SPIDER-MAN: FAR FROM HOME (2019)

62 komentar
Di Far From Home, Spider-Man (Tom Holland) terbebani untuk membuktikan kepantasannya menyandang status keanggotaan Avengers sekaligus penerus Tony Stark (Robert Downey Jr.). Tapi ini juga film soal fase remaja Peter Parker, khususnya perihal kehidupan cintanya. Dua hal di atas terdengar berlawanan. Poin pertama berskala besar juga menuntut tanggung jawab lebih tinggi, sedangkan yang kedua lebih ringan. Hebatnya, Far From Home sanggup mencampurkannya secara seimbang.

Delapan bulan pasca peristiwa di Avengers: Endgame, dunia masih belum sepenuhnya beranjak dari duka akibat kehilangan beberapa pahlawan, temasuk Tony Stark. Bahkan adegan pembukanya lagsung menawarkan penghormatan, yang meski menggelitik, nyatanya tetap menyentuh. Peter sendiri merasa selalu melihat wajah Tony ke mana saja ia pergi. Merasa perlu rehat, Peter mengesampingkan sejenak kehidupan sebagai pahlawan super selama mengikuti karyawisata ke Eropa, memilih fokus mengejar pujaan hatinya, MJ (Zendaya).

Tentu saja masalah terus mengikuti, kali dalam bentuk monster-monster Elemental yang menebar kehancuran di berbagai belahan dunia. Tapi Elemental bukan satu-satunya figur misterius yang muncul. Berusaha melawan mereka adalah Quentin Beck alis Mysterio (Jake Gyllenhaal), pahlawan super yang mengaku berasal dari semesta lain. Mysterio datang ke semesta ini (seperti komiknya, disebut Earth-616), bersatu dengan Nick Fury (Samuel L. Jackson guna membinasakan para Elemental.

Gyllenhaal menangani perannya secara menghibur, sesekali menampilkan kesan “larger than life” tanpa perlu berlagak berlebihan. Dan kita berkesempatan menyaksikan sisi lembut nan hangat milik Jake, khususnya kala Mysterio mengambil alih peran selaku guru sekaligus mentor bagi Peter.

Tapi Mysterio seorang tak cukup, sehingga Fury merekrut Peter, yang awalnya mengelak karena: (A) Dia belum merasa mampu menangani masalah sebesar itu, ditambah keberadaan Mysterio yang menurutnya lebih dapat diandalkan; (B) Rencana mengungkapkan cinta kepada MJ juga terancam. Spider-Man: Far From Home adalah film pahlawan super di mana sang jagoan bukan cuma meragukan diri, pula kukuh menolak panggilan menyelamatkan dunia karena ia ingin mendapatkan hati seorang gadis.

Apabila terdengar kurang heroik, wajar saja, sebab itulah yang remaja akan lakukan. Naskah buatan duet Erik Sommers dan Chris McKenna (Ant-Man and the Wasp, Jumanji: Welcome to the Jungle, The Lego Batman Movie) bertindak selaku pondasi yang solid, tapi keberhasilan Zendaya dan Tom Holland menghidupkan kecanggungan manis di antara Peter dan MJ adalah alasan terbesar yang menjadikan romansanya bekerja dengan baik.

Terdapat twist sebagai titik balik arah penceritaan. Keberadaannya tak mengejutkan jika anda mengenal lore Spider-Man, tapi tugas utamanya adalah membuka jalan untuk kejutan-kejutan lain. Bahkan dua credits scene-nya menyimpan daya kejut tinggi. Urusan menghibur, Far From Home memang peningkatan pesat dibanding Homecoming. Humornya masih cukup jenaka, sedangkan adegan aksinya (salah satu kelemahan Homecoming) tampil bertenaga, kreatif, dibarengi ragam variasi musik buatan Michael Giacchino (Up, Jurassic World, Spider-Man: Homecoming).

