ANNIE HALL (1977)

3 komentar
Hingga saat ini Annie Hall bukan hanya salah satu film tersukses dari Woody Allen namun juga salah satu film dengan genre komedi romantis paling sukses yang pernah dibuat. Bagaimana tidak? Dari segi pendapatan, film ini berhasil meraup $38 Juta dari bujet yang hanya $4 Juta. Selain itu, Annie Hall berhasil memenangkan empat piala Oscar, yaitu untuk kategori Best Picture, Best Director, Best Original Screenplay dan Best Actress bagi Diane Keaton. Woody Allen sendiri mendapatkan nominasi Best Actor walaupun akhirnya harus kalah dari Richard Dreyfuss. Melalui Annie Hall sendiri Woody Allen mulai mendapat pengakuan sebagai salah satu sutradara terbaik di Hollywood, dan semenjak film ini juga Woody Allen rutin merilis satu film tiap tahun terhitung semenjak mulai 1978 (kecuali tahun 1981 dimana ia tidak merilis satupun film). Film ini juga memberikan inspirasi dan pengaruh bagi banyak film komedi romantis termasuk film favorit saya (500) Days of Summer. Dilihat dari jalan cerita dan pengemasan yang unik memang terlihat sekali bahwa Annie Hall memberikan inspirasi yang kuat dalam film tersebut.

Alvy Singer (Woody Allen) adalah seorang stand-up comedian yang sedang berusaha mencari tahu mengapa hubungan cintanya dengan Annie Hall (Diane Keaton) bisa berakhir. Alvy sendiri adalah sosok pria yang canggung jika harus berhadapan dengan orang lain. Dia juga punya cara pandang yang bisa dibilang sangat pesimistis terhadap dunia dan berbagai hal di sekitarnya. Ia merasa banyak konspirasi dan keburukan yang terjadi di dunia ini. Bahkan ia menganggap hanya ada dua golongan manusia, yaitu terrible dan miserable. Alvy memang adalah seorang yang amat paranoid dan beberapa kali juga gagal dalam hubungan percintaan. Dia pernah menikah dua kali dan semuanya berujung pada kegagalan, sampai ia bertemu dengan Annie dan mulai menjalani hubungan dengan gadis tersebut. Awalnya hubungan keduanya menyenangkan. Alvy dan Annie terlihat saling mengisi satu sama lain. Tapi lama kelamaan mereka mulai saling merasa bahwa hubungan tersebut mulai tidak berjalan lancar, namun keduanya masih saling mencintai dan merasa sayang untuk mengakhiri hubungan tersebut, khususnya Alvy yang merasa bahwa Annie adalah wanita terbaik dalam hidupnya.

Menonton Annie Hall rasanya seperti berkenalan dengan kakak dari (500) Days of Summer. Seperti kisah Tom Hansen tersebut, kita sudah akan tahu bahwa Alvy dan Annie pada akhirnya akan berpisah, dan Alvy sedang berusaha untuk move on dari perpisahan tersebut. Hanya saja ia masih selalu terngiang akan keindahan hubungan mereka berdua. Cara penceritaannya yang terkadang non-linier juga membuat kedua film ini makin terasa mirip. Annie Hall juga punya keunikan lain dari segi penceritaannya dimana beberapa kali karakter dalam filmnya berinteraksi dengan penonton (istilahnya kalau tidak salah breaking the fourth wall). Selain itu masih banyak lagi momen unik lainnya yang membuat film ini punya beberapa unsur sureal dan sedikit keabsurdan. Momen seperti itu hadir seperti saat Alvy tiba-tiba bertanya pada orang lewat mengenai pendapat mereka atau saat tiba-tiba jiwa Annie "keluar" dari tubuhnya saat sedang berhubungan seks dengan Alvy saat ia harus berhubungan seks tanpa menghisap marijuana terlebih dahulu. Bisa dibilang disitulah salah satu poin penting yang membuat naskah film ini memang layak memenangkan Best Original Screenplay di ajang Oscar.
Tapi meskipun punya pengemasan yang unik, Annie Hall punya satu kekurangan yang bagi saya pribadi cukup fatal, yakni gagal membuat saya bersimpati pada sosok Alvy Singer. Mungkin ada beberapa saat saya merasa simpati khususnya saat menjelang ending dan dia mulai mengenang masa-masa indah dengan Annie, tapi selebihnya saya tidak pernah merasakan simpati yang lebih pada karakter ini, tidak sebesar yang saya rasakan pada sosom Tom Hansen. Hal ini mungkin lebih karena karakterisasi Alvy yang bukan gambaran universal bagi semua pria. Usaha Woody Allen untuk membuat sosok Alvy lebih berkarakter justru malah membuat sosoknya kurang universal. Bagi beberapa orang mungkin karakter Alvy sangat mencerminkan diri mereka, tapi tidak bagi golongan orang lainnya termasuk saya. Alvy bukanlah pria yang canggung terhadap wanita, tapi ia canggung terhadap sosial dan begitu paranoid. Sulit rasanya bersimpati pada sosok seperti itu. Woody Allen pernah berkata bahwa ia kecewa dengan hasil film ini, karena yang ia inginkan adalah menghasilkan sebuah film yang menggambarkan isi pikiran pria, namun pada akhirnya apa yang menonjol dari film ini adalah hubungan antara Alvy dan Annie, bukannya isi pikiran pria. Saya sangat setuju dengan hal tersebut.

Pendapat saya ini memang akan sangat subjektif, karena faktor bahwa saya seorang pria dan tentunya akan lebih prefer jika sebuah film benar-benar menggambarkan isi pikiran bahkan mungkin hati seorang pria seperti yang saya lihat pada (500) Days of Summer atau High Fidelity. Dalam Annie Hall mungkin beberapa orang atau pasangan akan melihat cerminan hubungan mereka disana, khususnya bagi para pasangan yang sedang dalam krisis namun masih merasa sayang untuk mengakhiri hubungan tersebut. Bagi beberapa orang yang istilahnya "susah move-on" film ini mungkin juga akan terasa tepat. Tapi bagi penonton khususnya para pria yang berusaha mencari tontonan romansa yang mendefinisikan diri mereka maka Annie Hall mungkin tidak akan terasa luar biasa. Singkat kata, tidak semua penonton pria akan menemukan pengalaman atau diri mereka dalam film ini. Mungkin ada beberapa, tapi tidak semuanya, itulah sebuah kekurangan yang sangat disayangkan dari Annie Hall. 

Untuk urusan akting para pemainnya jelas patut diacungi jempol. Nampaknya fakta bahwa karakter Alvy dan Annie didasari oleh karakter asli dari Woody Allen dan Diane Keaton juga cukup berpengaruh pada performa keduanya. Banyak yang mengatakan ini adalah autobiografi dari seorang Woody Allen meskipun sang sutradara menyangkalnya. Hal itu muncul karena beberapa kesamaan antara filmnya dengan kehidupan nyata. FYI, Woody Allen dan Diane Keaton memang pernah terlibat hubungan asmara. Sosok Alvy sendiri sudah sangat lekat dengan karakter-karakter yang pernah Woody Allen mainkan sebelumnya, yaitu sosok pria canggung. Alvy juga adalah stand-up comedian sama seperti Woody Allen. Sedangkan Diane Keaton sendiri aslinya bernama Diane Hall yang tentu mirip dengan nama karakternya, Annie Hall. Namun pada akhirnya tidak masalah apakah ini autobiografi atau bukan, toh pada akhirnya hasil akhirnya memuaskan. Meski saya tidak merasa Annie Hall sebagai film yang luar biasa dan jelas bukan film yang personal (meski ada beberapa hal yang bagaikan cerminan hidup saya namun tidak banyak), tapi tetap saja karya Woody Allen ini adalah salah satu pencapaian bagus dari perfilman di masa itu khususnya pada genre koemdi romantis.


3 komentar :

Comment Page:
keziarhh mengatakan...

Jujur, gue sempet (agak) darah tinggi pas lihat pertama kali nih review, soalnya ratingnya kerendahan menurut gue pribadi, wkwk.

Gue emang lebih suka Annie Hall, mungkin karena gue err...cewek dan belum pernah pacaran (ignore it)

Makanya gue kurang bisa relate dengan 500 Days of Summer. Gue justru lebih suka Annie Hall yang adegannya itu banyak yg out of the box untuk jaman 70an, begitu juga dialog-dialog brilian yang ditulis oleh mbah Woody Allen. Ini mungkin agak aneh, tapi Annie Hall adalah film pertama yang memberi pelajaran hubungan romantis ke gue. Annie Hall gak fokus ke cheesy moments yang bikin gue mual kalau nonton film rom-com gak jelas macam 27 Dresses, Maid in Manhattan, dll. Ada sesuatu yang khas tapi juga realistis dan universal di film Annie Hall.

Waktu gue pertama kali nonton 500 Days of Summer, gue rasa Marc Webb agak misleading penonton dengan keputusan Summer untuk kawin sama cowok lain. Kalau gak dilihat lebih dalam, mayoritas penonton tentu akan benci sama Summer karena dia PHP-in Tom. Padahal Tom juga salah karena dari awal Summer udah bilang dia gak mau ada hubungan serius. Tapi dari awal Summer lah yang inisiatif mendekati Tom, dan bahkan bilang dia suka sama Tom (setelah pertengkaran di bar) tapi gak memberi kejelasan atas hubungan mereka. Setelah 'reuni' mereka, Summer dengan beraninya ngundang Tom ke pesta pertunangannya dia. Yah, entah dia bego atau emang ngira Tom udah ngerti hubungan mereka. Itulah yang bikin gue kurang suka sama 500 Days of Summer. Komentar ini agak lebay, tapi gue kurang suka bagaimana cewek digambarkan di film itu, seakan-akan gak tahu maunya apa dan php doang.

Mungkin karena gue emang suka film yang fokus pada hubungan romantis (hubungan, bukan cinta kayak The Notebook...ah susah jelasin) dan bukan ke curhat kayak 500 Days of Summer.

Dan cara mutusinnya pun gue lebih suka Annie Hall. Annie yang udah kuliah akhirnya berkembang dan tahu apa yang dia inginkan. Sedangkan Alvy, yah Alvy. Yang stuck dengan dirinya yang happy in unhappiness. Annie menolak lamaran Alvy karena ia tahu ia bisa untuk hidup tanpa Alvy. Emang dia sempat semacam php dengan manggil Alvy waktu ada laba-laba dan balikan, tapi kalau emang udah waktunya berakhir ya berakhir.

Sedangkan Summer tuh kayak cewek moody yang tiba-tiba 'mutusin' Tom. Makanya menurut gue 500DS terlalu berbias ke cowok, dan satu-satunya penyelamat Summer adalah statement kalau dia gak pengen hal serius dan gak percaya sama true love. Tapi harus gue akuin kalau 500 Days of Summer itu lebih stylish.

Anyway, sorry komennya kepanjangan, hehe.

Rasyidharry mengatakan...

I really wanna love this movie hehe tapi setelah nonton ada 3x nyerah juga. Sebenernya alasan terbesar malah mungkin satu2nya alasan kenapa saya lebih suka 500 daripada Annie Hall karena si Tom benar-benar jadi cerminan kisah patah ahti mayoritas cowok, sedangkan si Alvy berasa terlalu segmented. Karakternya unik emang iya, tapi malah berasa "asing".

Dan sebenarnya saya nggak ada rasa nggak suka sedikitpun baik ke Summer atau Annie, soalnya walaupun Summer keliatan php segala macam tapi dia bener2 sempurna menggambarkan sosok cewek di mata cowok. Misterius, susah dimengerti, tapi bikin cinta mati hehehe

Dunia Handoko mengatakan...

Keren.. film-film woody allen emang the best deh...*jempol*