran akting buruk Michael Garza (terlalu kaku)
dan Zoe Colletti (kerap berlebihan) dengan beberapa baris kalimat cheesy. Kedua, lemahnya pacing saat babak finalnya bergerak
bolak-balik antara kejar-kejaran bertempo cepat dan pembicaraan lambat.
Dinamikanya hancur. Dan tidak ada hal baik yang bisa diambil ketika sebuah
horor menutup kisahnya dengan obrolan hati ke hati, walaupun sang hantu (sesuai
ciri khas del Toro) merupakan sosok sedih berlatar belakang tragis.
Agustus 07, 2019
André Øvredal
,
Austin Zajur
,
Cukup
,
Dan Hageman
,
Gabriel Rush
,
Guillermo del Toro
,
horror
,
Kevin Hageman
,
Michael Garza
,
REVIEW
,
Zoe Colletti
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

