THE INNKEEPERS (2011)

1 komentar
Gedung tua yang berhantu jelas sudah sangat sering dipakai sebagai lokasi dalam film horror. Tapi itu tidak menghalangi Ti West untuk menjadikan sebuah hotel tua berhantu sebagai lokasi untuk film terbarunya ini. Ti West yang dikenal sebagai sutradara muda yang menjadi harapan bagi masa depan genre horror memilih Yankee Pedlar Inn yang terletak di Torrington, Connecticut. Ti West sendiri mendapatkan ide untuk membuat film yang berlokasi di Yankee Pedlar setelah pada saat melakukan shooting untuk film House of the Devil ia sempat menginap di tempat tersebut. Memang jika dilihat struktur dan suasana yang dimiliki oleh Yankee Pedlar sangat cocok untuk dijadikan set film horror. Lorong-lorong kamarnya, lobi, dan berbagai bagian di tempat tersebut terlihat cukup menyeramkan dan mengingatkan pada hotel di film The Shinning. Seperti judulnya, The Innkeepers bukannya menceritakan tentang pengunjung hotel yang mendapat teror tapi justru pengurus hotelnya yang mengalami teror tersebut.

Yankee Pedlar yang sudah berusia ratusan tahun akan segera dirobohkan, dan dalam minggu terakhir penginapan ini buka, hanya ada dua karyawan saja yang bekerja yaitu Luke (Pat Healy) dan Claire (Sara Paxton). Sedikitnya tamu yang menginap disana membuat Luke dan Claire mencoba mencari hal lain yang menarik untuk dilakukan. Akhirnya mereka justru melakukan sebuah penelusuran terhadap hal-hal supranatural yang dipercaya ada di Yankee Pedlar. Hal tersebut berawal dari website yang dibuat Luke tentang kejadian-kejadian dan legenda hantu yang ada disana. Claire yang awalnya tidak tertarik lama-kelamaan juga penasaran terhadap kebenaran cerita tersebut, khususnya pada cerita tentang hantu Madeline O'Malley yang konon katanya tewas gantung diri dalam sebuah tragedi dulu pernah terjadi dan katanya sampai sekarang masih sering menampakkan diri di penginapan tersebut. Tapi kegiatan iseng tersebut ternyata bisa membahayakan keselamatan mereka.
Ti West membagi film ini kedalam empat chapter dimana bagian pertama dan kedua lebih condong kepada pembangunan karakter dan pengenalan masalah yang dimulai secara perlahan. Bagian awal film ini memang dimulai dengan perlahan dan tidak terlalu banyak mengumbar adegan menyeramkan. Pada separuh lebih bagian awal, film ini lebih banyak melakukan perkenalan terhadap karakternya serta terhadap legenda yang ada dalam gedung tersebut dibandingkan langsung memperlihatkan terornya. Tetap ada adegan mengerikan tapi masih dalam jumlah yang sedikit. Bagi beberapa orang hal itu memang mungkin terasa membosankan, tapi saya tidak merasa seperti itu. Apa yang membuat paruh pertama tidak membosankan walaupun tidak banyak mengumbar adegan seram adalah berkat kemampuan Ti West menyuguhkan pada kita suasana Yankee Pedlar. Segala bagian gedung tersebut mampu selalu terlihat mengerikan, apalagi balutan scoring yang mencekam juga turut berhasil membangun suasana filmnya. The Innkeepers mampu membuat penontonnya merasa tegang menanti momen menakut-nakutinya tiba. Sebelum penampakan atau momen seramnya tiba The Innkeepers mampu membuat penontonnya tegang dan harap-harap cemas, dan saat momen itu tiba penonton berhasil dibuat kaget dan ketakutan. 

Selain itu, penampilan Sara Paxton sebagai Claire juga patut mendapat pujian. Karakternya begitu mudah disukai dengan segala tingkah polahnya yang lucu. Chemistry antara Sara dengan Pat Healy juga baik sehingga saat keduanya berbagi adegan selalu tercipta momen yang menyenangkan. Berkat hal itu pula paruh pertama The Innkeepers tidak terlihat sebagai sebuah horror melainkan lebih kepada sebuah drama komedi. Drama komedi yang menyenangkan untuk ditonton berkat penampilan mengesankan para pemainnya. Suasana seperti dramedi itu jugalah yang membuat setiap kali momen menakutkan dari film ini muncul, momen tersebut selalu efektif membuat penontonnya tegang dan takut. Penampakan hantunya juga menyeramkan. Tidak sering muncul tapi sangat menyeramkan saat muncul. Tidak perlu sosok hantu yang aneh-aneh, cukup sedikit polesan make-up dan terciptalah dua penampakan hantu yang menyeramkan. Klimaksnya memang mencekam, tapi sekali lagi hal-hal klise seperti tingkah bodoh karakternya saat sedang diteror kembali muncul disini, dan sayangnya itu muncul pada bagian klimaks. Tapi toh untungnya hal itu tidak sering terjadi, dan untungnya lagi film ini mampu ditutup dengan baik lewat sebuah ending yang tidak mengecewakan meski tidak memberikan hal baru.

RATING:

1 komentar :

  1. wah, Sara Paxton? Hmmm, lumayan, ntar coba ahh... Hehe...

    BalasHapus