THE THING (1982 & 2011)

14 komentar
Pada tahun 1982 John Carpenter membuat sebuah remake bagi film The Thing From Another World yang dirilis pada tahun 1951. Alasan Carpenter membuat remake adalah karena dia amat menyukai film tersebut dan menurutnya amat disayangkan film sekeren itu jarang orang yang tahu. Hal itulah yang membuat Carpenter membuat remake-nya yang meskipun juga jeblok dipasaran karena kalah bersaing dengan E.T. tetapi telah berhasil mendapat status cult dan dianggap sebagai masterpiece dari Carpenter. Selang 29 tahun giliran sutradara Matthijs van Heijningen Jr. yang mengangkat The Thing ke layar lebar. Tapi kali ini bukanlah remake dari film Carpenter melainkan sebuah prekuel, setidaknya itu yang dia katakan. Jadi versi mana yang lebih bagus?

THE THING (1982)
Versi Carpenter dibuka dengan adegan seekor anjing yang tengah dikejar-kejar oleh seorang Norwegia yang menaiki helikopter sambil menembaki anjing tersebut. Pengejaran tersebut akhirnya sampai di sebuah camp milik American Antartic Research. Tidak jelas apa maksud dari orang tersebut mengejar dna mencoba membunuh anjing itu. Tapi meski tidak mengerti apa yang diucapkan oleh si orang Norwegia yang akhirnya tewas tertembak itu, para peneliti Amerika yang ada disana tau bahwa ada yang tidak beres. Mereka lalu memutuskan mendatangi tempat yang diduga adalah camp milik orang Norwegia tersebut dan menemukan pemandangan yang mengerikan berupa mayat dan sebuah bangkai yang hangus terbakar. Meski mereka makin menyadari ada keanehan tapi belum ada yang tahu pasti bahwa semua itu adalah akibat dari teror alien ganas yang mampu bertansformasi dan menduplikasi sel makhluk hidup dan menirunya dengan sempurna.

The Thing versi Carpenter ini adalah sebuah horor yang memuaskan bahkan saya tidak ragu menyebutnya sebagai film yang bagus. Memang beberapa bagian plot-nya terasa tidak masuk akal tapi sekali lagi sebuah film horor bisa dianggap berhasil apabila mampu membuat penontonnya merasakan takut, setidaknya itu pendapat saya pribadi. Film ini mampu memberikan ketegangan-ketegangan dalam berbagai momennya baik itu disaat si alien muncul ataupun disaat momen yang tidak memunculkan alien tersebut. Sebuah adegan tes darah di tengah film juga menegangkan. Tapi yang paling keren tentunya adalah desain aliennya yang creepy meski di jaman itu belum ada CGI. Kemunculan aliennya benar-benar efektif, momen gore yang ada juga mampu menambah kesan seram. Misteri tentang who's who cukup menarik meski bukan misteri yang pintar juga. Sayang hubungan antar tokoh kurang digali, padahal setidaknya jika hubungan antara MacReady (Kurt Russell) dan Childs (Keith David) lebih diperdalam lagi maka akan sangat menarik meliha keduanya melakukan teamwork. Tapi overall versi Carpenter adalah horor yang baik dan layak menjadi klasik.



THE THING (2011)
Pembuatan film ini dimaksudkan untuk menjadi sebuah prekuel yang akan menjawab berbagai pertanyaan yang ada dalam versi Carpenter. Saya justru tidak mengerti pertanyaan apakah yang coba dijawab karena saya rasa tidak ada pertanyaan yang tertinggal dalam versi Carpenter. Menyatakan film ini sebagai prekuel memang tidak salah karena film ini mempunyai setting tepat sebelum film versi 1982-nya dimulai. Ahli paleontologist, Kate Lloyd (Mary Elizabeth Winstead) dimintai tolong untuk meneliti sesosok makhluk yang membeku di Antartika selama 100.000 tahun. Selanjutnya seperti yang kita tahu makhluk itu adalah alien yang muncul di film sebelumnya dan mulai membunuhi para kru sekaligus meniru wujud mereka. Tidak ada yang berbeda dalam cerita versi 2011 ini. Setting-nya memang prekuel tapi jalan ceritanya berasa remake dari versi Carpenter. Hanya saja bagian opening-nya beda dan ending-nya adalah kisah tepat sebelum opening versi Carpenter, yaitu seekor anjing yang dikejar oleh helikopter.

