NIGHTCRAWLER (2014)

7 komentar
Suka atau tidak, sekarang adalah era dimana banyak orang menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang dan kekuasaan. Tidak hanya bagi mereka yang ambisius, hal itu terjadi juga pada orang-orang tidak mampu yang rela melakukan pekerjaan apa saja demi sesuap nasi, supaya bisa bertahan hidup. Berbagai macam kegilaan memang telah mengakar kuat diantara masyarakat sekarang ini, dan berbagai macam kegilaan itulah yang dituturkan oleh Dan Gilroy dalam debut penyutradaraannya ini. Menghadirkan Jake Gyllenhaal (yang semakin pintar memilih peran) dalam versi super kurus, Nightcrawler berpusat pada sosok Louis Bloom (Jack Gyllenhaal), seorang pria pengangguran yang mencari uang dengan cara mencuri. Barang apa yang dicuri Bloom? Jawaannya apa saja, mulai dari pagar kawat dan barang-barang rongsokan sampai sepeda balap. Tapi meski telah banyak mencuri barang, itu tetap belum bisa mencukupi kehidupan Lou. Dia butuh suatu pekerjaan tetap dengan prospek jangka panjang untuk menghasilkan banyak uang. Setelah gagal dalam beberapa lamaran pekerjaan, akhirnya Lou mendapat sebuah inspirasi.

Dia terinspirasi untuk menjadi seorang juru kamera amatir yang merekam kejadian untuk kemudian menjual footage tersebut pada stasiun televisi untuk ditayangkan dalam siaran berita. Berberak kamera, GPS dan kemampuan yang semuanya serba terbatas, Lou akhirnya nekat turun ke jalan, merekam berbagai macam kejadian meski tidak semuanya berujung kesuksesan. Sampai akhirnya kenekatan Lou membuahkan hasil dimana ia berhasil merekam footage korban penembakan dari jarak dekat lalu menjualnya ke sebuah stasiun televisi. Kepala bagian berita pagi di stasiun televisi itu, Nina Romina (Rene Russo) tertarik akan bakat dan kejelian mata Lou dalam merekam. Nina pun menjanjikan banyak uang apabila Lou sering menyetor rekaman-rekaman bagus pada mereka. Rekaman bagus yang dimaksud Nina adalah yang mengandung unsur kekerasan, sadisme, dan tragedi. Tentu tidak mudah, karena berbagai kejadian itu tidak terjadi setiap hari, apalagi saat ini angka kriminalitas di Los Angeles tengah menurun. Pada saat itulah kepintaran sekaligus kegilaan Lou memberinya ide untuk membawa pekerjaan itu ke tingkatan yang lebih tinggi...dan sinting.
Boleh saja film ini mengusung genre thriller-kriminal sebagai jualan dan fokus utama, tapi aura horor amat kental terasa. Horor, karena semua yang hadir begitu dekat dengan kehidupan di sekitar kita. Sekilas Lou dan berbagai langkah gilanya begitu fiktif, tapi coba perhatikan lagi maka anda akan menemukan bahwa semua aspek sering kita temui di keseharian entah disadari atau tidak. Salah satunya jelas seperti yang saya singgung diawal, yakni tentang kegilaan mereka-mereka yang bersedia melakukan apapun demi uang atau jabatan. Lebih jauh lagi, kita akan menemukan hubungan negatif antara penonton dengan berita televisi. Masyarakat saat ini akan lebih "senang" melihat kekerasan, bahkan kecelakaan di pinggir jalan pun mengundang lebih banyak penonton daripada pementasan seni. Disisi lain, hal itu dimanfaatkan oleh stasiun televisi untuk menyiarkan berita-berita negatif itu, bahkan mulai meminggirkan kebenaran, dan memuja dramatisasi yang menyebabkan siaran berita saat ini banyak yang tidak jauh beda dengan sinetron. Selain itu, kesan horor juga hadir berkat pengemasan atmosfer yang dilakukan Dan Gilroy. Adegan-adegan Lou merekam footage-nya terasa mencekam dengan banyaknya kematian tragis tapi realistis serta pembangunan atmosfer layaknya mocku-horror.
Bicara soal pengemasan adegan dan intensitas, Nightcrawler juga berhasil menampilkan sebuah adegan car chase yang luar biasa. Intens, menegangkan, penuh kejutan dan ditutup dengan satu lagi hal sinting, membuat adegan itu saya yakin bakal menjadi adegan car chase terbaik tahun ini mengalahkan mayoritas film-film action yang justru lebih sering melempem menyuguhkan momen semacam itu. Tidak hanya dalam penyutradaraan, dalam penulisan naskahnya pun Dan Gilroy berhasil dengan baik disini. Banyak sekali dialog-dialog yang dikemas menarik, seringkali menggelitik, lengkap dengan pertukaran dinamis antar tia-tiap tokoh. Tentu saja itu tidak akan berhasil tanpa akting bagus para aktornya. Tanpa bermaksud mengecilkan kontribusi pemain lain seperti Rene Russo yang tampil baik, film ini jelas jadi panggung Jake Gyllenhaal. Lihat gesturnya yang kalem, lihat ekspresinya yang menyedot atensi, lihat bagaimana ekspresinya seringkali bisa "meletup" entah dengan tawa, senyum, atau bahkan amarah. Lou sebagai seorang yang mampu mengontrol psikologis orang lain hanya dengan kata-kata, penuh kecerdasan, membenci dunia (dan manusia-manusia), serta begitu egois dan "sakit" pun dihadirkan sempurna oleh Gyllenhaal. Lou Bloom adalah gambaran sempurna bagaimana orang pintar belum tentu mereka yang well-educated seperti yang disebutkan banyak institusi, tapi mereka yang mau belajar.

Saya suka ending film ini yang makin mendekatkan film dengan kondisi sekarang. Kenapa? Karena jika sosok seperti Lou diperlihatkan akhirnya gagal, berhenti atau mati itu sangat jauh dari cerminan kenyataan dimana orang-orang seperti dia masih belum mati dan tetap akan terus beraksi. Penuh dengan gelapnya malam berhiaskan gemerlap lampu-lampu, Nightcrawler adalah film tentang ambisi. Kata "malam" sendiri merupakan perlambang dari kegelapan, atau jika dikaitkan dengan tema "ambisi" yang diusung, kegelapan disini berarti dark path atau jalan gelap yang diambil karakternya untuk bisa memenuhi ambisi mereka tersebut. Begitu menegangkan, menyeramkan dan gilanya film ini memang menunjukkan sudah segila dan seseram apa dunia beserta masyarakat yang tinggal di dalamnya saat ini. Twisted movie with twisted characters.

7 komentar :

Comment Page:
Kevin Costner mengatakan...

4.5/5

Amri Fathoni mengatakan...

kok aku ngroso "nuansa"ne mirip "Drive"e Nicolas Winding Refn yo?

Rasyidharry mengatakan...

Nuansa 80 tambah mobil neng tengah malam hehe

Angga Saputra mengatakan...

baca review nya jdi penasaran akan cerita nya . mirip dgn cerita di drama korea pinocchhio gak tttng reporter yg mencari rating tinggi dgn membohongi penonton dgn tayangan yg blm tentu benar atau salah nya .

Rasyidharry mengatakan...

Wah belum nonton itu, kalau "Nightcrawler" bukan lebih kearah benar/salah beritanya, tapi menyiarkan sesuatu yang "tidak layak" ditampilkan demi menduang rating tinggi sih

Angga Saputra mengatakan...

ntar sya donlot ajah penasaran sm film ini

Angga Saputra mengatakan...

baru nonton film ini di donlotan pengambaran seorang wartawan demi memperoleh keuntungan tapi lebih sadis lagi wartawan di drama pinocchio ...