SCREAM 4 (2011)

Tidak ada komentar
Franchise "Scream" adalah perkenalan saya dengan genre slasher. Saat itu saya ingat sekali ketiga film "Scream" ditayangkan secara marathon oleh salah satu stasiun tv swasta. Sejak itu karakter Ghostface jadi salahs atu karakter paling memorable bagi saya. Trio karakter utamanya, Sidney, Dewey dan Gale juga jadi survivor slasher yang paling membekas. Dan setelah 10 tahun berlalu semenjak film ketiganya yang menurut saya lebih kearah konyol, kini Ghostface kembali meneror kota Woodsboro dengan teror baru. "New Decade, New Rules".

Diceritakan Sidney (Neve Campbell) kembali ke kampung halamannya, Woodsboro untuk menyelesaikan tur buku terbarunya "Out of Darkness". Disana dia kembali bertemu dengan teman lamanya, Sheriff Dewey (David Arguette) dan istrinya, Gale (Courteney Cox) yang kini sudah bukan lagi reporter. Disaat sedang mengadakan konferensi pers tiba-tiba Sidney dikejutkan dengan teror yang diberikan padanya dengan bentuk poster yang bergambarkan mukanya dilumuri dengan darah. Yang mereka belum sadar saat itu, bahwa teror tersebut adalah awal dari serangkaian pembunuhan oleh Ghostface yang akan kembali terjadi seakan "menyambut" kepulangan Sidney. Disaat itu juga sepupu Sidney, Jill (Emma Roberts) beserta sahabat-sahabatnya, Kirby (Hayden Panettiere) dan Olivia (Marielle Jaffe) juga mendapat terror dari sang pembunuh. Siapakah kali ini sosok dibalik topeng ghostface sang pembunuh berantai?

Senang sekali rasanya setelah bertahun lamanya saya bisa kembali menyaksikan Ghostface membantai para korbannya. Begitu juga dengan kemunculan kembali 3 karakter utamanya dengan karakterisasi yang kurang lebih sama walaupun terasa bahwa porsi ketiganya tidak lagi sedominan dahulu. Banyaknya karakter baru memang membuat mereka terpaksa sedikit dikurangi porsinya. Bahkan Sidney juga tidak memiliki jumlah penampilan yang sebanyak film-film sebelumnya. Bisa dibilang selain new rules, "Scream 4" juga sedikit menyegarkan kita dengan pemeran baru yang masih berusia muda. Yang agak mengganggu saya disini adalh Sidney yang sepertinya jauh lebih susah mati daripada Ghostface sendiri. Memang benar seperti yang dikatakan seorang karakter di film ini bahwa Sidney layaknya Michael Myers yang tidak bisa mati. Untuk film ini rasanya segi "immortal" darinya sudah terasa mengganggu.
Dari segi cerita, sejak film dibuka sudah terasa bahwa Wes Craven mencoba menghadirkan sisi keunikan dalam "Scream 4". Dia banyak memberikan penghormatan atau mungkin lebih tepatnya sindiran kepada film-film horror. Formula ini sudah dipakai juga dalam film-film sebelumnya dimana terdapat apa yang dikatakan "rule" atau aturan dalam pembunuhan berantai dalam film horror. Dan kali ini yang dipakai adalah aturan dari film-film remake. Jalan cerita film ini memang pantas jika disebut memberikan penghormatan terhadap film originalnya. Berbagai plot dan jalan cerita terlihat mengambil unsur dari film originalnya. Terdengar basi memang. Tapi dengan cerdik Wes Craven malah sengaja menyindir keklisean yang dia pakai dengan berbagai humor yang mampu membuat saya tertawa.

Yak, selain menyuguhkan berbagai adegan sadis dan efek kejut, Wes Craven juga memberikan berbagai macam humor yang membuat "Scream 4" sebenarnya cukup layak bila masuk kategori horror-komedi. Berbeda dengan "Scream 3" yang konyol dan mengganggu, "Scream 4" dihiasi dengan banyak lelucon yang lucu dimana mayoritas merupakan sindiran terhadap film-film horror remake dan ber-sekuel banyak. Bahkan franchise "Saw" tidak lupa disindir. Salah satu bahan sindiran juga hadir dari serial "Stab" yang merupakan film dalam film "Scream" dimana kali ini sudah sampai pada film ketujuh (jumlah film Saw). Sebuah film yang cukup lengkap dalam memberikan ketakutan, rasa kaget dan kelucuan yang tepat sasaran. Come Back yang sangat menyenangkan dan menghibur dari salah  satu franchise horror terbaik yang pernah ada.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar