NAMELESS GANGSTER (2012)

Tidak ada komentar
Nameless Gangster adalah sebuah film yang cukup fenomenal di Korea Selatan, dimana film ini ditonton oleh sekitar empat juta penonton hanya dalam jangka waktu 26 hari pemutarannya. Sempat menempati posisi puncak Box Office Korea Selatan selama tiga minggu, film ini pada akhirnya berhasil meraup pendapatan diatas $30 Juta. Selain tema gangster, Nameless Gangster juga menjual nama pemain-pemain utamanya yang termasuk aktor papan atas. Disini ada Ha Jung-woo (The Chaser, The Yellow Sea) dan aktor senior Korea Choi Min-sik. Film ini sendiri bisa dibilang merupakan kembalinya Choi Min-sik setelah terakhir kali muncul di tahun 2010 lalu saat menjadi seorang pembunuh sadis dalam I Saw the Devil (dalam film animasi Leafie, A Hen into the Wild ia hanya menjadi pengisi suara). Tidak hanya sukses secara komersial, dari segi kualitas, film yang disutradarai oleh Yun Jong-bin ini juga banjir pujian. Salah satu pujian datang dari majalah Time yang menyebut Nameless Gangster sebagai sebuah film yang akan membuat Martin Scorsese bangga.

Choi Ik-hyun (Choi Min-sik) awalanya hanyalah seorang petugas pabean di sebuah pelabuhan yang sering menerima suap bersama dengan teman-temannya sesama petugas. Sampai suatu hari saat bertugas malam ia memergoki dua orang yang tengah membongkar muatan yang ternyata berisi 10 kilogram heroin. Choi memutuskan untuk menjual heroin tersebut kepada Choi Hyung-bae (Ha Jung-woo) yang merupakan seorang bos gangster yang disegani di Korea. Dimulai dari situlah kehidupan Choi Ik-hyun berubah. Memanfaatkan kemampuannya berbicara (atau lebih mungkin disebut "menjilat"), Choi mulai berubah dari sekedar seorang tak dikenal yang sok gansgter menjadi salah satu sosok mafia paling dikenal di Korea. Selain itu kita juga akan diajak melompat beberapa tahun kedepan disaat Presiden Korea menyatakan perang terhadap ulah gangster yang mengagungkan kekerasan, dimana pada saat itu Choi telah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Dalam 133 menit saya dibawa untuk menyaksikan sebuah bravura performance dari para aktor dalam film ini. Choi Min-sik adalah contoh sempurna dari seorang aktor yang mampu menjadi karakter yang dimainkan dibanding hanya sekedar memerankan orang lain. Seperti dalam Oldboy ataupun I Saw the Devil, Choi Min-sik memperlihatkan kapasitas sebuah akting yang hingga mencapai ke detil-detil karakternya. Choi Min-sik berhasil menampilkan sosok Choi Ik-hyun yang pandai bicara dan lebih mementingkan otak daripada otot disaat menjalankan bisnisnya sebagai seorang gansgter. Dia adalah seorang yang licik dan licin dalam menjalankan aksinya. Dia tidak ragu menghancurkan dan mengkhianati pihak lain yang menghalangi jalannya. Tapi apakah sosoknya hanyalah karakter licik dan jahat seperti itu? Nyatanya tidak karena Choi Ik-hyun punya alasan yang jauh lebih dalam disaat memutuskan terjun kedalam dunia gansgter dibanding hanya ingin meraih uang sebanyak mungkin. Choi Ik-hyun adalah seseorang yang bisa dibilang terbuang beberapa kali, mulai dari tempatnya bekerja, hingga saat ia sudah terjun dalam dunia gangster pun ia masih sering dipandang sebelah mata. 
Dari situlah saya merasakan bahwa dibanding hanya sekedar uang ia ingin menjadi sosok yang dipandang dan dihormati. Muak dengan segala kondisi yang merendahkan dirinya, Choi Ik-hyum ingin menjadi sosok yang dipandang bagaimanapun caranya. Tapi disisi lain tentunya ia juga mengincar uang dan harta sebanyak mungkin, dan itu tidak hanya untuk kepuasan pribadinya karena ia adalah sosok yang bisa dibilang family man. Ia sangat peduli dan menyayangi keluarganya, dan ia memanfaatkan kecerdasan dan posisi yang ia miliki untuk kepentingan pribadinya dan keluarganya sendiri. Selain Choi Min-sik, Ha Jung-woo juga tidak kalah memikat. Sosoknya terlihat lebih kalem namun juga menyimpan banyak hal termasuk rasa sedih akibat berbagai pengkhianatan yang pernah ia rasakan. Hubungan kedua karakter ini sendiri sebenarnya mempunyai keindahan tersendiri. Menjelang akhir film saat Choi Ik-hyum melihat foto-fotonya bersama Hyung-bae, saya langsung teringat bahwa mereka pernah menjadi sebuah kesatuan solid sebagai ganster dan keluarga yang hangat pula. Sebuah keindahan yang mungkin akan terlewat dibalik segala kekelaman dunia gangster. Ha Jung-woo sendiri terlihat mampu menjalin chemistry kuat dengan Choi Min-sik. Menarik melihatnya sama sekali tidak kalah walaupun harus beradu akting dengan aktor senior ini.

