SLEEPING BEAUTY (2011)

7 komentar
Membaca judulnya saya sempat mengira film debut dari Julia Leigh ini adalah adaptasi atau lebih tepatnya modernisasi terhadap dongeng Putri Tidur sama seperti yang dilakukan "Red Riding Hood" ataupun "Beastly" yang tidak hanya memodernisasikan dongeng tapi juga merusak dongeng tersebut karena kualitas filmnya hancur. Tapi ternyata film yang diputar perdana di Cannes Film Festival ini sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan dongeng tersebut. Cerita dalam film ini adalah murni ditulis oleh Julia Leigh. Disini memang ada wanita cantik yang tertidur tapi bukan seorang puteri melainkan seorang wanita cantik yang bekerja didunia prostitusi. Jangan harap juga ada pangeran tampan yang akan mencium sang puteri tidur, karena pria yang menciumi sang wanita cantik adalah para pria tua yang bahkan kemaluannya sudah tidak bisa ereksi dan berukuran amat kecil. Jadi bagaimanakah sebenarnya detail cerita dari film ini?
Lucy (Emily Browning) adalah seorang mahasiswi yang mempunyai banyak pekerjaan part time mulai dari sebagai relawan dalam sebuah penelitian yang dilakukan seorang dokter muda, dia juga menjadi seorang waitress dan bekerja juga di sebuah perusahaan. Tapi Lucy tetap mengalami masalah keuangan karena ibunya yang mabuk-mabukan selalu meminta uang padanya. Dia juga bermasalah dengan pemilik rumah yang kamarnya dia sewa. Hal itulah yang membuatnya tertarik saat dia membaca sebuah lowongan yang tercetak disebuah surat kabar. Lalu Lucy bertemu dengan Clara (Rachel Blake) yang menjadi pimpinan dalam pekerjaan tersebut. Pekerjaan itu mengharuskan Lucy untuk tidur dibawah pengaruh obat. Kemudian saat dia tidur para pria yang menjadi klien boleh melakukan apapun pada tubuhnya asalh tidak melakukan "penetrasi" dan tidak boleh meninggalkan bekas pada tubuh Lucy. Diluar pekerjaannya itu Lucy juga menjalin sebuah hubungan pertemanan yang unik dan aneh dengan seorang pria bernama Birdmann (Ewen Leslie).
Apakah sebenarnya yang diceritakan oleh "Sleeping Beauty"? Apakah mengenai gambaran wanita yang menjadi pihak yang lemah dalam hubungan seks dengan para pria? Atau mengenai hubungan tua dan muda? Apapun itu seharusnya film ini bisa tampil lebih menarik lagi jika ingin menampilkan pesan yang ada dengan tidak gamblang dan penuh metafor seperti ini. Pengemasan yang kurang menarik, perasaan sepi yang tidak menenangkan tapi cenderung membosankan membuat saya merasa malas dulu untuk mengungkap apa yang ingin disampaikan oleh Julia. Coba bandingkan dengan "Tree of Life" yang meskipun terasa nyeni dan lebih abstrak tapi penyampaiannya yang menarik dari segala aspek membuat saya betah mengungkap segala simbol dalam film tersebut. Sedangkan dalam "Sleeping Beauty" nuansa sepi yang ada justru memberikan kebosanan dan seringkali terjadi juga pengulangan momen atau adegan yang membuat saya nyaris mengikuti Lucy untuk tertidur.

Ketidakjelasan juga terjadi dalam hubungan antar karakternya khususnya pada hubungan Lucy dan Birdmann. Ending film ini juga mendapat sorotan dan perdebatan banyak pihak. Saya sendiri kurang bisa menangkap maksud ending film ini karena selain memang membingungkan saya sudah merasa malas sendiri untuk mencoba memecahakan maksudnya setelah pertengahan film yang membosankan. Tapi meskipun terasa banyak kekurangan, harus diakui ide cerita yang dibawa oleh Julia dalam film ini terasa segar dan orisinil. Fakta bahwa film ini adalah film tentang seks tapi tidak menampilkan satupun adegan seks juga unik. Hanya saja usaha dan eksperimen yang dialakukan dalam mengemas film inilah yang kurang berhasil dan mengurangi nilai positif yang telah dipunyai oleh premisnya. 

Akting seorang Emily Browning juga patut diacungi jempol. Tipikal Lucy memang terasa memiliki persamaan dengan karakter Babydoll yang dia mainkan di "Sucker Punch", tapi perasaan hampa dan sepi yang terpancar di wajahnya juga totalitasnya untuk berani tampil tanpa busana di banyak adegan dan digerayangi tubuhnya oleh banyak pria membuat aktingnya disini pantas mendapat apresiasi lebih. Secara keseluruhan "Sleeping Beauty" adalah sebuah eksperimen yang kurang berhasil dari Julia Leigh. Bagus di ide dasar tapi lemah pada eksekusinya.

7 komentar :

  1. wkawkwkwkw... setubuh gan! nih pilem bikin bingung + ngantuk... tapi yg bikin pnasaran knapa si kakek itu mati trus si lucy kayak ngerasa bersalah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim9:47 PM

      bener bNGET ,,,abis nonton flm ini penuh kebingungan maksud dan tujuan flmnya,,,si kakek mati dan ending deh...pertemenan dengn birdman juga kenapa lucy kdg menangis dan ga jelas deh

      Hapus
  2. Kalo menurutku, si orang tua itu mati karena dia minta sama bossnya si lucy supaya dia dikasih racun & bunuh diri, jadi bisa mati disebelah gadis muda yg cantik. Nah kalo Lucy yang jerit itu mungkin karena dia ngira kakek itu mati gara-gara si Lucy sebelumnya nge-drugs dulu. Tapi itu interpretasi saya aja sih :)

    BalasHapus
  3. Anonim4:59 AM

    si kakek yang tidak bahagia dengan kehidupannya mencari pelarian dengan memanfaatkan jasa sleeping beauty-nya lucy... tapi karena merasa bersalah dia jadi galau... trus bunuh diri.
    kalo lucy ... ckck.. bayangin .. lucy yang pas bangun pagi, udah hampir mati trus ada kakek-kakek yang tampa dia sadari baru saja bersetubuh dengan dia dan sekarang sudah jadi mayat.....!!! siapa yang gak histeris coba ???
    film ini sengaja dibuat menggantung biar penonton yang menyimpulkan sendiri...

    BalasHapus
  4. Well, menurut gue ini film lumayan menarik. Kesan dark nya dapet banget.
    Seorang mahasiswa yg bekerja keras dan mau melakukan apa saja untuk bertahan hidup.
    Sampai akhirnya dia nemu lowongan pekerjaan begitu.
    Penilaian gue lucy itu cewe yg ngerasain sesuatu yg semu. Dia membutuhkan seseorang untuk menginginkannya. Dia deket sama birdman biarpun lucy tau birdman itu lg sekarat dalam sakitnya. Tapi menurut lucy cuma si birdman yg ada untuk dia. Yg mau menikahi dia biarpun birdman sadar nyawanya udh sebentar lagi. Pas birdman blg gitu makanya si lucy nangis kejer karna merasa kehilangan.yg pas dia ngobrol sambil ngewine itu pas hari kematian si birdman menurut gue karna semua pake baju hitam2. Luy ngajak nikah cowo yg kaya nya mantannya atau temennya si birdman. Tp tuh owo gk mau karna dia udh sama si helen yg notabene gk punya sifat kaya si lucy. Si lucy disuruh berubah. Si kakek pertama yg tidur sama luci ngomong sama si clara ttg buku yg dia dapet dr kaka nya. Menceritakan ttg kerapuhan tentang penyesalan yg dia rasain dan keputus asaan. Dia kaya, dia sukses, tapi gk bisa membahagiakan temen, istri bahkan anak nya. Suatu hari dia bakalan minta bantuan si clara . Dia putus asa yg pas di ending dia minum obat tidur berlebih yg menyebabkan kematiannya. Well para lansia yg menikmati silver service ini memperlakukan lucy seperti mereka dimasa muda kaya nya. Yg tenaga dulu nya kuat, terus yg gila sex tapi mereka sadar saat itu klo mereka gk sekuat itu dan ego lah yg mereka punya. Lucy penasaran pengen tau apa yg terjadi pas dia tidur. Lucy gk takut akan kematian. Di hari dimana dia mau membuktikannya dengan merekam, dia mendapatkan kenyataan yg buruk karna dihari itu tepat si kake pertama minta bantuan clara dengan minum obat tidur dosis tinggi. Dari yg gue lihat juga si clara merasakan hal yg berat. Dia ngerasa bersalah. Tapi dia memegang teguh komitmennya. Pas ending lucy teriak karna dia bener2 frustasi. Well itu menurut gue. Hasil review gue. Film ini bener2 absurd ceritanya tergantung dari apa yang penonton pikirkan , yang penonton lihat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini penjelasan yg lumayan bisa membantu mengatasi kebingungan gue setelah menonton film ini.

      Hapus
  5. mnurut gue,,,ya gtu deh,,bnyak makna di film ini,,smua tergantung persepsi masing2.

    BalasHapus