Salah satu sekuen aksinya menandingi suasana trippy milik Ant-Man dan Doctor Strange, yang membuktikan sempurnanya pemilihan antagonis film ini. Dia mempunyai kemampuan mengerikan (anggota Avengers siapa pun bakal kewalahan), pun memfasilitasi sang sutradara, Jon Watts (Cop Car, Spider-Man: Homecoming), membangun pertunjukan penuh kekayaan visual sekaligus jadi musuh yang cocok untuk Spidey hadapi di fase kehidupannya saat ini.

Seperti tertulis di paragraf pembuka, Far From Home menghadapi sukarnya menyeimbangkan dua sisi heroisme Peter Parker. Dituntut membuktikan kepantasan disebut “The Next Tony Stark”, Spider-Man harus melawan sesuatu yang benar-enar mengancam. Tapi di sisi koin lain, Peter masih remaja. Mustahil filmnya menempatkan si manusia laba-laba di pertarungan menghentikan invasi alien seorang diri. Dan kekuatan yang dimiliki sang antagonis memiliki kapasitas merangkum kedua sisi.

Bicara mengenai Peter sebagai penerus Tony, Far From Home menjalankan tugasnya mengoper tongkat estafet sambil mempersembahkan penghormatan bagi si “genius, billionaire, playboy, philanthropist”. Jangan khawatir, sebab film ini tetap milik Peter Parker, dan berkat Tom Holland, elemen di atas terasa lengkap. Baik Tony maupun Peter menghadapi pergulatan serupa, yakni ketakutan akan ketidakmampuan melindungi sosok-sosok tercinta. Setiap pergulatan itu menghampiri, kita bisa merasakannya dari mata Holland, bahwa Peter sungguh memedulikan orang-orang di sekitarnya.

Bahkan di salah satu adegan—yang jadi momen estafet plus penghormatan paling cerdik juga emosional sepanjang film—Holland menampilkan gestur menyerupai sang mentor. Sang aktor melakukan itu tanpa merendahkan aktingnya ke arah impersonasi murahan. Dia masih Peter Parker. Peter Parker yang amat terinspirasi oleh Tony Stark. Demikian pula Spider-Man: Far From Home. Film ini membuat ketiadaan Iron Man 4 tak perlu disesali, sembari tetap menjadi film Spider-Man yang mumpuni.

62 komentar :

Comment Page:
Janus mengatakan...

Review nya bagus.. pada hal saya udh bosen sama film2 super Hero. Tadi nya ga mau nonton.

Anonim mengatakan...

Iron man 5 : far from home ((he's gone))

Unknown mengatakan...

wah bagus review nya ooh iya ini aku juga ada tulis sinopsis nya di klik aja ya langsung bagu yang maunonton spiderman far from home

agoesinema mengatakan...

Baru aja nonton, dan setuju saya pun lebih suka Far From Home dibanding Homecoming

Musuhnya pun kali ini pas

Netizen Baik Hati mengatakan...

Saya menunggu spoiler2 dari kalian yang sudah nonton....

agoesinema mengatakan...

Spoilernya adalah..... sepertinya ada adegan yg ditrailernya gak ada di film.. dah itu aja😜

Syam mengatakan...

action nya seruuu ,, dan twist nya juga oke walaw uda ketebak. Dan Zendaya nya jauh lebih cantik di banding Homecoming : ). Dan setuju dgn komen diatas ,banyak adegan yg ada di trailer malah ga muncul di film. Seperti ketika Iron Spidey dgn 4 tangan mekanis ngalahin penjahat ., pedahal keren itu : (

Tidus mengatakan...

Muhammad Faisal Aulia : koreksi kalo gw salah ya,, jadi lu (sebagai Fansboy DC plus haters MCU ), rajin mngikuti film2nya MCU cuma untuk menghujat film tsb di blog2 yg ngereview filmnya gitu ya? .... Luar biasa ...

Billy Jefferson Simamora mengatakan...