Durainya yang 133 menit sama sekali tidak melelahkan, karena Nameless Gangster benar-benar bisa menggabungkan unsur otot yang memperlihatkan beberapa kekerasan (meski tidak terlalu brutal) dengan otak yang membuat film ini menjadi sebuah sajian gansgter yang cerdas. Nameless Gangster tidak pernah mengagungkan kekerasan (baca: otot) ataupun otak. Film ini memperlihatkan kedua hal tersebut adalah hal yang saling mengisi dan diperlukan. Kisahnya mampu tampil begitu menghipnotis, sehingga membuat saya terus terpaku dan tidak mengalihkan perhatian sedikitpun dari layar. Saya benar-benar diajak mengikuti sebuah rangkuman perjalanan seorang gangster dan yang paling penting kisahnya memiliki hati. Tentunya dalam sebuah kisah tentang seorang biasa yang menjadi gangster akan ada sebuah momen penting dimana sang tokoh utama berubah luar dalam dari seorang biasa menjadi gangster. Jika dalam The Godfather momen itu adalah penembakan di restoran yang dilakukan Michael Corleone, maka dalam film ini momen tersebut muncul dalam adegan dimana Choi Ik-hyun terlibat dalam sebuah perkelahian didalam bar. Dari situlah saya merasa bahwa Ik-hyun telah menjadi sosok yang baru, benar-benar momen yang luar biasa.

Dengan kelebihan-kelebihan diatas, Nameless Gansgter terasa begitu manusiawi. Namun berbagai detail lain makin membuat nuansa realistis tersebut makin terasa. Jika ini adalah sebuah film Hollywood maka saya yakin akan ada lebih banyak adegan aksi yang digarap dengan begitu stylish, namun dalam Nameless Gansgter, adegan-adegan tersebut digarap dengan begitu realistis. Orang berkelahi disini mungkin tidak digarap dengan koreografer ciamik dan keren layaknya The Raid,tapi justru disitulah poin pentingnya. Apakah didunia nyata anda pernah melihat sebuah perkelahian yang tertata begitu keren? Tapi bicara syle film ini juga bisa terlihat keren tanpa harus berlebihan. Berbagai triumphant moment yang seringkali dibalut slow motion selalu terasa keren. Komentar bahwa film ini akan membuat Scorsese bangga sepertinya muncul karena nuansanya yang cukup mirip dengan film-film awal Scorsese. Bahkan ada sebuah adegan yang bagaikan (atau memang) sebuah penghormatan bagi adegan ikonik dalam Taxi Driver dimana karakter Choi Ik-hyun memegang pistol dan berbicara sendiri didepan cermin. Nameless Gangster adalah sebuah kisah tentang kontrol dan power yang pada presentasinya juga begitu kuat. Saya tidak tahu apakah Scorsese akan bangga melihat film ini tapi pasti ini adalah sebuah film gangster yang sangat bagus, salah satu yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar