IRON MONKEY (1993)

2 komentar
Nama Wong Fei-hung sang master kung-fu dari China memang sudah begitu terkenal dan melegenda. Bahkan sudah ada sekitar 80 lebih film yang menampilkan sosok sang kung-fu master seperti Once Upoun a Time in China yang dibintangi Jet Li hingga Drunken Master yang menampilkan Jackie Chan. Namun dalam Iron Monkey yang muncul bukanlah Wong Fei-hung yang sudah menjadi master kung-fu melainkan disaat dia masih dan tinggal bersama ayahnya yang juga ahli kung-fu, Wong Kei-ying. Film Iron Monkey sendiri sebenarnya adalah film yang dirilis tahun 1993 namun popularitasnya baru terasa disaat Miramax merilis film ini secara internasional pada tahun 2001 dengan Quentin Tarantino sebagai produser. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Tarantino memang pecinta film kung-fu, namun sebuah film yang sampai membuat Tarantino tergoda untuk merilis ulang secara luas berarti film itu memang film yang bagus. Dibintangi oleh Donnie Yen yang saat itu baru saja naik daun setelah bermain di Once Upon a Time in China, film ini berkisah tentang sosok misterius bernama Iron Monkey yang menjadi buronan pemerintah karena dianggap melawan hukum dan membahayakan. Padahal sesungguhnya yang dilakukan oleh Iron Monkey adalah mencuri dari orang kaya korup yang semena-mena termasuk sang Gubernur dan membagikan hasil curiannya kepada rakyat miskin.

Semua usaha dilakukan oleh Gubernur Cheng (James Wong) untuk menangkap Iron Monkey termasuk menyewa para pendekar Shaolin, namun semuanya gagal membuahkan hasil dan identitas Iron Monkey masih misterius. Tidak ada yang tahu bahwa identitas sebenarnya dari Iron Monkey adalah seorang dokter bernama Yang Tianchun (Yu Rongguang) yang begitu dihormati oleh semua orang. Bersama asistennya, Miss Orchid (Jean Wang) ia membuka praktek di siang hari lalu mencuri dari orang korup di malam hari. Suatu hari datanglah jago kung-fu terkenal dari daerah Foshan, Wong Kei-ying (Donnie Yen) dan anaknya Wong Fei-hung (Angie Tsang) yang tengah melakukan perjalanan. Setelah terlibat dalam sebuah pertarungan melawan perampok, ia justru ditangkap oleh pasukan Gubernur atas tuduhan sebagai Iron Monkey. Disana ia mendapati banyak rakyat yang mendapat tuduhan sama karena berbagai alasan yang tidak jelas. Bahkan Wong Fei-hung pun turut menjadi korban dan harus dijebloskan kedalam penjara dan membuat Wong Kei-ying harus menuruti perintah Gubernur Cheng untuk menangkap Iron Monkey.
Iron Monkey memang punya jalan cerita sederhana layaknya film kung-fu dan martial arts lainnya yang lebih menitik beratkan pada koreografi pertarungannya. Apa yang ditampilkan Iron Monkey dari segi cerita mungkin sudah kita temui berkali-kali dalam film, dan jelas salah satu inspirasi utama ceritanya adalah sosok Robin Hood. Tapi meski sederhana, jalinan cerita yang ada mampu dirangkum dengan begitu menarik. Berbagai konfliknya memang sudah bisa ditebak, namun semuanya terasa menarik dimana konfliknya begitu hidup dan berbagai pesan yang sebenarnya sudah sering ditemui dalam film-film lain menjadi terasa lebih bermakna disini berkat alurnya yang mengalir dengan baik. Selain menyoroti tentang si kaya yang korup dan si miskin yang menderita, Iron Monkey juga mengeksplorasi hal-hal seperti kebenaran hakiki. Hal itu ditunjukkan dalam berbagai momen, semisal saat Wong Kei-ying harus menangkap Iron Monkey demi anaknya, saat Wong Kei-ying mengetahu identitas Iron Monkey dan masih banyak lagi. Dengan begitu baik film ini mampu mengeksplorasi tema tersebut dalam berbagai momen tanpa harus terasa membosankan dan klise.

Tapi tentu saja dengan cerita yang sebenarnya sederhana tersebut perlu ada hal lain untuk membuat film ini menjadi menarik. Yang pertama adalah selipan humor yang secara mengejutkan berhasil terasa lucu. Mungkin humor yang ditampilkan bukanlah humor-humor yang cerdas namun timing dalam penempatannya begitu tepat sehingga berhasil memancing tawa. Ada beberapa momen favorit saya untuk urusan komedinya, semisal saat Wong Kei-ying yang ditampilkan serius dari awal tiba-tiba menjadi ceroboh saat bertemu Miss Orchid, hingga sebuah adegan dimana begitu banyak warga ditangkap atas tuduhan sebagai Iron Monkey hanya karena alasan-alasan konyol yang tidak jelas. Yang kedua setelah selipan humor tentu saja bagaimana adegan-adegan pertarungannya dikoreografi dengan begitu baik. Mungkin ini bukan Crouching Tiger, Hidden Dragon yang puitis bahkan sampai pada adegan pertarungannya pun dibuat puitis (pertarungan diatas pohon bambu tinggi), namun Iron Monkey tetaplah tontonan martial arts yang keren dan seru. Yang membuat film ini makin jauh dari kesan puitis adalah kadar kekerasannya yang cukup mengejutkan. Tidak terlalu gory tapi untuk ukuran sebuah film kung-fu apalagi yang diselipi beberapa humor, Iron Monkey jelas punya kadar kekerasan cukup tinggi. Iron Monkey memang bukan film yang mencoba tampil indah, tapi jelas sangat menghibur, dan sayapun mengerti kenapa Tarantino menyukai film ini, dan saya sendiri lebih menikmati Iron Monkey daripada Crouching Tiger, Hidden Dragon.


2 komentar :

Comment Page:
pejoh ghathel mengatakan...

apa gak bisa di download gan

Saeni Nasalog mengatakan...

nice...