SHAUN OF THE DEAD (2004)

Tidak ada komentar
Saya cukup terlambat mengenal film ini. Tepatnya saat majalah Total Film Indonesia menyatakan "Shaun of the Dead" sebagai film komedi terbaik dekade ini. Filmnya sendiri mengambil ide memparodikan serbuan dari zombie. Film serupa akhir-akhir ini sudah beberapa kali muncul. Saya sendiri sudah lebih dulu melihat "Zombieland" yang mampu mencampur adegan aksi, horor, sekaligus komedi dengan baik. Tapi di masanya "Shaun of the Dead" bisa dibilang pelopor film zombi komedi. Dan juga ditambah ada unsur romance sehingga dikenal sebagai "romzomcom" alias "romantic zombie comedy". Film ini sendiri menampilkan duo komedian Nick Frost dan Simon Pegg dan disutradarai oleh Edgar Wright.

Shaun (Simon Pegg) adalah pria yang bisa dibilang kehidupan sehari-harinya begitu monoton. Dia tinggal bersama seorang temannya yang konyol dan cukup menyebalkan, Ed (Nick Frost). Kehidupannya dibilang monton karena dia sering melakukan hal yang sama yaitu nongkrong di sebuah bar bernama Winchester. Hal yang membuat pacarnya, Liz (Kate Ashfield) merasa bosan karena tiap kali mereka berkencan mereka selalu pergi ke tempat itu bersama Ed, dimana Liz cukup terganggu dengan tingkah polah Ed yang memang ada diantara batas konyol, lucu, sekaligus menyebalkan. Hal yang membuat hubungan mereka berdua mulai memburuk.

Disaat kehidupan pribadinya sedang memburuk, perlahan situasi di lingkungan tempat tinggalnya mulai aneh. Awalnya Shaun dan Ed tidak menyadari itu. Sampai seorang gadis masuk ke halaman rumah mereka. Gadis yang tampak seperti orang mabuk itu mulai menyerang Shaun. Anehnya, walaupun tubuh si gadis sudah tertusuk besi dia masih tetap hidup. Mulailah Shaun dan Ed sadar bahwa keanehan yang terjadi karena orang-orang disana sudah berubah menjadi zombie.
Sekarang yang harus mereka lakukan adalah menyelamatkan diri dan ikut menyelamatkan orang terdekat Shaun yaitu Liz beserta 2 temannya, David (Dylan Moran) dan Dianne (Lucy Davis) serta ibu Shaun, Barbara (Penelope Wilton) dan ayah tirinya Phillip (Bill Nighy). Mereka berusaha melarikan diri ke tempat yang dianggap Shaun dan Ed sebagai tempat paling aman. Dimana lagi kalau bukan di Winchester. Tentunya aksi survival mereka lakukan dengan cara mereka sendiri yang konyol.

Faktor pertama kelucuan film ini berhasil dengan baik adalah penokohan yang tepat. Duo Shaun dan Ed mempunyai karakterisasi yang cocok dipadukan. Shaun yang lebih serius tapi tetap punya kekonyolan sendiri, dan juga Ed yang lebih konyol, dan kadang menyebalkan yang untungnya kadar menyebalkan yang ditampilkan masih dalam taraf wajar. Duo Nick Frost dan Simon Pegg memang tahu bagaimana caranya menjadi tokoh yang sanggup memancing tawa. Adegan mereka berdua merencanakan penyelamatan Liz dan ibu Shaun yang diulang-ulang karena pergantian rencana adalah salah satu yang paling lucu buat saya. Dan dialog dari Shaun yang melarang Ed untuk mengucapkan kata "zombie" seolah jadi gambaran bahwa film ini menampilkan sesuatu yang beda daripada film zombie atau komedi horor kebanyakan. Film ini tidak lupa memparodikan film zombie serius macam "Dawn of the Dead". Adegan Shaun dkk terjebak di bar dengan para zombie mengepung dan menempel di kaca dan pintu adalah salah satunya.

Faktor lain keberhasilan film ini adalah, film ini mampu mencampur kadar komedi, horor, bahkan drama romantis dengan muatan yang pas sehinga semuanya tampak maksimal. Komedi sudah disebutkan diatas tadi dimana terdapat banyak sekali adegan sekaligus dialog lucu yang tidak biasa dan terasa fresh. Kadar horor film ini layaknya film-film zombie yang serius. Kemunculan zombie yang tetap membuat ngeri, lalu adegan gore yang memperlihatkan para zombie memakan bagian tubuh manusia serta darah dimana-mana adalah kejutan buat saya yang tidak mengira film ini akan tetap menampilkan gore macam itu diantara kekonyolan yang ada. Tidak lupa drama dan romantisme di film ini ikut hadir maksimal. Menyimak hubungan antara Shaun dengan orang-orang terdekatnya behkan terasa menyentuh. Shaun dengan ibu dan ayah tirinya, Shaun dengan Liz, dan tentu saja Shaun dengan Ed sang sahabat.


RATING:

Tidak ada komentar :

Comment Page: