MAMA (2013)

7 komentar
Mama aslinya adalah sebuah film pendek berdurasi hanya 3 menit yang dibuat oleh Andres Muschietti. Namun meski sangat pendek, tapi Mama sudah mampu memberikan tingkat kengerian yang luar biasa pada penontonnya. Lima tahun berselang, akhirnya versi panjang dari Mama yang masih disutradarai oleh Andres Muschietti dibuat. Dengan adanya nama Guillermo del Toro sebagai produser, sudah tentu film ini menarik untuk dinantikan, meski sebelumnya saya dibuat kecewa oleh Don't be Affraid of the Dark yang juga diproduseri oleh del Toro. Dengan adanya del Toro saya bisa memperkirakan bahwa film ini tidak akan berakhir menjadi film horror biasa, melainkan memiliki unsur dongeng seperti yang sudah menjadi ciri khas del Toro selama ini. Memanjangkan film yang aslinya 3 menit menjadi 100 menit tentu bukan hal mudah, karena itu keputusan untuk memilih Andres Muschietti sebagai sutradara adalah langkah yang bijak, karena Muschietti yang membuat film pendeknya pasti tahu betul mengenai Mama. Selain itu adanya nama Jessica Chastain yang notabene adalah salah satu aktris paling berbakat saat ini tentu membuat proyek ini semakin menjanjikan kualitas yang memuaskan.

Film ini menceritakan kisah tentang Jeffrey (Nikolaj Coster-Waldau) yang pada krisis ekonomi 2008 mengalami depresi dan memutuskan untuk membunuh rekan bisnis dan istrinya sendiri. Kemudian Jeffrey membawa kedua puterinya yang masih kecil, Victoria (3 tahun) dan Lilly (1 tahun) ke sebuah pondok di tengah hutan untuk membunuh keduanya. Namun sebelum itu sempat ia lakukan, Jeffrey ditangkap oleh sesosok makhluk misterius, dan cerita melompat lima tahun sesudah kejadian tersebut. Dikisahkan Lucas (diperankan juga oleh Nikolaj Coster-Waldau) yang merupakan saudara kandung Jeffrey terus mencari keberadaan Victoria dan Lilly yang menghilang. Sampai suatu hari keduanya ditemukan dalam kondisi layaknya hewan liar. Lucas dan sang istri, Annabel (Jessica Chastain) membawa Victoria dan Lilly ke rumah mereka dengan harapan keduanya bisa kembali normal sambil terus menerima perawatan psikologis dari Dr. Dreyfuss (Daniel Kash). Tapi satu hal yang tidak mereka ketahui adalah keberadaan sosok misterius yang dipanggil oleh Victoria dan Lilly dengan sebutan "Mama".

Seperti yang sudah saya perkirakan sebelumnya, Mama akan punya sentuhan khas del Toro meski dia tidak duduk di kursi sutradara. Sentuhan khas yang saya maksud tentunya adalah terasanya unsur dongeng yang menghiasi jalan cerita film ini. Memang tidak terlalu kental ataupun sekuat film-film del Toro lainnya, tapi Mama tetap punya fairy tale sendiri yang membedakan kisahnya dengan film horor hantu-hantuan pada umumnya. Saya menyukai aspek fairy tale tersebut dan bagaimana kisah ala dongengnya dihadirkan. Sosok Mama sebagai hantu dalam film ini bukan sekedar hantu yang asal meneror tanpa alasan jelas. Saya suka bagaimana Mama diceritakan punya latar belakang yang cukup tragis dan pada akhirnya dia melakukan teror sebagai hantu dengan mempunyai alasan. Karakter hantu dalam sebuah film biasanya terlupakan untuk diberikan karakterisasi, tapi hantu dalam film ini punya karakterisasi bahkan punya perasaan. Hantu di Mama bukan sekedar sosok seram yang doyan menakut-nakuti orang, tapi lebih kepada inkarnasi dari sosok yang mengalami kesedihan dan kegetiran semasa hidupnya, dan kembali ke dunia sebagai bentuk dari urusan yang belum ia selesaikan. 
Layaknya film-film yang berhubungan dengan del Toro lainnya, Mama juga punya nilai plus dalam aspek visualnya. Keindahan yang kelam sangat terasa dalam gambar-gambar yang tersaji dengan baik dalam film ini. Mulai dari efek kemunculan hantu yang meyakinkan, adegan flashback yang menghadirkan gambar dengan pewarnaan yang unik namun tetap terasa kelam, hingga momen akhir yang disajikan dengan begitu indah tapi tidak pernah kehilangan aura gothic yang begitu melekat pada diri del Toro selama ini. Namun ini adalah film horor, jadi seindah apapun grafisnya atau sedalam apapun ceritanya akan menjadi percuma kalau tidak bisa menghadirkan kengerian bagi penonton. Mama sendiri termasuk cukup berhasil menghadirkan momen-momen seram. Memang kebanyakan berasal dari trik lama, yaitu mengagetkan penonton lewat kemunculan hantu yang tiba-tiba dan dibalut iringan musik yang menghentak. Trik yang bisa dibilang basi tapi masih cukup efektif untuk memberikan kengerian, apalagi di beberapa adegan kemunculan sosok Mama tidak hanya mengagetkan namun juga terasa mengerikan. Sayangnya Muschietti terasa tidak sabar untuk segera memunculkan sosok sang hantu. Sedari awal sang hantu sudah tidak malu-malu menampakkan wujudnya dengan begitu jelas. Sangat disayangkan, pada akhirnya di momen klimaks sosok Mama tidak lagi menyeramkan, bahkan agak membosankan akibat sudah terlalu sering dimunculkan.

Saya suka penampilan Jessica Chastain disini. Jika sebelumnya ia identik dengan sosok wanita berambut merah dan berkulit putih mulus, maka dalam Mama Chastain terlihat berbeda. Rambutnya hitam, kulitnya tidak seputih biasanya, dan ada beberapa tato yang membuat sosoknya terlihat lebih liar. Belum lagi berbagai kata-kata kasar yang ia keluarkan membuat saya begitu menyukai sosoknya disini. Bukti bahwa Jessica Chastain memang bisa memainkan karakter yang berbeda dan cukup pintar dalam memilih proyek film. Saya justru merasa sosok Lucas yang diperankan Nikolaj Coster-Waldau tidak penting dan kemunculannya begitu pointless. Lucas hanya dipakai sebagau penghubung antara latar belakang Vicoria dan Lilly dengan Annabel yang memang jadi sorotan utama. Selebihnya ia hanya melakukan hal-hal tidak berguna. Secara keseluruhan filmnya sendiri saya cukup puas ditakut-takuti dan dibuat kaget oleh Mama. Andaikan hantunya tidak terlalu sering dimunculkan dan lebih fokus pada pembangunan suasana, maka film ini akan jauh lebih bagus dan menyeramkan. Apalagi pada dasarnya Mama sudah bersedia "repot" membangun jalan cerita yang lebih berisi dan memasukkan kisah drama ibu dan anak yang cukup menjadi pondasi kisah film ini.


7 komentar :

  1. Bakso SS11:30 PM

    Ane secara khusus kasih standing applause buat isabelle nellise yg meranin Lily. Kayanya ga perlu sosok MAMA buat nakut2in ane,pas pertama kali Lily turun dari tangga dengan spider stylenya udah bikin merinding Gan!hahahaha...

    Kalo menurut ane,film ini bagus karena ada sentuhan dramanya dan endingnya juga tuntas,ga gantung kaya another scary movie.

    Overall 7,5/10

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget, banyak adegan yang cuma ngelibatin Lily udah kerasa serem. Setuju, salah satu kekuatan utama film ini bukan cuma di momen serem tapi justru di dramanya yang bikin karakter Mama lebih mengena

      Hapus
  2. Anonim12:54 AM

    yang kuat di MAMA ini menurutku selain cerita adalah karakter.
    ada tiga karakter kuat disini,annabel,victoria dan lily.
    annabel sebenernya bukan tokoh lovable dalam film horror.karena biasanya tokoh heroine cewe dalam film berjenis ini biasanya cenderung tipikal gadis baik2 yang kebetulan sial.tapi,berbeda dengan annabel,gitaris band rock,bertato gurita,dan bermulut sampah,tapi herannya berkat kegemilangan akting chastain saya sangat suka dengan karakternya.
    victoria lain lagi,megan charpentier pandai memainkan emosi penonton karena sikapnya yang gamang terhadap annabel.sorot matanya misterius,tapi kita tahu victoria sangat sayang kepada annabel tapi di sisi lain tidak bisa lepas daro lily dan MAMA
    isabelle nelise sanggup memberikan nafas kepada karakter lily yang creepy dan seakan kita semua tahu ada yang tidak beres dengan lily,seringainya,sorot mata,gestur sanggup membuat saya bergidik.meyakinkan penonton bahwa ia berpegang teguh pada MAMA dari awal sampai akhir.

    BalasHapus
  3. Ngeliat lili ngesot aja uda bikin njingkat bin teriak2 gak jelas .haha at least acungi jempol buat annabele perannya keren.yg ga ngerti itu "mama" dulunya siapa sih dia?


    BalasHapus
  4. aku sudah lama punya film ini, tapi entah knp belum kutonton sampai sekarang. padahal aku penyuka film horor.

    BalasHapus
  5. Mama adalah film horor yg menakutkan sekaligus mengharukan,, ini film terbaik dr yg terbaik,, (menurutku") :)

    BalasHapus
  6. Film ini bisa di bilang seram tapi alur ceritanya ngaco dan terlalu di buat seperti dongeng.
    Jadi tidak nyambung sama sekali.
    Bisa di bilamg ini film horor yang sangat jelek yang pernah saya lihat

    BalasHapus