Yap, ini jauh lebih bagus dari Homecoming.. Situasi Peter remaja yg harus memilih kehidupan normal atau tanggung jawab juga sesuai.. agak gasuka ketika tau musuhnya ternyata 'cuma itu'.. Tapi gw suka sih sama film ini.. Sosok Spider Man (Tom Holland) yg awalnya menyebalkan buat gw, sekarang gw mulai simpati dan akan setuju kalo dia layak jadi 'the next tony'.. perkembangan karakter si Peter yg gw suka...

Surya AS mengatakan...

Cara nipu nya sekilas mirip film parasite eh wkwk.. Apalagi waktu adegan baca teks itu

aan mengatakan...

'James Gordon'emang ngeselin.baik di komik atau di film..hahaha.

Anonim mengatakan...

Story : cukup solid
Ekting : lumayan
Cgi : meningkat dibandingkan smhc
Mid credit : fan servis
After credit : WTFFF.....

Makin gak sabar melihat MCU kedepannya.

Anonim mengatakan...

Yapp ngerasa enjoy bgt selama nonton spiderman far from home ini humornya juga dapet. Tp saya tetep ga bisa ngelupain mas toby jd spiderman hahaha

Syahrul Tri mengatakan...

Untung masih bagus ya walaupun di tiap sekuen udh mulai gampang ditebak , spoiler * hampir sama ya di tiap film spiderman yg seri ke-2 ,MJ bakal tau identity nya parker , dan agak shock sih di revealed ke public , ga cuman temennya doang. Tp in the end saya ngrasa ya emang udah harusnya kaya gini sih topeng si spidey dibuka.

Unknown mengatakan...

Heran. Spiderman kan lemah, tapi bisa ngalahin musuhnya yang bisa di bilang OP. Dari spidermannya toby sama andrew mereka lemah semua,herannya musuh pada tumbang.

Fajar mengatakan...

Identitas rahasia spiderman diungkap. Halah...itu mungkin buat peran Skrull nanti bikin drama Spiderman dan Peter Parker bersandingan.

Ryan mengatakan...

review film anak muda palsu bang?

Rasyidharry mengatakan...

Tradisi itu mah 😂

Rasyidharry mengatakan...

Kurang bisa buktiin kapasitas personalnya nanti kalau pakai Iron Spidey 😁

Rasyidharry mengatakan...

Itulah coming of age. Remaja pasti awalnya annoying, mulai tumbuh dewasa ya mulai "bener"

Rasyidharry mengatakan...

Oo mid credit bukan cuma fan service itu. Di film ketiga bakal dapet peran signifikan pasti

Rasyidharry mengatakan...

Ini hebatnya Spider-Man dibanding hero lain yang udah recast beberapa kali. Semuanya oke, sesuai sama style & tujuan tiap film

Rasyidharry mengatakan...

Karena kalau di film pertama kecepetan, di film ketiga kelamaan. MJ emang harus tahu identitas Peter. Udah tradisi macam Uncle Ben mati 😁

Rasyidharry mengatakan...

Because Spidey is about courage, brain, and "do the right thing"

Rasyidharry mengatakan...

Nggak tertarik 😅

Anonim mengatakan...

Mid credit solusinya skruls, peter dengan kostum spider man berdampingan dengan skruls yang nyamar jadi peter :p

Fajar mengatakan...

Atau yg simpel saja. Orang lain suruh cosplay Spidey, trus Tom Holland ehem... Peter Parker berdiri di sebelahnya.

Ulik mengatakan...

Dua garis biru sama ikut aku keneraka ngak diundang premier ap

Tidus mengatakan...

Muhammad Faisal Aulia : itu bukan jawaban dari yg gw tanyakan bos... dan 1 lagi, film ambrol itu adalah,yg uda pake tokoh komik yg populer, cast ensemble yg mumpuni ,di hype sedimikian heboh, tapi hancur berantakan gara2 ceritanya ga jelas . Atau blunder CGI yg jadi olok olok orang sedunia.. #PasukanBunuhDiri #LigaKeadilan

Badminton Battlezone mengatakan...

