COMPLIANCE (2012)

4 komentar
Harus diakui bahwa prank call adalah salah satu jenis lelucon yang paling lucu dan efektif untuk mengusili seseorang. Kepuasan saat orang yang kita usili termakan jebakan atau momen saat orang yang kita usili tahu bahwa sebenarnya semua itu hanya lelucon memang terasa sangat menyenangkan. Beberapa acara baik di televisi atau radio pun sering menggunakan prank call sebagai jurus andalan menciptakan komedi yang menghibur dan sangat disukai pemirsa. Tapi bagaimana jika keusilan itu digunakan untuk sebuah tindakan kriminal? Bagaimana jika sebuah prank call dijadikan cara untuk melakukan kejahatan seksual? Tentu saja hal itu tidak lagi menjadi lucu. Di Amerika Serikat sendiri modus kejahatan seperti itu sudah sering terjadi, dimana tercatat sudah ada sekitar 70 kasus yang terjadi. Modus operandi yang dilakukan si pelaku adalah menelepon sebuah restoran cepat saji atau grocery store dan mengaku sebagai polisi lalu mengatakan pada manajer tempat itu bahwa salah seorang pegawainya melakukan pencurian. Kemudian si pelaku meminta sang manajer untuk melakukan strip search pada pegawai tertuduh itu. Kasus itulah yang menginspirasi Craig Zobel untuk menulis naskah Compliance ini yang juga ia sutradarai.

Sandra (Ann Dowd) adalah seorang manajer di sebuah restoran masakan siap saji. Dia baru saja memulai harinya dengan buruk akibat seseorang membiarkan pintu freezer restoran terbuka dan menyebabkan kerusakan makanan senilai $15,000. Di hari yang sama ia juga mendapat kabar akan dilakukannya inspeksi terhadap restoran tersebut. Bisa dibilang sedari awal dia sudah menjalani hari yang berat. Sampai kemudian ia mendapat sebuah telepon dari seorang pria yang mengaku sebagai polisi dan mengabarkan bahwa salah satu pegawainya, Becky (Dreama Walker) telah mencuri dompet seorang pelanggan restoran. Polisi yang mengaku sebagai Officer Daniels ini meminta Sandra untuk melakukan penggeledahan pada Becky yang tidak merasa telah mencuri apapun. Awalnya perintah yang diberikan masih wajar seperti menggeledah saku, tas hingga dompet Becky. Tapi semua menjadi semakin membingungkan dan mengerikan bagi mereka saat Officer Daniels meminta dilakukan strip search dimana Becky diminta melepaskan semua bajunya hingga telanjang untuk penggeledahan lebih jauh. Tapi perintah-perintah aneh belum berhenti sampai disitu karena "polisi" yang satu ini masih mempunyai banyak hal-hal aneh untuk dilakukan oleh Sandra, Becky dan orang-orang yang ada disana.

