DO(S)A, MINISERI AKSI KOLABORASI TIGA NEGERI

9 komentar
Kita tahu Hollywood tengah memasuki masa keemasan dalam industri televisi, di mana berbagai serial berkualitas dengan beragam genre telah diproduksi. Saya dan mungkin banyak dari anda bertanya-tanya, kapan negeri kita menghasilkan karya serupa? Sebuah serial dengan production value mumpuni yang mengusung tema berbeda alih-alih sekedar romansa konyol seperti kerap dikesploitasi layar kaca.

Sambut Do(s)a, miniseri original produksi Tribe, yang merupakan bagian dari KolaboraSEA, yaitu kolaborasi negara-negara Asia Tenggara yang siap menjawab kehausan kita akan serial berkualitas negeri sendiri. Untuk Do(s)a sendiri, negara yangb berkolaborasi adalah Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Ifa Isfansyah (Sang Penari, Garuda di Dadaku) bertindak selaku sutradara,sementara naskahnya ditangani oleh Salman Aristo (Laskar Pelangi, Mencari Hilal, Ayat-Ayat Cinta). Jajaran pemainnya sendiri menggabungkan talenta dari ketiga negara di atas, yaitu Ashraf Sinclair, Remy Ishak, Datuk M. Nasir (Malaysia), Roy Marten, Reuben Elishama, Hannah Al Rashid, Maudy Koesnaedi (Indonesia), Danielle Sya, dan Shenty Feliziana (Singapura).

Menggabungkan elemen action dan kriminal seputar mafia, Do(s)a bercerita mengenai tiga bersaudara asal Malaysia, Fuad (Ashraf Sinclair), Farid (Remy Ishak), dan Fahad (Hisham Hamid) yang berusaha menyelamatkan saudara mereka, Fara (Shenty Feliziana), yang kabur ke Jakarta guna mengejar seorang anak jalanan asal Jakarta bernama Arian (Reuben Elishama). Arian sendiri adalah anak jalanan asal Jakarta yang sebelumnya datang ke Kuala Lumpur untuk meminta bantuan ayah para bersaudara tersebut, Latif (Datuk M. Nasir), yang merupakan bos mafia dari Gerbang Utara. Di Jakarta, mereka justru terjebak di tengah pertikaian antara mafia setempat.

Gelaran aksi bakal mengiringi perjuangan tiga bersaudara itu, dan demi menghasilkan adu jurus martial arts yang memukau, hadir Cecep Arif Rahman (The Raid 2: Berandal, Star Wars: The Force Awakens) sebagai koreografer laga. Bukan saja bertugas mengarahkan adegan laga, Cecep pun turut ambil bagian memerankan salah satu anggota mafia. Kita tahu bagaimana Ifa Isfansyah piawai mengarahkan studi karakter seperti ini, begitu pula Salman Aristo yang terkenal lewat penulisan drama mendalam. Kita pun tahu betul Cecep Arif Rahman selalu piawai mengkreasi parade aksi seru berbalut jurus-jurus memukau.

Kolaborasi kelas wahid ini bisa disaksikan secara streaming di aplikasi Tribe yang dapat diunduh secara gratis lewat  Google Play dengan cara meng-klik link ini. Jangan khawatir bakal boros kuota, sebab streaming di Tribe bisa dilakukan tanpa kuota alias GRATIS bagi pengguna Telkomsel yang memakai paket VideoMAX. Serial dalam negeri dengan tema serupa ditambah penggarapan berkualitas masih jarang kita temui, jadi pastikan tidak melewatkan Do(s)a. Supaya lebih meyakinkan, simak dulu trailer dari Do(s)a the Series berikut ini.


Untuk info lebih lanjut, bisa kunjungi akun-akun media sosial Tribe di bawah ini:
Facebook   : facebook.com/tribe.id
Twitter      : twitter.com/TRIBE_ID

9 komentar :

Comment Page:
Drama-movie mengatakan...

Cuman mau nambahin, selain serial hollywood, serial televisi yg berkualitas itu drama korea. Skrg drama korea udh sangat berkualitas dari segi cerita, casting, produksi, bahkan efek visual. Bahkan film2 korea juga semakin berkualitas hingga korea kini sering disebut sebagai "Hollywood Asia".

Robby mengatakan...

Bener banget,karena serial tv di luar negeri itu udah hampir setara sama film di layar lebar,apalagi produksi netflix yang ampe bikin spielberg geram sendiri wkwkwk.Lagian juga serial TV di Indonesia emang kebanyakan juga tontonanya lebih suka sinetron yang musiknya tak henti-hentinya menggelegar.Kalau dikasih tontonan yang beda dikit takutnya rating rendah,beberapa serial tv indo yang mungkin berkualitas itu cuma dari net tv contohnya kaya Patriot,Enigma(Udah ada vibe X-Files malah tiba-tiba hilang serialnya),Masalembo(inipun menurut saya sedikit niru Lost),Stereo(dibilang Glee tapi menurut saya sih malah not even close to Glee yang ceritanya lebih berani).Meski begitu tetep salut buat Net karena berani menghasilkan hal yang berbeda.Intinya sih takut rating dikit,nantinya uang juga turun.It's just as simple as that.Buktinya Joko anwar lebih milih bikin Halfworld di HBO alih-alih indosiar wkwkwk.


Oh ya oot dikit,menurut bang rasyid Hereditary bakal tayang di bioskop indo?keburu penasaran dan nonton di lapak soalnya hehe.Ratingnya gila.

Rasyidharry mengatakan...

@Drama-movie Yep, aware sama status Korea itu. Nggak disebut karena jarang ngulik serial Korea, jadi nggak merasa pantas nyebut itu, ntar sotoy haha

@Robby Yah begitulah, mungkin nanti, pas saya udah punya cucu tivi kita baru oke haha

Hereditary confirm tayang. Mungkim di bulan sama kayak US, kecuali slot jadwal udah penuh atau bioskop ngerasa filmnya terlalu artsy

tanggal kadaluarsa m-bio mengatakan...

wahh,... film dalam negeri rasa luar negeri nih

Yusriyyah febriani mengatakan...

Bang, review film 212 dong

Bagus Harianto mengatakan...

Bang review 212 the power of love Dong

Badminton Battlezone mengatakan...

The titan jelek ya bang?kok ngga direview?saya juga ragu2 nontonnya...skornya kecil di imdb

Rasyidharry mengatakan...

@Badminton Haha nggak tertarik. Sci-Fi ecek-ecek, film gudang XXI yang udah disimpen lama pula.

Anonim mengatakan...

Gak nonton yg 212 itu, bg. :-D