SHANGHAI (2010)

Tidak ada komentar

Jejeran cast film ini emang terdiri dari nama tenar macam John Cusack, Gong Li, Chow Yun-Fat, sampe Ken Watanabe. Tapi biar gitu, nama yang saya anggap menjanjikan bisa menyajikan akting yang mumpuni hanya Ken Watanabe aja. Padahal pada awalnya Johnny Depp dikatakan sempet tertarik ikut main disini, tapi gak tahu kenapa gak jadi. Film ini pada penggarapannya juga punya cerita yang menarik. Film ini bersetting di Shanghai tapi gara-gara gak dapet ijin, film ini dibikin di Thailand dan London. Jadi bagi kru film ini adalah tantangan tersendiri buat menciptakan suasana yang mendekati keaslian kota Shanghai di tahun 40an.

Ceritanya sendiri bercerita tentang Paul Soames (John Cusack) seorang mata-mata Amerika Serikat yang datang ke Shanghai untuk menyelidiki kematian seorang sahabatnya yang juga mata-mata. Saat itu Shanghai jadi satu-satunya kota di China yang belum dikuasai jepang walopun tinggal nunggu waktu. Dalam penyelidikiannya Paul bertemu dengan Anthony Lan-Ting (Chow Yun-Fat) seorang pimpinan mafia. Paul malah ebrteman dengannya. Kedekatan mereka akhirnya berujung juga pada kedekatan Paul dengan istri Lan-Ting yang bernama Anna (Gong Li).

Lama kelamaan Paul malah tertarik dengan Anna. Anna sendiri terlihat mencurigakan gerak-geriknya sehingga salah seorang perwira Jepang, Tannaka (Ken Watanabe) mencurigainya sebagai pemberontak melawan pasukan Jepang. Penyelidikan Paul ternyata harus menghadapi banyak misteri dan bahaya invasi pasukan jepang.

Seperti yang udah saya singgung diatas kalo jajaran cast yang cukup tenar itu meragukan kemampuannya. Dan emang John Cusack sebagai tokoh utama emang gak bermain buruk tapi gak istimewa. Gong Li juga sepertinya lebih menonjol sisi sensualnya dibanding aktingnya. Ken Watanabe seperti biasa tampil baik walopun kali ini gak spesial. Kemudian dari segi membangun setting Shanghai, film ini terlihat berhasil menghidupkan kota Shanghai dengan situasi jadulnya beserta dandanan orang didalamnya. Alur yang dihadirkan juga kurang bisa memacu saya untuk merasakan ketegangan yang seharusnya menjadi salah satu jualan utama film ini.


RATING:

Tidak ada komentar :

Posting Komentar