Apa yang ada di benak penonton termasuk saya pastinya adalah merasa bahwa begitu bodohnya orang-orang yang ada di film ini khususnya Sandra yang tidak curiga sama sekali walaupun ada begitu banyak hal mencurigakan dari telepon yang ia terima. Mengetahui bahwa polisi yang ditunggu tidak kunjung datang dan banyaknya perintah-perintah aneh pastilah membuat siapapun curiga kecuali dia memang orang bodoh. Seolah logika yang dimiliki oleh Sandra tidak berjalan disini. Disaat beberapa pegawai merasakan kecurigaan dan keraguan, Sandra tidak terlihat merasakan itu. Kenapa ia tidak berusaha atau menyuruh seseroang memeriksa rumah Becky yang katanya sedang digeledah? Kenapa ia tidak mencoba mendatangi kantor polisi untuk mencari kebenarannya padahal letak kantor polisi tidak jauh dari situ? Dan masih banyak pertanyaan lain yang saya pikirkan berkaitan dengan logika di kejadian tersebut yang seharusnya disadari Sandra? Rasanya dia adalah seorang karakter yang begitu bodoh. Tapi tunggu dulu! Kita semua bisa saja berpikir jernih dan berkata kita tidak akan sebodoh itu karena memang kita belum pernah mengalami itu. Oh, mungkin saja anda akan berkata bahwa anda pernah dikerjai lewat telepon dan tidak langsung percaya, bukan? Tapi sekali lagi tunggu dulu, karena sesungguhnya Compliance adalah studi tentang seorang individu dalam situasi tertentu yang menarik.
Mari kita lihat posisi Sandra saat itu. Dia baru saja mengalami hari yang berat dengan permasalahan freezer dan inspeksi di restoran. Ingat juga diawal film dia terlihat terganggu disaat mendapati Becky adalah seorang gadis cantik yang masih muda dan bisa dengan mudah meraih hati pria yang katanya rela melakukan apapun untuknya. Dia terlibat dalam pembicaraan tersebut dan tentu saja itu membuatnya tidak nyaman dan mungkin menimbulkan perasaan iri meskipun ia sudah mempunyai seorang kekasih yang "katanya" akan segera melamarnya. Semua masih ditambah dengan fakta bahwa restoran tengah sangat ramai dan sibuk pada hari itu. Dengan kondisi perasaan yang cukup kacau itu, tiba-tiba saja ia mendapat telepon dari seseorang yang mengatas namakan diri sebagai polisi. Jika si prank caller bukanlah polisi mungkin dia bisa lebih sedikit acuh padanya, tapi tentu saja mendengar nama polisi membuat seseorang tidak semudah itu untuk tidak peduli. Harus diakui otoritas bernama kepolisian bisa dengan mudah membuat nyali seseorang ciut. Ditengah segala kekalutan tersebut pastilah seseorang tidak akan berpikir sejernih biasanya. Yang ada di pikiran Sandra adalah ada seorang polisi yang mengatakan karyawannya terlibat tindak kriminal dan yang ia inginkan adalah semua permaslahan itu segera selesai dan tidak bertambah keruh. Jadi yang ia lakuka  adalah sebisa mungkin mengikuti instruksi yang ia terima dari si penelepon. Jika anda masih meragukan logika naskah film ini, maka kita kembali lagi ke fakta bahwa kasus seperti ini sudah 70 kali terjadi yang membuktikan bahwa semua ini mbukan mustahil, bahkan film ini sudah berusaha lebih logis dengan menambahkan beberapa permasalahan yang membuat pikiran Sandra kalut sebelum kasus terjadi.

Semua pemain berakting cukup baik, tapi akting Ann Dowd patut mendapat pujian lebih disini. Dia mampu memperliahtkan sosok Sandra yang tengah rapuh dan pada dasarnya merupakan seseorang yang sedikit lugu. Karakterisasi yang cukup kuat dengan background situasi internal dan eksternal yang di-setting sedemikian rupa membuat Compliance menjadi sebuah studi yang menarik meski bagi beberapa orang mungkin masih kesulitan menikmati film ini berkaitan dengan kebodohan dan hal diluar logika yang mereka rasakan saat menonton. Hal itu terlihat dari banyaknya penonton yang walk out saat screening film ini dilakkan di Sundance 2012 lalu. Tidak mudah dinikmati memang, tapi secara keseluruhan Compliance adalah studi yang menarik pada sebuah situasi dan bisa memberikan pelajaran bagi penontonnya untuk bisa lebih waspada jika sedang berada dalam situasi seperti itu.

4 komentar :

Comment Page:
borescope mengatakan...

hmmm bagus sepertinya ini film, makasih ya

timbangan mengatakan...

bagus tuh filmnya, boleh nih

Fariz Razi mengatakan...

Ehhh udah ada ternyata ya... penasaran sama ini dari kmrn lumayan sering denger katanya bagus

Rasyidharry mengatakan...

Asal nggak keburu nge-judge karakternya bego maksimal film ini bakal terasa bagus haha