Kekurangan film ini bukan hanya pada pengulangan cerita saja tapi nuansa kengeriannya juga sangat kurang. Tidak ada momen menegangkan layaknya versi tahun 1982. Jika film Carpenter punya adegan tes darah yang menegangkan, versi 2011 ini malah punya tes "tambalan gigi" yang konyol dan tidak menegangkan sama sekali. Jika pada versi 1982 saya menganggap karakternya kurang tergali, versi 2011 ini jauh lebih buruk lagi. Sosok monster CGI-nya memang lebih modern tapi tidak ada kesan seram sedikitpun. Begitu pula momen saat alien tersebut membunuh mangsanya yang begitu cupu, tidak seram dan nyaris tanpa gore. Beberapa elemen yang mengaitkan film ini dengan versi aslinya mungkin jadi nilai lebih dengan syarat anda sudah menonton versi 1982-nya lebih dulu. Kelebihan ada pada diri Mary Elizabeth Winstead dengan wajah cantiknya yang dengan begitu keren memegang flamethrower. Ya, satu-satunya kelebihan versi 2011 ini hanya pada Mary Elizabeth Winstead dimana pada versi Carpenter tidak ada satupun karakter wanita. Hanya wajah cantiknya yang mampu membuat saya bertahan menyaksikan horor yang tidak seram ini. Aspek lainnya? Membosankan dan mengecewakan meski bukan film yang amat buru. 

14 komentar :

Comment Page:
Herman AN mengatakan...

Saya baru menonton film the thing (2011) ini sekitar 1 minggu yang lalu. Sebenernya saya gregetan juga sama endingnya yang ngga jelas. Ternyata jawabannya malah ada di film the thing versi 1982.

Eh,btw mo nanya. (tanpa bermaksud kasih spoiler) Di film the thing (2011),cowok terakhir yang ada di mobil,yang antingnya ditindik itu sebenernya masih manusia atau udah jadi alien?brarti last man standingnya malah si tokoh cewenya ya?

Fariz Razi mengatakan...

wah warna layout nya baru nih hahaha suka juga sama The Thing yg original, nuansa paranoid nya dapet... The Thing yg 2011 walaupun prequel ujung2nya jadi kayak remake ya, gak begitu beda sama versi originalnya

Rasyidharry mengatakan...

Mencoba untuk membuat blog ini lebih suram #apasih
Yang versi 2011 menang M.E.W doang yang cantiknya beeeeh

obat herbal ambeien mengatakan...

kayanya serem ni film ..

ipan agustian mengatakan...

ini film horror terbaik yang pernah gw tonton. tapi pertanyaan nya di film the thing 1982 Macready sama temennya yang satu selamat dari alien atau gak sih???

Rasyidharry mengatakan...

Bagian itu emang sengaja dibuat ambigu biar penonton bisa ngasih interpretasi sendiri :)

Anonim mengatakan...

koq bisa begitu ya. kan aneh. terakhir si macready nya bilang "MENGAPA KITA TAK MENUNGGU TUK MELIHAT APA YANG TERJADI?" lalu dia minum weskey. aneeeeh banget. knapa dya gak kabur aja ya????? biar selamat.(mas ambigu itu apa sih?)

Rasyidharry mengatakan...

Buat bagian itu mungkin emang iseng-isengnya John Carpenter buat nyempilin sisi black comedy sama nampilin kesan badass. Atau bisa aja itu berarti si McGeady udah jadi alien. Ending ini emang terserah masing-masing penonton mau diartiin gimana.

Ambigu itu maksudnya bisa diartikan lebih dari satu pengertian. Kalo di film contohnya ya adegan-adegan nggantung/kurang jelas kayak ending film ini bisa dibilang ambigu

Anonim mengatakan...

ohhh. thankss.. :). tapi kan macready bintangnya. kok bintangnya mati...??? anehh

Rasyidharry mengatakan...

Wah bukan hal yang aneh dalam sebuah film kalo sosok protagonist mati :)

Anonim mengatakan...

iya deh. tapi mas saya mau nanya lagi nih di the thing 2011. kate llydon nya udah terinfeksi atau belum mas...?????

Rasyidharry mengatakan...

Kalo menurut saya sih si Kate akhirnya nggak terinfeksi deh :)

Irfan Agustian mengatakan...

ok. thank. kost dia masih cantik ya??? xixixi

Irfan Agustian mengatakan...

makanya gak terlihat terinfeksi.. wkwk