BATTLESHIP (2012)

4 komentar
Aura Transformers amat terasa dari sejak saya pertama kali melihat trailer film ini. Serbuan pesawat alien yang bentuk kendaraannya tidak jauh beda dengan yang saya lihat di trilogi Michael Bay tersebut, sampai fakta bahwa Battleship juga berasal dari sebuah permainan yang dibuat oleh Hasbro yang notabene juga pembuat Transformers. Disaat banyak orang mencaci ide pembuatan film ini termasuk James Cameron yang mengatakan bahwa ide mengangkat film yang diadaptasi dari sebuah board game adalah hal konyol, saya justru merasa tertarik. Karena apabila berhasil maka film ini akan menjanjikan sebuah inovasi dalam penyajian action-nya. Lokasi yang mayoritas berada di tengah laut juga sudah merupakan perbedaan dari film-film lainnya. Sekarang tinggal bagaimana kolaborasi duo penulis naskah Jon & Erich Hoeber dengan Peter Berg bisa mengeksekusi ide dasar tersebut.

Jika Transformers punya Sam Witwicky, maka Battleship punya Alex Hopper (Taylor Kitsch) yang dulunya merupakan pemuda yang hidupnya tidak teratur dan seenaknya sendiri tapi sekarang sudah menjadi Letnan di kesatuan angkatan laut. Hal itu adalah karena anjuran kakaknya, Stone Hopper (Alexander Skasgard) yang merupakan Kapten di kesatuan tersebut. Alex juga tengah berpacaran dengan Samantha (Brooklyn Decker) yang merupakan puteri dari Vice Admiral Shane (Liam Neeson). Tapi walaupun sudah menjadi seorang Letnan, kelakuan Alex tidak berubah dimana dia masih sering membuat masalah seperti saat berkelahi dengan Kapten Munagata (Tadanobu Asano) dari kesatuan Jepang. Bahkan akibat kejadian tersebut Alex sudah akan segera dipecat. Tapi ternyata ditengah perjalanan mereka mendapat serangan dari sepasukan alien yang mendarat di Lautan Pasifik. Ternyata usaha pihak NASA untuk berhubungan dengan makhluk planet lain menemui hasil yang mengejutkan dimana para alien yang menerima sinyal yang dikirim NASA justru datang ke Bumi untuk melakukan serangan. Alex yang bersama pasukannya terkurung dalam sebuah perisai yang dibuat oleh para alien tersebut harus berjuang dalam sebuah peperangan lautan untuk menyelamatkan dunia.
Harapan saya akan hiburan yang menyenangkan dari Battleship sayangnya tidak bisa terpenuhi semuanya. Harus diakui film ini mampu menghadirkan rentetan adegan pertempuran tengah laut dengan baik. Spesial efek yang dipakai juga memuaskan meskipun jelas masih kalah jika dibandingkan dengan film ketiga Transformers. Saya sendiri cukup menyukai bagaimana unsur permainan papan Battleship dimasukkan dalam film ini. Tidak terasa dipaksakan dan dieksekusi dengan lumayan baik. Tapi sayangnya tidak ada inovasi dalam adegan aksinya selain hal tersebut. Sepanjang film, pertempuran yang disajikan hanya sebatas saling bertukar tembakan dan ledakan tanpa ada inovasi pertempuran lain. Justru saya lebih terhibur saat film ini tengah memasuki adegan mengatur stretegi dengan memakai koordinat dibanding saat adegan ledakan demi ledakan meriam memasuki pertengahan film yang lama kelamaan makin terasa membosankan.
Terasa agak maksa kalau saya mengkritisi plot hole dalam film semacam ini, tapi bagaimana lagi, terlalu banyak lubang yang ada dalam Battleship. Sebagai contoh adalah mengenai latar belakang para alien menyerbu Bumi yang sama sekali tidak diterangkan secara jelas. Bahkan di Transformers Sentinel Prime atau The Fallen sampai Megatron punya tujuan yang jelas. Sangat terasa kehadiran para alien ini hanya untuk memicu adegan peperangan epic belaka. Selain itu masih banyak sekali lubang yang cukup menggelikan seperti saat menjelang akhir film saat para veteran marinir ikut terjun bersama kapal tua mereka. Sangat menggelikan. Yang patut disyukuri adalah film ini tidak terjerumus seperti Transformers yang didominasi humor-humor konyol dan sangat garing. Karena meski diselipi humor setidaknya dalam film ini tidak berlebihan kecuali adanya sisipan musik Pink Panther diawal film.

Karakter Alex dalam Battleship juga jauh lebih baik daripada Sam Witwicky yang sulit disukai penonton itu. Meskipun urakan, tapi Alex adalah sosok yang pantas menjadi hero dan tidak terasa dipaksakan. Taylor Kitsch juga lebih enak ditonton sebagai pahlawan di film ini daripada di John Carter. Hubungan yang ia tunjukkan dengan Kapten Munagata juga enak diikuti. Brooklyn Decker mungkin tidak berakting baik tapi setidaknya dia cantik dan seksi disini. Jauh beda dengan Rihanna yang bahkan dari tampilan fisiknya sudah jauh dari kesan marinir. Apalagi saat dia sudah harus berdialog yang terasa jauh dari kesan tough girl. Celetukan-celetukannya seperti "boom" atau apalah juga amat konyol bagi saya. Sedangkan untuk Liam Neeson porsinya sedikit dan memang saya rasa tidak perlu terlalu banyak karena bisa berpotensi menutupi karakter lain macam Alex dan Munagata. Secara keseluruhan Battleship tidak sampai tenggelam dalam jurang kehancuran, tapi masih sebuah sajian yang kurang memuaskan. Saya sendiri adalah orang yang tidak anti pada sajian brainless yang hanya mengandalkan aksi, terbukti saya menikmati Dark of the Moon. Tapi bagi saya Battleship tetaplah kurang memuaskan walaupun itu ditinjau dari segi film aksi yang penuh spesial efek.

RATING:

4 komentar :

  1. Bro, post-credit scene nya liat nggak? katanya ada "nods" buat sekuelnya lho di akhir kredit! Gw nyesel tuch keluar duluan waktu itu.. T.T

    BalasHapus
  2. Ada kok di youtube, cari aja. Udah keburu betek sama filmnya jadi males nungguin hehe

    BalasHapus
  3. kurang oke ya?? ga jadi nonton deh....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo suka film action bakalan terhibur kok :)

      Hapus