CHAPLIN (1992)

Tidak ada komentar
Siapa sih yang tidak kenal Charlie Chaplin? Komedian legendaris yang terkenal dengan kumis eksentrik (yang mungkin menginspirasi Adolf Hitler dan Jojon?) dan style komedi slapstick bisu ini sudah pasti namanya dikenal oleh tiap orang bahkan yang belum pernah menonton filmnya sekalipun (termasuk saya). Oscar sampai memberikan special awards bagi Chaplin sebagai pengakuan atas kontrbusinya di dunia perfilman. Lebih dari 80 film telah dia buat dan sekitar 75 lebih diantaranya adalah film bisu. Tentunya adalah hal yang wajar jika sosok ini dibuatkan film biopic yang menceritakan jalan hidup dan karirnya. Tokoh Charlie Chaplin sendiri dimainkan oleh Robert Downey Jr. dimana dia mendapat nominasi "Best Actor" Oscar dan Golden Globe serta memenangkan BAFTA untuk kategori sama atas perannya sebagai Charlie Chaplin.

Film ini bercerita dengan alur yang bergantian antara masa tua Charlie dimana dia sedang membicarakan tentang autobiografi yang sedang dia tulis bersama George Hayden (Anthony Hopkins) dan masa-masa perjalanan hidup Charlie Caplin dari saat dia masih kecil hingga akhirnya dia menjadi seorang legenda seperti sekarang. Sejak kecil hidup Charlie tidaklah mudah dimana dia harus hidup miskin karena sang ibu, Hannah Chaplin (Geraldine Chaplin) tidak mampu menghasilkan cukup uang dan karena kondisi itu Hannah mengalamai gangguan jiwa dan harus direhabilitasi. Sejak itulah Charlie mulai berusaha hidup dengan mengandalkan kemampuannya sebagai komedian yang memperagakan orang mabuk.
Karir Chaplin mulai berkembang dan dia kini adalah bintang film bisu besar. Bahkan Chaplin mulai mengembangkan sayap untuk menyutradarai filmnya sendiri. Charlie Chaplin juga memiliki beberapa problem hidup pelik dan satu yang paling sering mengganggunya adalah masalah wanita. Charlie pernah menikah 4 kali. 3 diantaranya berakhir dengan perceraian karena berbagai faktor salah satunya karena kesibukan Charlie sehingga dia jarang bisa meluangkan waktu untuk keluarga. Charlie juga pernah dituduh menghamili seorang wanita yang walaupun tes darah membuktikan itu bukan anaknya tapi Charlie yang kalah di pengadilan tetap harus menghidupi anak tersebut. Selain itu Charlie juga pernah mendapat tuduhan menjadi seorang komunis. Bahkan dia akhirnya diusir dari Amerika saat sedang berlibur ke London bersama sang istri.

Robert Downey Jr. memang luar biasa! Dia berhasil menghidupkan kembali seorang Charlie Chaplin. Ada 2 tipe Charlie yang mampu dia tampilkan. Yang pertama adalah pribadi Charlie yang asli, yang satu adaah Charlie Chaplin sebagai "Trump" tokohnya yang legendaris dan ikonik. Kedua sosok tersebut mampi dia tampilkan dengan baik. Saya sangat menyukai saat dia Downey Jr. sedang menjadi Trump dimana dia mampu melakukan gerakan dan gestur komedi dari seorang Charlie Chaplin dengan nyaris sempurna. Sekarang ini mungkin hanya Johnny Depp yang bisa menandingi Donwney Jr. dalam memainkan karakter unik macam ini. Lihat juga bagaimana saat dia menjadi Chaplin tua yang mengingat masa jayanya dengan ratapan haru.

Dalam sebuah adegan pengambilan gambar film Chaplin secara one shoot saya dibuat kagum dengan permainan Downey Jr. yang mampu menghidupkan karakter Charlie Chaplin yang komikal itu. Akting pemain lain juga memuaskan termasuk Geraldine Chaplin yang tidak lain adalah putri kandung Charlie Chaplin dari istri terkahirnya, Oona O'Neill. Geraldine bermain sebagai Hannah Chaplin, ibu dari Charlie Chaplin alias neneknya sendiri. Mungkin hal itulah yang bisa membuat Geraldine mampu tampil dengan alamiah menunjukkan kegilaannya yang begitu terlihat disebabkan karena depresi berkepanjangan.

Kelebihan lain yang dimiliki film ini selain akting para pemainnya adalah banyaknya adegan yang ditampilkan dengan teknik seperti film-film bisu Charlie Chaplin lengkap dengan gestur komikal para pemainnya. Yang sayangnya hal itu tidak terlalu banyak ditampilkan padahal bagi saya itu menghibur dan mendukung sisi cerita dari kehidupan Charlie Chaplin. Beberapa footage dan cuplikan film Chaplin juga lumayan menghibur dan mampu membuat saya tertawa. Sayangnya selain akting pemain hanya itulah kelebihan yang saya rasa dari film ini. Sebuah biopic saya anggap bagus jika mampu menampilkan sisi lain dari tokoh yang diangkat dan bila perlu menyajikan fakta-fakta yang belum banyak orang tahu tentang tokoh tersebut.

Film ini sebenarnya sudah berusaha kearah sana tapi sayangnya semua terasa tanggung. Tidak ada hal yang dieksplor dengan porsi yang pas sehingga membuat filmnya menarik. Konflik dengan para wanita di kehidupan Charlie terasa biasa saja. Bahkan hubungannya dengan Hetty, wanita yang begitu dia puja hingga menjadi inspirasi film-filmnya juga tidak tergali dengan baik sehingga saya merasa biasa saja dengan hubungan mereka. Konflik yang muncul cukup membosankan buat saya. Untungnya saya tidak pernah disuguhi adegan yang tidak memunculkan seorang Robert Downey Jr. karena dia adalah hiburan terbesar dan penyelamat film ini.

RATING:

Tidak ada komentar :

Comment Page: