INLAND EMPIRE (2006)

1 komentar
Dibanding film-filmnya yang lain, Inland Empire sering dikatakan sebagai filmnya David Lynch yang paling susah dimengerti. Begitu membingungkannya film ini, pihak distributor kebingungan mengenai bagaimana cara promosi bagi film ini dan akan mengatakan tentang apakah film ini sebelum akhirnya mereka menuliskan tagline "Woman in Trouble" yang merupakan kata-kata dari David Lynch saat ditanya tentang apakah film ini. Bahkan aktris yang menjadi pemeran utama di film ini, Laura Dern juga tidak tahu pasti apa yang coba dibuat oleh David Lynch meskipun Lynch mengatakan bahwa interpretasi yang pernah dikatakan oleh Laura Dern dalam sebuah interview adalah sebuah interpretasi yang paling mendekati makna sesungguhnya dari Inland Empire. Perjuangan untuk menonton Inland Empire sendiri terasa cukup berat bagi saya. Selain karena memang ceritanya sulit dimengerti, durasinya juga tergolong epic yaitu mendekati tiga jam! Tiga jam dalam dunia sureal seorang David Lynch memang bisa terasa menyenangkan tapi juga bisa terasa begitu melelahkan.

Menuliskan plot dari Inland Empire juga hampir sama sulitnya dengan memahami apa yang coba ditampilkan David Lynch didalamnya. Pada awalnya Inland Empire berjalan dengan struktur yang agak mirip dengan Mulholland Drive dimana film dibuka dengan adegan yang nantinya akan membuat kita merasa kebingungan apa hubungan adegan opening tersebut dengan keseluruhan film. Dalam Inland Empire selain ada adegan seorang pelacur yang bernama Lost Girl (Karolina Gruszka) yang bertemu dengan kliennya lalu kemudian menonton televisi dan air mata mengalir di wajahnya. Yang dia tonton adalah sebuah sitcom yang menampilkan manusia berkepala kelinci. FYI adegan kelinci ini diambil dari sitcom yang dibuat oleh David Lynch dan ditayangkan secara online berjudul Rabbits dimana Naomi Watts dan Laura Harring menjadi pengisi suaranya. Setelah itu barulah kita diajak masuk kedalam plot utamanya yang menceritakan seorang aktris bernama Nikki Grace (Laura Dern) yang baru saja mendapatkan sebuah peran di sebuah film berjudul On High in Blue Tommorows. Kita akan diajak mengikuti kisah yang "normal" mengenai pra-produksi film tersebut yang kemudian berlanjut ke masa syuting. Barulah kemudian Lynch menampilkan kegilaannya yang saya rasa di film ini sudah mencapai taraf tergila yang pernah ia lakukan dalam film-film yang sudah saya tonton.
Puzzle dalam Inland Empire akan membuat misteri yang ada dalam Mulholland Drive bagaikan sebuah permainan anak-anak. Saya tidak berlebihan, karena film teranyar David Lynch ini memang punya plot yang jauh lebih rumit dan jauh lebih memusingkan dari Mulholland Drive. Setelah menonton film-film Lynch jelas yang ada di benar penonton adalah satu hal, yaitu "ini film tentang apa?" Berbeda dengan Mulhollan Drive yang sebenarnya sudah menyuguhkan jawabannya secara gamblang hanya saja Lynch mencoba membelokkan penontonnya lewat rangkaian misteri yang ada, dalam Inland Empire tidak hanya perjalanannya saja yang penuh belokan dan labirin. Untuk mencari jawaban dan konklusi film inipun saat kita sudah mencapai garis finish kita masih dihadapkan dengan sebuah puzzle yang memusingkan. Jika diibaratkan jalan, maka jalan yang kita tempuh di Mulhollan Drive adalah jalan satu arah yang penuh rintangan dan berliku-liku, maka jalan di Inland Empire adalah jalan yang punya cabang dimana kita harus satu persatu melewati cabang tersebut untuk tahu jalan mana yang benar dan di setiap cabang ada rintangan yang harus dihadapi. 
Yang makin membuat rumit adalah karena dalam Inland Empire kita bukanlah disuguhi sebuah cerita yang fokus. Sekali lagi saya akan menggunakan Mulholland Drive sebagai pembanding dimana kita tentu ingat bahwa dalam film tersebut kisah yang disuguhkan hanyalah berfokus di seputaran kedua tokoh utamanya dan kita "hanya" akan disuguhi misteri tentang masalah tersebut. Sedangkan dalam Inland Empire David Lynch menampilkan juga sub-sub permasalahan dari plot utamanya yang juga ikut dipelintir sebagai misteri dengan pemaparan yang absurd. Karena itulah penonton akan jauh lebih sulit untuk menafsirkan makna sesungguhnya dari film ini. Hal itu masih belum ditambah durasi yang lama dari film ini. Bayangkan saja kita akan disuguhi misteri-misteri bercabang dengan waktu nyaris tiga jam dimana Lynch nyaris tidak memberi petunjuk nyata. Saya paham maksud dari film-film Lynch yang membebaskan penonton menafsirkan sendiri kisahnya, namun untuk Inland Empire saya pribadi merasa Lynch sudah terlalu jauh mengeksplorasi sisi absurd dan surealnya. Saya sendiri tidak keberatan apabila tidak memahami jalinan kisahnya, namun Lynch juga gagal membuat filmnya ini konsisten menjadi tontonan menarik dalam durasi yang lama. Apa yang membuat Mulholland Drive memikat adalah karena saat filmnya berada dalam dunia yang normal, kisahnya tetap mampu berjalan dengan menarik. Berbeda dalam Inland Empire yang punya kisah drama yang membosankan. Apalagi misteri dan sisi sureal dalam film ini tidak hanya muncul dari permaianan gambar saja tapi juga dari dialog antar tokohnya.

Yang membuat lelah juga adalah gaya Lynch dalam mengambil sebuah gambar yang sering melakukan close-up begitu dekat. Tentu hal tersebut tidak mengganggu jika kualitas gambar dalam filmnya bagus. Dalam film ini Lynch memakai sebuah kamera video yang tentunya membuat gambar yang ada menjadi tidak terlalu bagus dan terasa cukup mengganggu. Lynch sendiri pernah menegaskan bahwa ia tidak akan menggunakan kamera film lagi untuk kedepannya. Sebuah keputusan yang saya harap akan diralat karena menyaksikan kualitas gambar dalam Inland Empire cukup melelahkan apalagi jika dalam sebuah adegan yang remang-remang atau bahkan gelap. Tapi biar bagaimanapun terasa sulit untuk membenci film ini disaat saya melihat adegan demi adegan absurd yang tidak bisa disangkal sangat unik meski tidak kesemuanya bisa saya mengerti maknanya. Lynch juga masih mampu menampilkan momen-momen mencekam dalam filmnya. Begitu banyak adegan mencekam yang tidak lupa dirangkai dengan iringan musik khas film-film Lynch yang bisa tiba-tiba bergemuruh dan menegangkan. Apalagi menjelang akhir film akan begitu banyak adegan yang mengerikan dengan gambar-gambar yang cukup disturbing. Meski sejauh ini Inland Empire adalah film Lynch yang tidak terlalu saya suka, tapi film ini juga film Lynch yang paling menyeramkan. Jadi tentang apakah film ini sesungguhnya? Tentang aktris yang terlampau jauh mendalami karakternya? Sebuah penyesalan? Kisah tentang "lahir kembali"? Atau apa? Saya rasa hanya Lynch yang tahu dan terserah penonton mau menafsirkan bagaimana.

RATING:

1 komentar :

Comment Page:
Gemilang Arya mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.