LEGEND OF THE GUARDIANS: THE OWLS OF GA'HOOLE (2010)

2 komentar
Zack Snyder menyutradarai sebuah film animasi? Dimana tokoh utama film itu adalah burung hantu yang lucu dan imut? Terdengar seperti sebuah lelucon dan apabila terjadi sungguhan maka pesimisme akan terdengar dari banyak pihak. Tentu bukan pesimisme akan kualitas film, karena sampai saat ini film-filmnya selalu tergolong berkualitas baik. Yang diragukan adalah apa mungkin Snyder bisa membuat film animasi yang layak tonton semua umur termasuk anak-anak? Lihat deretan filmography Snyder yang diisi film-film gelap dan biasanya banjir darah. Mulai dari remake film zombie "Dawn of the Dead", Film sparta banjir darah "300", sampai sebuah film superhero yang sangat dark tapi diakui sebagai salah satu yang terbaik, "Watchmen". Tapi nyatanya Snyder memang membuat film animasi berkarakter utama burung hantu nan lucu dan imut.  Film ini didadaptasi dari buku "Guardians of Ga'Hoole Series" yang terdiri dari 15 volume dan film ini mengambil dari 3 volume pertamanya.

Soren adalah burung hantu yang bisa dibilang masih muda dan hidup bersama keluarganya yang terdiri dari ayah, ibu, dan 1 kakak bernama Kludd dan adik bernama Eglantine. Mereka bertiga sering mendapat cerita dongeng perjuangan heroik dari para burung hantu penjaga yang dikenal sebagai "The Guardians" yang tinggal di pohon Ga'Hoole. Berbeda dengan Soren dan Eglantine yang sangat antusias dan mempercayai cerita tersebut, Kludd kurang suka dan menganggap itu semua hanya khayalan belaka. Kludd dan Soren sendiri kurang akrab dan sering bertengkar. Kludd merasa iri dengan perkembangan adiknya. Suatu hari akibat bertengkar mereka terjatuh dari pohon. Mereka lalu dibawa pergi oleh 2 ekor burung hantu yang ternyata adalah salah satu dari anggota "Pure One" yang merupakan kelompok burung hantu jahat yang dipimpin oleh Nyra dan pasangannya yang merupakan musuh bebuyutan para Guardian, Metalbeak.
Kludd diluar dugaan merasa betah disana karena merasa dihargai dan akan dijadikan prajurit. Soren yang merasa rencana Pure One adalah rencana jahat mencoba kabur bersama beberapa temannya untuk pergi mencari pohon Ga'Hoole dan menyeberangi samudera guna meminta bantuan para Guardian dan memberi tahu kalau Metalbeak masih hidup.

Kalau pertanyaannya apakah Zack Snyder mampu membuat film animasi yang seru tapi tetap layak tonton semua umur maka jawabannya adalah "Ya". Film ini memang masih menggunakan ciri khas Slow Motion Snyder khususnya saat adegan action. Tapi film ini tidak memasukkan ciri khas Snyder yang satu lagi yaitu ceceran darah. Adegan action yang ada dibuat sebisa mungkin layak tonton. Padahal action di film ini berpotensi menjadi adegan action yang penuh darah dan sadis kalau Snyder mau. Tapi dia berhasil membuatnya tetap seru walaupun tanpa darah. Tampilan visual film ini juga luar biasa. Animasi yang halus, tajam, dan realistis dalam penggambaran burung hantu serta pemandangan yang indah membuat mata tidak bosan memandang. Film ini sebenarnya dirilis dalam format 3D. Dan untuk pertama kalinya saya menyesali tidak menonton sebuah film dalam format 3D karena saya yakin efek visual film ini pasti akan terlihat indah dalam balutan 3 Dimensi.

Lain lagi kalau ditinjau dari segi cerita. Basic cerita ini adalah cerita "zero to hero". Dan Snyder tidak melakukan hal lain untuk menambal kisah pasaran ini selain mempercantik visualnya. Cerita yang dihadirkan sangat standar dan predictable. Bagaimana seorang burung hantu biasa yang bermimpi setinggi langit akhirnya mampu meraih mimpi itu dan menjadi pahlawan seperti yang dia impikan. Tidak ada kejutan ataupun twist lain yang membuat ceritanya lebih menarik. Hal itu juga masih ditambah dengan plot hole yang memang sering terjadi dalam sebuah film adaptasi buku. Sebagai contoh bagaimana mungkin Kludd yang awalnya kalah jago dari Soren tiba-tiba bisa dengan mudah emnjadi begitu hebat dan dipilih sebagai salah satu prajurit kepercayaan Metalbeak? Proses latihan  Soren juga begitu singkat. Padahal kalau lebih diperdalam saya yakin akan lebih menarik. Toh durasi film ini secara kseluruhan baru 90 menit lebih sedikit. Tidak ada salahnya menambah durasi sekitar 15 menit guna meminimalisir plot hole. Saya yakin dengan visual yang begitu indah anak-anak tetap tidak akan bosan menonton film selama sekitar 100 menit.

2 komentar :

Comment Page:
Bidku polda gtlo mengatakan...

ngga ada lanjutannya?

Rasyidharry mengatakan...

Kemungkinan besar nggak. Secara finansial nggak seberapa untung dan review-nya biasa aja.