SNOW WHITE AND THE HUNTSMAN (2012)

Tidak ada komentar
Tahun 2012 ini menampilkan dua film adaptasi dari dongeng Puteri Salju. Pertama adalah Mirror Mirror dengan sutradara Tarsem Singh yang rilis pada Maret lalu dan lebih mengambil pendekatan komedi ringan. Sedangkan yang kedua adalah film ini yang menjadi debut sutradara Rupert Sanders dan mengambil pendekatan yang lebih gelap dan sedikit berbeda dalam kisahnya. Saya sendiri pada akhirnya melewatkan menonton Mirror Mirror di bioskop setelah membaca banyak review yang mengatakan bahwa dalam film tersebut tidak ada penceritaan atau hal baru dan kisahnya lebih ringan untuk konsumsi keluarga. Sedangkan aspek visual ala Tarsem Singh yang katanya tetap unik dan menarik tidak membuat saya tertarik menonton filmnya di layar lebar, toh Immortals yang punya visual cantik tetap saja mengecewakan. Karena itu saya menjatuhkan pilihan pada Snow White and the Huntsman sebagai film adaptasi dongeng Puteri Salju yang saya tonton di layar lebar tahun ini. Dibintangi oleh Kristen Stewart, Charlize Theron dan Chris Hemsworth, versi Puteri Salju yang satu ini memang mengalami perombakan pada kisahnya.

Kisahnya diawali dengan narasi dan rangkaian kisah mulai sebelum Snow White lahir dimana kerajaan tempat ayahnya, Raja Magnus (Noah Huntley) memerintah adalah sebuah kerajaan yang makmur. Sampai suatu hari sang ratu meninggal dunia karena sakit dan membuat sang raja terbenam dalam kesedihan. Hal itu membuat banyak pasukan musuh yang berusaha menyerang kerajaan. Kemudian sampailah sang raja pada sebuah peperangan melawan pasukan kegelapan yang akhirnya berhasil ia menangkan. Saat itulah ia bertemu dengan Ravenna (Charlize Theron) yang merupakan tawanan dari para pasukan kegelapan. Terpikat dengan kecantikan Ravenna, Raja Magnus memutuskan menikahi Ravenna tanpa tahu bahwa wanita cantik tersebut ternyata mempunyai maksud merebut tahta kekuasaan. Pada malam pernikahan sang raja berhasil dibunuh dan para prajurit Ravenna menginvasi kerajaan dan berhasil merebut kerajaan itu. Banyak orang kerajaan yang terbunuh, namun Snow White pada akhirnya dikurung disebuah kastil yang terpisah. Lima belas tahun berselang cermin ajaib memberitahu Ravenna bahwa Snow White dewasa (Kristen Stewart) telah tumbuh menjadi wanita cantik yang mengalahkan Ravenna dan mampu menggulingkan kekuasaannya. Untuk membunuh Snow White, berbagai cara dilakukan Ravenna termasuk menyuruh seorang pemburu bernama Eric (Chris Hemsworth) untuk membunuh sang puteri. Tapi yang terjadi justru tidak seperti yang diharapkan Ravenna.
Tentu saja adaptasi yang dilakukan film ini memang punya perbedaan dari kisah Snow White yang selama ini saya tahu, khususnya untuk karakterisasi tokoh-tokohnya dan beberapa jalan ceritanya. Jika di kisah aslinya porsi para kurcaci adalah yang dominan sedangkan sang pemburu tidak besar, dalam film ini sang pemburu justru memegang peranan penting. Bagaimana karakterisasi yang dimiliki sang pemburu tentunya juga mendapat perlakuan lebih luas. Sedangkan para kurcaci disini juga punya karakter yang berbeda dibandingkan versi aslinya yang terasa lucu. Disini meski masih beberapa kali menghadirkan lelucon, para kurcaci didesain sedikit lebih gelap. Untuk sang ratu sendiri tidak jauh beda, hanya memang terlihat lebih kejam disini. Tapi hal itu lebih dikarenakan tidak mungkin membuat sang ratu dalam versi Disney menjadi sekejam ini. Tapi yang paling berbeda tentu saja Snow White-nya sendiri yang disini daripada terlihat sebagai puteri yang lemah dan feminin justru coba dibuat lebih heroik dengan beberapa porsi adegan aksi. Bahkan di peperangan akhir sang puteri ini memakai baju zirah serta mengangkat pedang.
Kisahnya sendiri mendapat beberapa perubahan baik itu kecil ataupun besar yang tidak akan saya sebutkan gambalng semuanya demi keasyikan menonton. Perubahan-perubahan tersebut cukuplah menarik karena memberikan penyegaran tersendiri. Suasana yang ditampilkan juga terasa lebih gelap dan terdapat pendewasaan pada kisahnya. Aspek visual yang ditampilkan dengan baik juga sangat mendukung hal tersebut. Tapi sayangnya berbagai perubahan yang sebenarnya amat menarik itu tidak dibarengi dengan kekuatan naskah yang baik. Sangat terlihat bahwa Snow White and the Huntsman punya ide dasar yang bagus tapi kurang bagus dalam hal pengembangan naskahnya. Terlalu banyak adegan serta dialog aneh yang terkadang berasa konyol. Yang paling mengganggu bagi saya salah satunya adalah saat Snow White yang hanya mendapat pelajaran kecil tentang bagaimana melindungi diri dari Erik bisa tiba-tiba memimpin pasukan berkuda dan bertarung dengan gagahnya. Yah, sebuah lubang yang sangat biasa muncul di film perang khas Hollywood yang menampilkan karakter dengan tema from zero to hero. Saya juga kurang suka bagaimana kisah ini berjalan dengan berpatokan pada "semua sudah ditakdirkan". Hal itu membuat beberapa momen terasa amat dipaksakan.

Untuk akting-nya jelas Kristen Stewart akan jadi sosok yang paling banyak disorot disini. Dengan lekatnya sosok Bella Swan dalam dirinya, Stewart harus berjuang keras untuk bisa lepas dari sosok tersebut sama seperti halnya Robert Pattinson yang mencoba berbagai macam film untuk bisa lepas dari bayang-bayang Edward Cullen. Akting Kristen Stewart sebagai Bella Swan banyak dikritik karena banyak yang menganggap ekspresi yang ia tampilkan sangat datar. Saya sendiri tidak menyangkal hal itu, tapi untuk mengatakan aktingnya sangat buruk juga saya kurang setuju. Begitu pula dalam karakternya sebagai Snow White disini. Masih akan banyak dijumpai "ekspresi khas" Kristen Stewart yang terkadang memang mengganggu tapi bagi saya tidak terlalu buruk juga walaupun masih jauh dari kata bagus. Chris Hemsworth pas menjadi sang pemburu dan terlihat punya potensi untuk memerankan karakter dalam film laga yang brutal. Tapi tentu saja yang paling mencuri perhatian adalah Charlize Theron yang mampu memperlihatkan sosok sang ratu yang jahat, bengis dan sadis. Tapi disisi lain sang ratu juga terlihat punya kesedihan yang terpendam dalam hati yang memicu kekejamannya tersebut. Sampai-sampai saya merasa sang ratu mampu menutupi Snow White dalam film ini dalam hal mencuri perhatian. Secara keseluruhan Snow White and the Huntsman punya ide yang amat menarik hanya saja naskahnya masih terlalu lemah pengembangannya yang untung tertolong juga oleh visual yang begitu menarik.

RATING:

Tidak ada komentar :

Comment Page: