O BROTHER, WHERE ART THOU? (2000)

Tidak ada komentar

Menyenangkan rasanya melihat tipikal film Coen Brothers macam ini. Film yang tidak henti-hentinya memberik kejutan sepanjang durasi. Film yang mengumbar berbagai macam sindirian dan kritikan dalam bentuk komedi yang bisa dibilang aneh dan unik tapi cerdas. Bisa dibilang film dari Coen Brothers selalu (baca: wajib) menebar hal-hal "gila" didalamnya. Maka dari itu saya menyukai film-film mereka seperti "The Big Lebowski" dan "No Country for Old Men" tapi kurang begitu menyukai "True Grit" yang bisa dibilang terlalu waras untuk ukuran film Coen Brothers. Film ini juga merupakan film dimana aktor George Clooney mendapatkan piala Golden Globe untuk pertama kalinya dimana dia menang di kategori "Best Actor Musical or Comedy".

Everett (George Clooney), Pete (John Turturro) dan Delmar (Tim Blake Nelson) adalah tahanan yang baru saja kabur. Mereka bertiga mempunyai tujuan untuk mengambil harta hasil curian yang disembunyikan di suatu tempat. Dan mereka hanya punya waktu 4 hari sebelum tempat persembunyian itu ditenggelamkan untuk proyek danau buatan. Diawal perjalanan mereka bertemu dengan seorang tua yang buta dimana dia mengatakan bahwa mereka bertiga nantinya akan mendapatkan keberuntungan. Tetapi untuk mendapatkan itu mereka akan melewati perjalanan yang amat berat. Dan memang selama perjalanan itu, 3 orang sahabat ini banyak menemui rintangan yang berat dan seringkali aneh.


Mulai dari dikhianati oleh sepupu dari Pete, bertemu dengan pria negro yang mengaku menjual jiwanya pada setan untuk mendapatkan skill bermain musik hingga akhirnya mereka berempat membuat rekaman musik bersama sebagai "Soggy Bottom Boys" yang lagunya malah menjadi hits. Bertemu dengan perampok bank unik, penjual injil yang sepertinya baik tapi misterius, dan berbagai macam hal unik dan aneh lainnya yang akan menjadi spoiler bila diceritakan, karena pertemuan dan perpisahan dengan berbagai karakter itulah yang nantinya akan menjadi twist tersendiri menonton film ini. Dan tentunya mereka bertiga harus menghindari kejaran para polisi.

Kejutan tidak hanya muncul dari plot cerita tapi juga dari akting pemainnya khususnya George Clooney. Film-film Clooney yang pernah saya tonton walaupun itu bergenre komedi, tetapi hampir kesemuanya memperlihatkan akting sang aktor sebagai sosok pria cool dan kalem. Tapi disini dia berubah menjadi sosok pria yang lebih acak-acakan dan mencoba sok rapi. Tingkah lakunya konyol dan memancing tawa. Tapi kekonyolan yang dia tampilkan bukan konyol murahan layaknya akting komedian di film komedi slapstick, tapi lebih kearah "konyol berkelas". 2 rekannya John Turturro dan Tim Blake Nelson juga mampu menghidupkan karakter mereka masing-masin sehingga antara 3 sahabat ini mampu saling mengisi.

Selain kejutan yang muncul bahkan hingga film berakhir (saya beberapa kali mengira film akan berakhir tapi nyatanya kejutan berikutnya masih menunggu) "O Brother, Where Art Thou?"  juga mengkritisi dan menyindir hal-hal tertentu layaknya film Coen lainnya. Untuk kali ini salah satu yang disindir adalah menyangkut Agama. Digambarkan tokoh Pete dan Delmar melakukan penyucian diri dari dosa dan mereka merasa lega karena merasa sudah bersih dari dosa dan yakin polisi tidak akan mengejar mereka. Dan komentar dari Everett menjadi sebuah sindiran yang intinya menyatakan bahwa mungkin saja dosa dan kesalahan orang itu sudah diampuni Tuhan, tapi tidak dimata hukum dari manusia yang tetap mengharuskan mereka masuk penjara. Kadang manusia memang takut dan was was terhadap hukuman dari manusia di dunia tapi kadang melupakan hukum dari Tuhan.

Dan ada juga adegan sebuah upacara perkumpulan yang bisa dibilang aliran sesat mungkin. Dan itu ditampilkan sebenarnya agak lucu, tapi aura yang dibangun juga sanggup menciptakan kengerian. Apalagi dengan lagu yang dinyanyikan yang bergenre blues sebenarnya lucu untuk upacara macam itu, tapi apabila liriknya ditelaah itu cukup membuat saya ngeri. Dan jika deprhatikan, film ini memiliki cukup banyak karakter yang buta. Ada 3 karakter dan kesemuanya unik dalam karakterisasinya. Saya sendiri kurang menangkap maksudnya. Apa maksudnya mengatakan walaupun orang buta tapi tetap punya kelebihan? Karena orang buta pertama digambarkan bijak dan mampu mengetahui yang akan terjadi. Orang buta kedua adalah produser rekaman yang jago melihat bakat dan yang ketiga adalah orang yang sanggup menipu mentah-mentah Everett dan Delmar. Entah mungkin ada maksud lain?

OVERALL: Film tipikal Coen Brothers yang sembari menikmati kejutan, keanehan dan kelucuan kita diajak mengikuti berbagai macam sindiran terhadap isu-isu tertentu yang terjadi di masyarakat.

RATING:

Tidak ada komentar :

Posting Komentar