ATTACK THE BLOCK (2011)

2 komentar
Bosan dengan film tentang invasi alien "megah" yang selalu bercerita mengenai alien yang datang untuk menguasai Bumi dengan segala teknologi canggih (tapi aliennya bodoh) kemudian dilawan oleh militer Amerika (seolah hanya mereka yang mampu) dan akhirnya berkat aksi heroik salah satu anggotanya yang tentu saja berbekal persenjataan berat mampu mengusir atau menghabisi alien tersebut? Jika jawabannya "Ya" maka film British yang merupakan debut dari Joe Cornish ini adalah alternatif tontonan yang sangat menghibur.

Berlokasi di London Selatan yang jauh dari kesan mewah, Sam (Jodie Whittaker) yang sedang dalam perjalanan pulang dihadang oleh sekelompok pemuda: Pest (Alex Esmail), Dennis (Franz Drameh), Jerome (Leeon Jones), Biggz (Simon Howard), dan sang ketua, Moses (John Boyega). Mereka berlima memang sudah menunggu seseorang lewat untuk dirampok. Tapi ditengah perampokan tersebut tiba-tiba saja mereka dikagetkan dengan jatuhnya sesuatu dari langit yang menciptakan ledakan mirip petasan super besar dan jatuh diatas sebuah mobil. Tanpa diduga dari dalam mobil tersebut muncul sesosok makhluk buas yang menyerang Moses. Tidak terima karena wajahnya sudah terluka, Moses dan keempat temannya mengejar makhluk tersebut dan akhirnya berhasil membunuhnya. Tapi mereka tidak menduga bahwa hal tersebut akan membawa makhluk-makhluk lain yang lebih besar, ganas dan akan segera menuju ke daerah tersebut.
Film ini jelas bukan film invasi alien megah seperti yang saya deskripsikan diatas. Tidak ada setting kota besar yang dihancurkan macam Los Angeles dan diganti dengan sebuah kota kecil di London Selatan. Tidak ada juga pesawat alien raksasa yang menyinari langit Bumi, yang ada hanya sekawanan alien yang terjun langsung ke daratan layaknya kembang api. Tidak juga dijumpai rupa alien monster yang rumit, digantikan oleh alien berwarna hitam pekat dengan gigi yang menyala dalam gelap dengan bentuk seperti gabungan anjing dan gorilla. Yang terakhir tidak ada militer bersenjata berat yang coba menghabisi alien dengan ledakan-ledakan granat, yang ada hanya segerombolan bocah dan seorang suster baru yang melawan alien dengan senjata seadanaya mulai dari tongkat baseball, pisau lipat, pedang dan tidak lupa ledakan petasan. Segala kesederhanaan itu justru yang menjadi poin plus film ini. Terlihat beda belum tentu baik, tapi "Attack the Block" berhasil menjadi film invasi alien yang perbedaannya membuat film ini lebih baik dan fresh.
Kelima karakter utama film ini sebenarnya bisa menjadi sosok-sosok yang menyebalkan akibat ulah mereka yang sok khususnya diawal film dimana mereka merampok seorang wanita menggunakan pisau serta segala tingkah laku mereka yang memang menunjukkan ciri khas remaja yang merasa dan bertingkah seolah yang paling hebat disaat mereka berada dalam sebuah geng. Tapi seiring film berjalan mereka mulai memperlihatkan sisi baik yang untungnya tetap muncul juga sisi badass-nya sehingga transformasi itu tidak terasa terlalu drastis. Karakter Moses terasa sebagai sosok yang paling berubah sifatnya dimana di bagian akhir dia mulai merasa bersalah dan berusaha menanggung semuanya sendiri. Hal tersebut seudah jamak terjadi dalam film dan buat saya itu seringkali terlihat konyol jika ditampilkan berlebihan. Untungnya di film ini kekonyolan tersebut berhasil diredam karena bagian tersebut dikemas dengan keren sehingga tidak membuat Moses terjerumus dari karakter menyebalkan berubah jadi sok bertanggung jawab padahal aslinya berbuat konyol.

Sebelum menonton saya mengira "Attack the Block" akan mirip seperti "Shaun of the Dead" yang menampilkan secara berimbang antara komedi/parodi dengan unsur horror. Tapi ternyata "Attack the Block" lebih condong kearah science fiction yang punya sedikit horror kemudian dibalut komedi yang terlontar dari dialog-dialog pemainnya. Tapi pada kenyataannya unsur komedi yang dihasilkan tidak cukup untuk membuat film ini masuk kategori science-fiction/komedi seperti yang saya dengar sebelum menontonnya. Tapi memang terasa sebenarnya usaha untuk menjadikan film ini lebih bernuansa komedi tapi terasa nanggung dan terlalu berhati-hati. Mungkin maksudnya supaya film ini tidak terjerumus menjadi konyol dan kehilangan esensi seramnya, tapi jika berkaca pada "Shaun of the Dead" sebenarnya mencampurkan komedi yang lucu dan konyol dengan horror yang seram bukan hal yang buruk bahkan jenius. Sayangnya film ini tidak berani melangkah kesana. Munculnya Nick Frost juga tidak dimanfaatkan dengan baik untuk membangun kelucuan karena karakternya juga tidak terlalu penting. Walaupun begitu "Attack the Block" tetaplah sebuah film bertema invasi alien yang menghibur dan sayang untuk dilewatkan.


RATING:

2 komentar :

  1. sialan bgt nih gw kemaren2 donlot tapi ternyata isinya malah film Knocked Up -,- hahaha jadi males buat donlot lagi, kata orang2 lumayan bagus, dan baru tau ada nick frost juga ternyata...

    BalasHapus
  2. Lah? hahaha kok bisa beda isi gitu? Lumayan oke sih, idenya unik. Nick Frost kayaknya cuma buat nambah daya jual nih film aja

    BalasHapus