LOST IN TRANSLATION (2003)

1 komentar

Siapa gak kenal nama Francis Ford Coppola? Semua penggemar film pasti tahu nama sutradara yang membidani trilogi The Godfather, film yang dianggap sebagai film terbaik sepanjang masa (khususnya yang bagian pertama). Tapi apakah kehebatannya menyutradarai film menurun ke putrinya, Sofia Coppola? Film pertamanya The Virgin Suicides yang rilis tahun 1999 cukup bagus dimata kritikus. 4 Tahun kemudian Sofia membuat film keduanya, Lost In Translation. Film ini bukan cuma dapet pujian kritikus, tapi juga dapet banyak penghargaan, termasuk di Academy Awards & Golden Globe. Di Golden Globe film ini malah jadi Best Picture di kategori film musikal/komedi. Dan aktor utamanya, Bill Murray berhasil dapet aktor terbaik diajang itu.

Film ini bercerita tentang Bob Harris (Bill Murray) seorang aktor senior yang kini udah gak main film, tapi lebih sering jadi bintang iklan. Iklan wiski lebih tepatnya. Dia dapet job untuk syuitng iklan wiski di Jepang. Bob sendiri terpaksa sering meninggalkan istri dan anaknya ketika bekerja di tempat jauh seperti sekarang ini. Ternyata budaya yang asing plus bahasa yang asing pula membuat Bob terasa sangat asing dan kurang betah di Jepang. Bayangkan, dalam syuting iklan aja dia diarahin pake Bahasa Jepang dan cuma dibantu penerjemah. Hal yang sama juga dirasakan Charlotte (Scarlett Johansson) seorang wanita yang datang ke Jepang dalam rangka menemani suaminya yang bekerja sebagai photographer. Kesibukan sang suami disana bikin Charlotte menghabiskan harinya sendiri berkeliling hotel dan Tokyo. Hingga mereka berdua bertemu disebuah bar di hotel. Charlotte yang merasa kesepian (plus cemburu karna sang suami malah akrab dengan seorang cewek yang jadi model fotonya) merasa mendapat teman dengan hadirnya Bob, bahkan lama-lama dia mendapat perasaan yang lebih.
Bob yang juga emang jenuh disana dan juga jenuh dengan perkawinannya yang udah 25 tahun, merasakan hal yang sama. Walau usia terpaut jauh, gak bikin mereka susah akrab. Hari-hari di Tokyo mereka lewatkan bersama. Dan hingga tiba waktunya berpisah apakah yang mereka pilih? Meninggalkan keluarga masing-masing demi orang yang baru mereka temui di jepang, ato apa?

Hubungan yang terjalin antara Bob dan Charlotte emang unik. Mereka terlihat saling cocok, tapi dilain pihak kita juga tahu kalo mereka udah berkeluarga. Faktor itu yang bikin arah film ini gak gampang ditebak. Pengambilan gambra di film ini juga terasa sangat spesial. Di beberapa adegan, terasa indah. Bahkan adegan Scarlett Johansson berada di game center juga terasa begitu indah. Sangat pantas film ini menang oscar di kategori Best Screenplay. Untuk Bill Murray, aktingnya sebagai seorang aktor yang jenuh sangat pantes. LIhat aja tampangnya sepanjang film yang kusust terus, tapi mencoba ramah pada orang Jepang. Dan tampang itu lantas berubah disaat bersama dengan Charlotte. Judul film ini juga sangat berhasil menggambarkan filmnya. Lihat bagaimana bingungnya Bob & Charlotte dalam menghadapi orang Jepang yang meyoritas tetep make bahasa Jepang walopun bicara sama bule macam mereka. Dan lagi tiap dialog bahasa Jepang juga gak disertai subtitle, yang bikin kita merasa serolah juga sedang mengalami "Lost in Translation" kayak mereka. Dan jangan lupakan endingnya yang cukup "misterius".

RATING: 

1 komentar :

Comment Page:
Erwin Sanz mengatakan...

Makasih mas karena dr review disini, sy jd nonton film ini.. and i really really love it. Ceritanya sederhana tapi dikemas begitu unik, lucu sekaligus indah..danentah secara personal kena banget ke saya.. plus endingnya juga seperti kata anda misterius dan bikin penasaran
Rating : 10/10