CASABLANCA (1942)

Tidak ada komentar

Sebelum memulai review fim ini saya akan mengatakan sebuah pengakuan yang cukup memalukan sebenarnya bagi orang yang mengaku "gila film". Bahwa "Casablanca" adalah film hitam putih pertama yang saya tonton. Film ini juga adalah filme tertua yang saya tonton. Dengan kata lain saya masih belum menonton film klasik macam Gone With the Wind (1939) atau Citizen Kane (1941). Film ini sering dikategorikan sebagai salah satu film terbaik sepanjang masa. Bahkan di daftar 100 film terbaik versi American Film Institute, film ini berada di posisi kedua dibawah "Citizen Kane" dan diatas "The Godfather". "The Godfather" yang merupakan sebuah film yang saya anggap sebagai yang terbaik yang pernah saya tonton berhaasil dikalahkan di daftar ini. Tentunya membuat penasaran saya terhadap film yang memenangkan film terbaik di Oscar 1944 ini meninggi. Tapi saya juga ingat bahwa ini adalah film jaman kuno dimana efek yang ditampilkan tentunya masih sangat sederhana. Begitu juga aspek-aspek lain.

Pada masa Perang Dunia II dimana Jerman berkuasa termasuk di Prancis, banyak warganya yang mencoba pergi keluar dari sana. Dan tujuan yang paling banyak dituju adalah Lisbon. Tapi untuk mencapai Lisbon tidak bisa dengan mudah. Rute yang dilalui harus memutar cukup jauh dan nantinya akan sampai di sebuah kota di Maroko, yaitu Casablanca. Dari sana untuk terbang menuju Lisbon harus mempunyai surat jalan yang mahal harganya dan harus ditandatangani oleh Captain Louis Renault (Claude Rains) dari pihak kepolisian Prancis. Di Casablanca ada pria yang cukup berpengaruh dan bahkan disegani oleh Captain Renault, yaitu Richard Blaine (Humphrey Bogart) atau yang akrab disapa "Rick". Dia adalah pemilik cafe terbesar dan terlaris di Casablanca.


Rick sendiri adalah orang yang cuek dan tidak peduli pada hal apapun kecuali dirinya sendiri. Sampai suatu hari seorang pria menitipkan surat transit miliknya pada Rick sejumlah 2 lembar. Ternyata pria itu adalah salah satu anggota gerakan pembrontakan Prancis terhadap Nazi Jerman. Pada malam itu sang pria gagal melarikan diri dari kejaran tentara Jerman. Di malam yang sama datanglah Victor Laszlo (Paul Henreid) yang merupakan salah satu pemimpin perlawanan Prancis bernama istrinya Ilsa Lund (Ingrid Bergman) dimana mereka baru saja memasuki Casablanca dan berusaha pergi ke Lisbon. Tapi karena sang orang kepercayaan telah dibunuh ia tidak bisa mendapat surat transit tersebut tanpa tahu surat itu sudah berpindah tangan pada Rick. Diluar dugaan ternyata Rick dan Ilsa mempunyai sebuah hubungan masa lalu. Sebuah hal yang membuat Rick enggan memberikan surat itu pada Laszlo supaya Ilsa tetap tinggal di Casablanca. Tapi jika Rick tetap melakukan itu, perlawanan terhadap Nazi terancam tersendat karena Laszlo merupakan buronan Jerman yang apabila terlalu lama di Casablanca akan segera ditangkap. Apakah yang akhirnya akan dilakukan Rick?

Film ini bukanlah film yang mengumbar segala hal berlebihan untuk kesan dramatisasi. Film ini sebenarnya tipikal sebuah drama yang bisa dipanjangkan hingga durasi diatas 2 jam. Tapi film ini memberikan penjabaran yang lebih padat dan langsung sehingga hanya memakan durasi sekitar 100 menit. Dan hal itu membuat film ini berasa cepat dan padat menyampaikan isinya. Ada beberapa konsep cerita yang ditawarkan "Casablanca". Yang pertama adalah cinta. Kisah cinta yang dijabarkan disini adalah kisah cinta segitiga antara Rick, Ilsa, dan Laszlo. Tapi tentunya bukan kisah cinta kacangan dalam memperebutkan wanita yang ditampilkan. Kita akan digiring pada sebuah pertanyaan besar tentang apa sebenarnya hubungan Rick dan Ilsa diawalnya. Lalu makin berjalan film makin terkuak bagaimana hubungan mereka. Dan disini akting Bogart dan Bergman yang "bermain".

Sosok Rick yang ditampilkan Bogart begitu cuek, dingin, tapi memang terlihat jauh didalam hatinya ada sisi sentimentil dan romantisme. Rasa cuek itu belakangan akan kita ketahui sebagai dampak sebuah sakit hati yang dia alami. Dan sebagaimana layaknya seorang pria yang merasa patah hati ditinggal orang yang sebenarnya masih dia cintai dan kenangan akan wanita tersebut masih tersimpan, Rick juga sama. Saat Ilsa kembali muncul, perlahan sosok asli Rick yang sebenarnya sentimentil mulai terlihat sedikit demi sedikit hingga di akhir film akan sampai pada sebuah keputusan dari Rick yang bertolak belakang dengan sosok cuek yang dia tampilkan diawal film. Sosok Ilsa yang ditampilkan Bergman juga bisa dibilang abu-abu. Disatu sisi dia memang meninggalkan Rick, tapi semata-mata karena alasan yang memang logis dan jelas. Membuatnya tidak akan menjadi sosok wanita yang dibenci penonton, tapi bahkan mungkin mendapat simpati. Walaupun simpati terbesar jelas ada pada Rick. Sebuah karakter yang dihidupkan dengan luar biasa oleh Bogart.

Cerita kedua adalah tentang perang dan kepahlawanan. Dimana sangat terasa bahwa tentara Jerman dengan Nazi begitu berkuasa dan dihormati dan disegani oleh pihak lain. Tapi dibelakang itu, pihak tersebut sebenarnya juga membenci Nazi yang menyerang negaranya. Itu bisa kita tangkap dari sosok Captain Renault yang sepanjang film mungkin akan terasa sebagai seorang penjilat, tapi kita akan menangkap hati kecilnya membenci Nazi. Sedangkan kisah ketiga adalah persahabatan. Persahabatan unik dari Captain Renault dan Rick. Rick memberikan Captain Renault "Bonus" dengan selalu membuatnya menang tiap kali bermain roullette di cafe miliknya. Pertemanan palsu? Bisa jadi. Tapi di akhir film kita akan lihat bawa ada hal lebih dibalik itu. Sebuah akhir film yang tidaklah menampilkan twist "heboh" tapi cukup mengena dan mengejutkan. Apalagi dialog terakhir yang diucapkan Rick yang begitu memorable.


RATING:

Tidak ada komentar :

Posting Komentar