Senengggg bgt pas liat si JK simmons balik lagi hahahaha. Ga tau kenapa dia paling pantes meranin bosnya parker.

Trus awal2 homecoming sempet kecewa cast MJ,tp setelah greatest showman dan penampilannya di homecoming,jadi suka pembawaan MJ yg baru. Goodbye MJ yg rambut merah dan feminin.

Trus castnya Jake...ternyata cocok jadi antagonis..apalagu setelah liat dia di nightcrawler

Rona Jingga mengatakan...

Review film Anak Muda Palsu dong bang

Fajar mengatakan...

Hahaha betul banget. Bahkan kostumnya Superman lebih bagus yg di serial Supergirl dengan sabuk kuning dibanding versi movie yg "blujud" mirip bugil.

Teguh Yudha Gumelar mengatakan...

Ayo berdebat
saya suka keributan di kolom komen blog ini
hahaha

Bayu mengatakan...

Nonton premiere nya dua garis biru ga mas?

Billy Jefferson Simamora mengatakan...

Btw, mau nanya nih bang..

Itu Nick Fury berarti lagi di luar angkasa kan yaa?

Trus Talos dan temennya itu kapan datang ke Bumi lagi yaa? Setting waktunya kan abis snap Thanos.. gw yg kelewatan atau memang belum dijelasin di filmnya?

Rasyidharry mengatakan...

Premier film Indonesia sering di jam kantor/molornya kelamaan. Jadi males sih

Billy Jefferson Simamora mengatakan...

Tidus: Diemin aja udah haha.. belum tentu juga dia nonton ke bioskop wkwk..

Mungkin emang ga sesuai selera dia aja kali.. positive thinking ajaa...

Rasyidharry mengatakan...

Haha that guy needs serious help

Rasyidharry mengatakan...

Nope. Jamnya nggak bersahabat. Kalau premier film lokal beneran harus lowong banget karena sering molor

Rasyidharry mengatakan...

Yoi. Nick di luar angkasa. Talos ke Bumi off screen sih. Ya let's say di antara Endgame & FFH si Nick suruh dia gantiin tugasnya sementara

nothing mengatakan...

maap oot, bang gimana pendapatnya soal cast ariel little mermaid

Unknown mengatakan...

Spiderman di mcu dapet kekuatan dari mana sih? Dan di film apa di jelasin si peter dapet kekuatannya?

aan mengatakan...

Penonton udh dianggap tau.bisa capek tiap nonton spiderman ganti cast liat digigit laba2 terus dan uncle ben meninggal mulu diulang2...

James mengatakan...

A superhero movie for post-truth society, sebuah tamparan mengasyikan bagi generasi sekarang yang mudah termakan hoax :)) terkedjoet sama mid-creditnya namun syukurnya di post-credit seakan diberi solusi buat masalah yang hadir di mid-credit

Fajar mengatakan...

Yg kurang saat mengungkap identitas Spidey, tidak menunjukkan video saat dia beraksi lalu buka topeng. Padahal aku yakin Mysterio punya rekaman itu. Kalo cuma sekedar bilang Spidey itu Peter Parker, berasa kurang greget.
Ditambah Spidey itu kostumnya full body, jadi bisa dengan mudah bercosplay ria.

Rasyidharry mengatakan...

Dengan gitu Peter jadi punya cara buat ngebantah tuduhan itu dengan logis sih (kalau mau dibantah), daripada dateng ke Doctor Strange terus minta bantuan sihir kayak di komiknya 😅

Hilman Sky mengatakan...

Apakah nanti di sekuelnya akan muncul Harry/Norman Osborn, plus Gwen Stacy?

Rasyidharry mengatakan...

Norman itu pasti. Tinggal tunggu waktu. Gwen bisa, tapi mungkin tunggu Peter masuk dunia kuliah

aan mengatakan...

Sebetulnya duluan mana ketemunya antara Gwen dan MJ?kl ini di sma ketemu MJ duluan.tp bagusnya ga usah ada Gwen deh..ngeliat meninggal lagi ntar...

Rasyidharry mengatakan...

Kalau di komik, Peter sama MJ dulu. Ketemu Gwen baru pas kuliah, mulai deket habis putus sama MJ.

Kalau ada Gwen emang mesti dimatiin sih ujungnya. Itu lumayan penting buat penokohan Peter & Green Goblin

SALEMBAY mengatakan...

.....spoiler warning...

bang itu kostum si mysterio kenapa yah ko persiapanya lama banget mesti di hydrayer dulu 😂, ane juga kaget tuh kostumnya Baju syuting yang belum pake efek CGI, marvel emang kreatif.

apakah itu termasuk salah satu cara mengurangi anggaran biaya produksi secara tidak langsung.

salut dah sama ekting si jake foker face abis.. 😂😂

Achyar Nur Sohid mengatakan...

Karena cape nya masih basah om, proses rendering ilusi nya nanti kehambat IMHO 😁

Prince Godiva mengatakan...

Kenapa MJ harus Zendaya, dia kan kulit hitam. Emma Watson lebih cocok :)

Gary Lucass mengatakan...

Beneran dah adegan pas di bar saat om gylenhaal sedikit meniru pembawaan tony stark itu ngerasa pas banget andai kata kalo mau beneran dijadiin next tony atau gantiin robert downey, karena ganteng nya dapet slenge an nya juga apalagi kharisma nya cocok juga si jack jadi tony

oktabor mengatakan...

Ternyata masih banyak yang protes soal pemilihan Zendaya sebagai MJ. Yang harus diingat adalah
MJ di MCU itu bukan "Mary Jane" tapi "Michelle Jones". Same nickname, different person.

Quentin beck a.k.a Mysterio ini kalo dilihat lebih ngeselin timbang loki ya. Master of fraud emang nih pak Quentin. Jaman di trailer dikasih dialog tentang multiverse langsung pada heboh dan berteori A B C D, ternyata multiverse (sampai saat ini) baru sebatas naskah hoax bikinan tim mysterio haha.

Buat saya salah satu orang jenius di MCU itu adalah Jon Favreau. Tanpa dia, kita gak bakal liat si RDJ sebagai pusat tokoh MCU.

Rasyidharry mengatakan...

Karena kalau Iron Man punya jubah, Tony pasti bakal begitu juga 😂

Rasyidharry mengatakan...

Karena MJ di sini bukan Mary Jane. Cara yang pinter buat masukin tren diversity tanpa ngubah karakter

Rasyidharry mengatakan...

Dasar begonya Talos juga percaya hal gituan 😂

True. Sampai sekarang Happy masih dapet peran signifikan juga bukti Marvel masih inget sama jasa dia. Dan bukan mustahil suatu hari dia dikasih peran sutradara lagi buat franchise baru

SALEMBAY mengatakan...

ngebayanginya aja udah lucu bang, film CGI di dalam CGI trus pake efek CGI 😂

Prinve Godiva mengatakan...

Memang MJ disini bukan Mary Jane. Tapi tetap MJ notabene nya adalah kekasih Peter. Dan menurut saya Zendaya tidak cocok disandingkan dengan Peter, atau itu hanya masalah selera saja karena saya menilai fisik dan warna kulit.

Rasyidharry mengatakan...

Ya nggak masalah kan Peter Parker pacaran sama kulit hitam? Selama nggak mengubah ras Mary Jane/Gwen Stacy.

Unknown mengatakan...

Sepertinya, malah ini yang akan terjadi di No Way Home ya Bang :)

Nggak sabar nonton spidey untuk terakhir kalinya di MCU.