BEFORE SUNSET (2004)

Tidak ada komentar
9 Tahun berlalu sejak Jesse (Ethan Hawke) dan Celine (Julie Delpy) berpisah di stasiun Vienna. Kini Jesse bukan lagi seorang pria beranjak dewasa yang berusia 23 tahun. Kini dia adalah penulis buku terkenal dan menjadi best seller. Tentu saja buku itu diangkat dari kisah yang dia lalui 9 tahun lalu dimana dia bertemu seorang wanita Prancis di Vienna dan menghabiskan satu malam terindah dalam hidupnya. Dan kini Jesse yang sudah berusia 32 tahun sedang melakukan tur promo bukunya dan sampai di kota terakhir yaitu Paris. Dan disana dia kembali bertemu secara tidak sengaja dengan Celine disebuah toko buku tempat Jesse mengadakan tanya jawab tentang bukunya. Mereka lalu mulai mengenang pertemuan mereka 9 tahun lalu sembari berjalan-jalan mengitari kota Paris dimana Jesse sedang menunggu penerbangan kembali ke Amerika Serikat setelah matahari terbenam.

Konsep yang kurang lebih sama dengan "Before Sunrise" tapi sebenarnya terdapat perbedaan. Kali ini konsep filmnya adalah real time alias waktu di film sama dengan waktu di kenyataan. Jesse dan Celine menghabiskan waktu 80 menit mengelilingi kota Paris. Film ini kembali diisi dengan dialog dan obrolan layaknya prekuelnya. Tapi tentunya feel yang terasa akan berbeda. Terlihat sedikit rasa canggung diantara keduanya diawal bertemu. Tentu saja, coba bayangkan kita bertemu lagi dengan seorang yang kita cintai setelah 9 tahun berpisah. 9 Tahun? Bukankah di akhir film "Before Sunrise" keduanya berjanji bertemu lagi di Vienna tepat 6 bulan setelah itu? Rangkaian dialog awal mereka akan mengungkapkan alasan mengapa keduanya tidak bertemu.


Saya juga merasakan topik yang mereka angkat sudah berbeda. 9 Tahun lalu mereka memang sudah membicarakan dialog cerdas tentang kehidupan dan cinta. Namun obrolan mereka kali ini bisa dibilang lebih berat temanya. Hal yang sangat wajar mengingat kini mereka sudah dewasa. Seiring berlanjutnya dialog saya sempat merasakan ada yang aneh diantara mereka. Hal aneh tapi bisa dibilang wajar. Saya merasa mereka bukan lagi sepasang pria dan wanita yang begitu kasmaran satu sama lain layaknya 9 tahun yang lalu. Tentu masalah waktu memang saya yakin berpengaruh pada perasaan orang. Tapo kemudian terungkap fakta dibalik itu. Sebuah dialog dari Celine yang dilontarkan dengan biasa olehnya saya tanggapi dengan tidak biasa. Ternyata Jesse sudah menikah dan mempunyai seorang putra. Dan kemudian terungkap juga kalau Celine sudah mempunyai pacar.

Tapi sekali lagi seiring dengan berjalannya film, "Before Sunset" layaknya sang film pendahulu kembali memberikan sebuah persoalan tentang cinta yang tentunya lebih dewasa. "Apakah pernikahan layak dipertahankan bila sudah tidak saling mencintai?" Disisi lain tentu itu sebuah siksaan. Tapi bagaimana jika pernikahan itu sudah menghasilkan satu orang anak? Tentunya perasaan sang anak akan dipertimbangkan daripada mengutamakan ego orang tua untuk bercerai. Tapi apakah baik membesarkan anak di lingkungan rumah tangga yang terdiri lengkap dengan adanya ayah ibu tetapi sang anak akan melihat kalau ayah dan ibunya sudah tidak harmonis? Yang mana yang lebih baik? Persoalan cinta macam itulah yang dilontarkan di film ini.
Seiring berjalannya durasi akhirnya Jesse dan Celine mulai tidak kuasa menahan perasaan mereka yang sesungguhnya. Kesan yang ditampilkan diawal dimana saya merasa mereka sudah tidak punya perasaan satu sama lain sekuat 9 tahun lalu ternyata hanya kedok basa basi. Setelah bercakap cukup lama dan mulai menyentuh wilayah personal dalam dialog mereka, terungkaplah kenyataan bahwa keduanya masih saling mencintai. Dimana Jesse "mengutuki" kegagalan mereka bertemu di Vienna, sedangkan Celine "meratapi" Jesse yang sudah menikah. Tapi sekali lagi perntanyaan akan terlontar. Benarkah jika mereka bertemu di Vienna 6 bulan kemudian sesuai janji hubjngan mereka akan baik? Bisa jadi justru mereka akan saling benci dan tidak bisa bersatu. Mungkinkah pertemuan 9 tahun kemudian akan jadi jalan terbaik?

Lalu apa jalan terbaik bagi mereka? Meninggalkan pasangan masing-masing? Atau kembali lagi pada kehidupan mereka dan berbohong seakan pertemuan kembali ini tidaklah spesial dan hanya pertemuan biasa dengan teman lama? Pertanyaan itu kemudian akan menggiring kita pada sebuah ending yang bisa dibilang ambigu. Terserah persepsi penonton mau menafsirkan bagaimana ending tersebut. Dialog pada bagian ending makin membuatnya makin ambigu. Bicara soal dialog, di film ini Ethan Hawke dan Julie Delpy menulis dialog mereka sendiri. Hal yang sangat berpengaruh pada akting keduanya yang tetap terlihat alamiah seperti di "Before Sunrise".

Dialog di film ini walaupun lebih berat tapi saya merasa lebih banyak dialog lucu yang bisa memancing tawa. Akting mereka di film ini jelas sangat terasa lebih dewasa. Seakan selama 9 tahun itu keduanya selalu hidup dalam karakter mereka di film ini. Tidak hanya dialog adegan yang terjadi disini terasa sangat natural. Kalau dari segi akting sekuel film ini menawarkan yang lebih dewasa sekaligus lebih baik. Sangat natural. Favorit saya adalah di adegan dialog dalam mobil dimana keduanya saling membongkar "borok" percintaan mereka. Lalu adegan Celine akan membelai kepala Jesse tapi tidak jadi karena Jesse menoleh kearahnya. Itu....WOW! Mungkin banyak yang akan berpendapat "Before Sunrise" lebih bagus karena lebih romantis. Tapi saya punya cara pandang sendiri yang melihat "Before Sunset" memang harus berada pada trek ini karena menggambarkan kedua tokohnya sudah dewasa dan punya cara pandang dan permasalahan yang lebih kompleks.

Tidak ada komentar :

Comment Page: