MADAGASCAR 3: EUROPE'S MOST WANTED (2012)

Tidak ada komentar
Pendapatan diatas $1 Milyar yang didapat Dreamworks dari dua film Madagascar tentunya membuat mereka tertarik untuk membuat film ketiganya. Apalagi franchise mereka yang paling menguntungkan yakni Shrek sudah berakhir, jadi kini hanya tinggal sekelompok hewan kebun binatang dan si panda jago kung fu yang bakal jadi andalan Dreamworks untuk mengumpulkan pundi-pundi uang. Memang ada How to Train Your Dragon, tapi saya rasa dibanding tiga franchise diatas film ini masih kalah dalam hal menghasilkan uang walaupun sampai saat ini masih merupakan film terbaik yang pernah diproduksi Dreamworks. Tapi saya sendiri bukanlah penggemar dua film Madagascar dan tidak mengikuti serial televisi yang mengangkat para penguinnya sebagai tokoh utama. Tapi toh dengan pendapatan yang mampu memuncaki Box Office selama dua minggu beruntun dan rating yang cukup baik dari para kritikus membuat saya tertarik menonton film yang naskahnya ditulis oleh Noah Baumbach ini. Disutradarai oleh tiga orang sekaligus yakni Eric Darnell, Tom McGrath dan Conrad Vernon, Madagascar 3: Europe's Most Wanted melanjutkan kisah film keduanya dimana Alex dan kawan-kawan masih berada di Afrika.

Kali ini Alex, Marty, Melman dan Gloria yang berada di Afrika memutuskan untuk kembali ke New York. Tapi untuk bisa kembali kesana mereka membutuhkan bantuan para penguin yang sedang berada di Monte Carlo. Jadi mereka memutuskan untuk "menjemput" para penguin tersebut. Tapi misi yang rencananya dilakukan diam-diam itu tentu saja berujung kekacauan dan kekonyolan. Kepanikan terjadi karena melihat hewn-hewan liar berada di tengah kota membuat seorang pemburu hewan liar bernama Captain Chantel DuBois turun tangan untuk memburu mereka, apalagi selama ini DuBois sudah sangat mengidam-idamkan kepala seekor singa untuk melengkapi hiasan di dinding kamarnya. Ditengah usaha melarikan diri dari DuBois sekaligus mencari jalan pulang, mereka bertemu dengan sebuah sirkus hewan. Dengan mengaku sebagai hewan sirkus, hewan-hewan konyol itupun melakukan perjalanan ke New York sambil terlibat dalam kehidupan sirkus tersebut.
Cerita yang ditawarkan oleh Madagascar 3: Europe's Most Wanted jelas bukan sajian utama yang coba ditonjolkan. Kisahnya dangkal-dangkal saja. Selipan tentang pertemanan, tidak pantang menyerah dan perjalanan pulang kerumah sudah diangkat ratusan kali dalam film animasi dan film ini masih memakai jalinan kisah yang sama tanpa mencoba memaksimalkan atau menggarapnya lebih serius lagi. Komedi yang ditawarkan juga tidak mampu membuat saya tertawa terbahak-bahak. Beberapa tawa kecil memang sempat muncul tapi tidak terlalu banyak. Komedinya memang sangat terasa kekanak-kanakan dan konyol. Tentu saja komedi semacam ini tidak terlalu mempedulikan apakah realistis atau tidak. Tapi saya merasa tidak adil mengatakan film ini jelek hanya karena komedinya kekanak-kanakan dan ceritanya dangkal dan tidak realistis. Bukan karena saya menyukai film-film Pixar yang lebih realistis dan dewasa maka saya akan mengatakan film macam Madagascar yang konyol ini buruk. Semua film punya sasaran pasarnya dan film ini jelas untuk anak-anak. Saya yakin anak-anak akan sangat menyukai apa yang disajikan film ini. Lagi pula saya saja merasa terhibur melihat sebuah film yang berisikan darah muncrat yang jelas tidak realistis.
Tapi toh meski cerita dan komedinya tidak terlalu berhasil megnhibur saya secara maksimal, tapi jelas aspek visual di film ini masuk kategori jawara. Berbanding terbalik dengan cerita dan komedinya, visual film ini mampu terlihat begitu detail tanpa harus kehilangan nuansa kartun yang penuh warna. Sayang sekali saya tidak menonton film ini dalam format 3D karena berulang kali khususnya saat adegan close-up kearah para binatangnya saya cukup terpana melihat detail gambarnya yang bagus. Warna warni cerah juga ditampilkan dengan luar biasa disini. Tidak hanya aspek visualnya, lagu-lagu yang muncul dalam film ini juga mampu mendukung tiap adegannya dengan baik. Perpaduan visual yang cerah dan indah dengan musik yang tepat itulah yang akhirnya menjadi kelebihan utama dari Madagascar 3. Saya paling suka adegan pertunjukkan sirkus di London yang disuguhkan dengan begitu memukau. Jujur saat menyaksikan rentetan adegan itu bulu kuduk ini berdiri dibuatnya. Saat itulah saya menyadari bahwa film ini meskipun kekanakan tapi tidak benar-benar lupa untuk memuaskan orang dewasa. Alurnya yang cepat juga jadi salah satu keunggulan film ini walaupun terkadang terasa terlalu cepat dan terburu-buru khususnya pada bagian awal saat Alex dan kawan-kawan memutuskan kembali ke New York.

Pada akhirnya Madagascar 3: Europe's Most Wanted akan sangat menghibur bagi anak-anak. Bagi orang dewasa mungkin ceritanya akan terasa dangkal dan komedinya tidak begitu lucu yang mana cukup mengejutkan karena Noah Baumbach ikut menulis naskahnya (ingat Fantastic Mr. Fox?). Tapi jika anda melupakan sejenak berbagai detail dan hal-hal yang dirasa harus realistis dalam sebuah film, saya yakin anda akan terhibur oleh film ini. Apalagi didalamnya terdapat aspek visual yang luar biasa berwarna dan didukung pemilihan lagu-lagu yang mampu membangun adegannya dengan baik. Bahkan lagu Firework yang saya sudah cukup bosan mendengarnya mampu begitu menghibur disini. Apalagi lagu Afro Circus yang cukup kocak dan catchy. Saya sendiri awalnya cukup kebingungan menetukan bagus tidaknya film ini karena dua benturan pendapat di otak saya yakni mengenai "film anak-anak juga harus bisa menghibur orang tua" dengan "semua film punya pasarnya sendiri-sendiri". Tapi akhirnya saya yakin bahwa yang terpenting adalah apakah saya menikmati film ini atau tidak, toh tulisan ini adalah tulisan yang subjektif. Jadi kesimpulannya saya tidak merasa ini adalah hiburan yang buruk walaupun sebenarnya kurang maksimal juga. Sekarang waktunya menantikan Brave sebagai film animasi yang lebih kental unsur humanis dan lebih realistis sambil berharap Pixar sudah kemnbali menemukan sentuhan terbaiknya disitu.

RATING:

Tidak ada komentar :

Comment Page: