REVIEW - JUMBO

Ada setumpuk stigma yang mesti dihadapi oleh medium animasi, salah satunya anggapan sebagai "tontonan anak", yang kerap disamakan dengan sebuah hiburan (super) ringan, seolah para bocah tak memiliki kapasitas untuk mencerna suguhan yang lebih "berat". Jumbo terasa spesial karena...

REVIEW - EXORCISM CHRONICLES: THE BEGINNING

Beberapa waktu lalu, bioskop Indonesia menayangkan "film AI" berjudul M Hotel. Kesukaan (kalau tak mau disebut "pemujaan") industri hiburan Korea Selatan terhadap kapasitas kecerdasan buatan memang bukan lagi rahasia. Sangat disayangkan, mengingat di saat bersamaan sineas mereka...

REVIEW - QODRAT 2

Mengapa superhero lokal tidak bisa bersinar seterang Hollywood di layar lebar? Saya rasa ini persoalan kultural. Ketimbang figur jagoan dengan kostum spandeks, topeng, dan jubah, masyarakat Indonesia lebih mengandalkan religiusitas untuk menolong mereka. Lalu datanglah Qodrat, ustaz...

REVIEW - NE ZHA 2

Ne Zha 2 telah menggoyang hegemoni Hollywood, baik dari segi finansial maupun kualitas. Anggapan klasik berbunyi "cuma Amerika yang bisa" pun runtuh seketika di hadapan animasi yang sampai tulisan ini dibuat, sedang berupaya menggusur Titanic dari posisi ke-4 daftar film dengan...

REVIEW - SNOW WHITE

Ketika karakter Evil Queen   yang tak segan menghancurkan rumah orang-orang tak berdosa   diperkenalkan, terdengar narasi "She was evil" yang mengiringi penampakan Gal Gadot di depan cermin. Banyak film mampu menangkap wajah realita, tapi sangat sedikit yang...

REVIEW - NOCTURNAL

Nocturnal menjanjikan banyak hal. Pertama, menilik formatnya sebagai thriller balas dendam yang telah sekian lama jadi menu andalan sinema Korea Selatan. Kedua, terkait premis unik miliknya, yakni perihal sebuah novel yang alurnya bisa memprediksi aksi kriminalitas di dunia...
Page 1 of 380123...380»Last