LINCOLN (2012)

4 komentar
Tahun 2012 nampaknya jadi tahun bagi para Presiden Amerika Serikat, dimana setidaknya ada total tiga film yang menjadikan sosok orang nomor satu Amerika menjadi tokoh utamanya. Yang pertama adalah Abraham Lincoln: Vampire Hunter yang mengangkat kisah fiksi dari novel tentang Abe Lincoln yang menjadi pemburu vampir. Lalu ada sosok Franklin D. Roosevelt yang diperankan oleh Bill Murray dalam dramedi Hyde Park on Hudson. Tapi diantara film-film tersebut yang paling digarap dengan serius dan paling akurat dengan sejarah tentunya adalah Lincoln karya Steven Spielberg ini. Diangkat dari sebuah buku berjudul Team of Rivals: The Political Genius of Abraham Lincoln karya sejarawan Doris Kearns Goodwin, film ini menceritakan empat bulan terakhir dari hidup Abraham Lincoln. Sosok Presiden ke-16 Amerika Serikat ini diperankan oleh Daniel Day-Lewis yang sebelum filmnya tayang sudah digadang-gadang meraih nominasi Best Actor Oscar bahkan dijagokan menang. Pesona akting Day-Lewis yang dalam 10 tahun hanya bermain di lima film termasuk Lincoln (mendapat tiga nominasi Oscar dan empat Golden Globe) memang luar biasa. Lincoln sendiri mendapat 12 nominasi Oscar tahun ini termasuk Best Picture, terbanyak diantara film-film lainnya.

Pada Januari 1865 Abraham Lincoln resmi menjabat untuk kedua kalinya sebagai Presiden Amerika Serikat. Pada masa jabatan yang kedua ini Lincoln mempunyai dua problema yang harus ia pecahkan. Yang pertama adalah perang sipil yang sudah berlangsung selama empat tahun, meski diprediksi perang tersebut akan berakhir dalam hitungan bulan namun sudah ratusan ribu nyawa melayang. Yang kedua adalah usahanya untuk meloloskan Amandemen 13 yang berisi penghapusan dan larangan terhadap perbudakan. Lincoln berusaha keras untuk mengesahkan amandemen tersebut sebelum perang berakhir. Namun hal itu tidak mudah, karena lawan politiknya dari partai demokrat yang sedang panas akibat kekalahan di pemilu tentunya tidak akan menyetujui begitu saja aturan tersebut. Untuk itulah Abe Lincoln mulai mengatur strategi untuk bisa mendapatkan suara dari beberapa anggota partai demokrat supaya bisa meloloskan amandemen tersebut. Tentu saja kisah tentang Abraham Lincoln yang sanggup memberikan kemerdekaan bagi para budak sudah dikenal luas, tapi tidak semua orang tahu bagaimana jalan terjal yang harus ia lewati dan strategi macam apa yang ia lakukan.

Lincoln akan banyak memperkenalkan pada penontonnya sisi lain Abraham Lincoln yang belum banyak diketahui orang. Jika orang awam biasanya hanya mengenal Lincoln sebagai sosok pemimpin yang baik hati dan menjunjung kemerdekaan, maka disini sosoknya yang cerdik dan ahli strategi cukup disorot. Menyenangkan bagi saya yang sangat dangkal pengetahuan sejarahnya melihat Abraham Lincoln yang begitu cerdik Seperti yang dikatakan Thaddeus Stevens (Tommy Lee Jones), ini adalah sebuah kisah tentang bagaimana orang-orang paling bersih di pemerintahan Amerika memainkan beberapa cara "kotor" untuk mencapai sebah tujuan mulia. Lincoln memang tidak membeli suara dengan memberikan uang pelicin bagi para anggota partai demokrat, tapi ia menjanjikan posisi dan pekerjaan bagi mereka yang mau memberikan suara untuk meloloskan peraturan tersebut. Lincoln begitu cerdik disini dalam mengatur strategi supaya mereka mau berada di pihaknya. Beberapa cara persuasi digunakan dan terbukti efektif. Kehebatan Lincoln juga terlihat pada bagaimana ia bisa dengan begitu baik memanfaatkan sumber daya yang ia miliki.
Film ini berjalan dengan alur yang termasuk lambat. Awal film dimulai dengan berbagai dialog panjang dan tempo penceritaan yang pelan. Saya sendiri sempat merasa bosan dan mengantuk di awal film. Durasinya yang mendekati dua setengah jam membuat Lincoln adalah sebuah tontonan yang tidak akan mudah diikuti semua orang. Film ini memang ber-setting di masa perang, tapi hampir tidak ada adegan peperangan yang terlihat. Hanya sekali adegan di bagian pembuka. Sisanya lebih banyak menampilkan usaha Lincoln dan bawahannya dalam mengatur strategi dan melakukan persuasi terhadap anggota demokrat. Tensi yang lambat di awal membuat penonton mungkin akan kesulitan mengikuti kisahnya yang penuh dialog panjang karena sudah merasa bosan di awal film. Saya sendiri sempat keteteran, hingga akhirnya mulai terbiasa dengan ritme penceritaan yang ada. Namun adegan yang menampilkan perdebatan antara pro dan kontra amandemen 13 selalu seru dan menarik diikuti. Kemudian klimaksnya adalah disaat pemungutan suara yang begitu menegangkan dan berhasil diakhiri dengan mengharukan. Perasaan yang kurang lebih sama dengan yang saya rasakan saat menonton klimaks dan ending Argo.  
Sayangnya Lincoln terasa dipanjang-panjangkan di akhir. Saya tidak menjumpai alasan yang membuat momen terbunuhnya Abraham Lincoln perlu dimunculkan. Tanpa itupun film ini bisa diakhiri dengan cukup emosional dan semua penonton juga pasti tahu bahwa Abe tewas ditembak saat menonton teater. Disinlah kebiasaan Spielberg yang terlalu mendramatisir filmnya terasa lagi, padahal Lincoln sedari awal punya rasa yang cukup berbeda dibanding beberapa film Spielberg yang seringkali berlebihan dalam mendramatisir. Lincoln terasa membumi, sederhana tapi mampu dengan maksimal memperlihatkan sosok Abraham Lincoln. Namun kesederhanaan dan minim dramatisasi itu juga membuat Lincoln terasa agak membosankan, apalagi ditambah durasinya yang panjang dan temponya yang lambat serta banyaknya dialog. Untuk urusan ending saya justru lebih suka bagaimana Abraham Lincoln: Vampire Hunter yang notabene adalah film jelek itu diakhiri. Lebih memberikan kesan tragis namun tidak secara gamblang dan tetap emosional. 

Bicara soal Lincoln tidak akan terlepas dari membicarakan penampilan hebat para pemainnya, dimana tiga pemainnya menerima nominasi Oscar. Daniel Day-Lewis untuk Best Actor, Tommy Lee Jones di Best Supporting Actor serta Sally Field untuk kategori Best Supporting Actress. Day-Lewis secara sempurna menghidupkan sosok Lincoln secara nyata dan berhasil memperlihatkan Abraham Lincoln yang berwibawa, tenang, cerdas namun juga mempunyai banyak hal yang membuat pikirannya kacau mulai dari perang, amandemen hingga kondisi keluarganya dimana sang putera sulung, Robert (Joseph Gordon-Levitt) sangat ingin terjun ke medan perang. Tentu Lincoln dan sang istri Mary (Salli Field) tidak semudah itu setuju setelah anak ketiga mereka William meninggal di usia 11 tahun karena sakit dan mereka tidak ingin kehilangan anak lagi. Sally Field juga hebat sebagai Mary Todd Lincoln yang menyimpan begitu banyak kekhawatiran. Jika Day-Lewis mencuri perhatian di momen penyusunan strategi, maka Tommy Lee-Jones menjadi scene stealer di perdebatan yang terjadi antara republik dan demokrat. Sebagai tokoh yang punya emosi yang cukup tinggi ia bermain begitu baik.

Lincoln secara keseluruhan adalah sebuah biopic yang memuaskan dan sanggup memberikan edukasi bagi mereka yang masih kurang mengetahui secara mendalam sosok Abraham Lincoln. Segala aspek teknisnya bagus dan para aktornya berakting dengan maksimal khsususnya Day-Lewis yang kemungkinan besar akan meraih piala Best Actor untuk ketiga kalinya dan menjadikannya peraih kemenangan terbanyak sepanjang sejarah di kategori tersebut. Namun Lincoln bukanlah film yang mudah diikuti karena alurnya yang lambat dan durasinya yang panjang serta minimnya dramatisasi berlebihan ala Spielberg yang ironisnya juga menjadi salah satu kelebihan film ini. Nyaris diakhiri dengan menyentuh, sayangnya Spielberg memilih untuk lebih memanjangkan ending-nya dan membuat film ini berakhir dengan ending yang biasa saja. Film bagus tapi bukan salah satu yang paling saya sukai, dan jujur jika dibandingkan dengan Argo saya masih lebih memilih film Ben Affleck tersebut untuk meraih Oscar.


4 komentar :

Comment Page:
Hilman Manchunian mengatakan...

INI film Lincoln beneran ya gan, bukan vampire2an. hehe..

semoga agan mau berkunjung ke blog ane hehe http://seputarmovies.blogspot.com/

Rasyidharry mengatakan...

Iyap, ini Lincoln-nya Spielberg kalo yang Vampire Hunter mah ancur

Siap, udah saya link juga kok :D

kasamago mengatakan...

keren.. !!
batin ane stlh nonton lincoln mlm ini.. meski endingnya agak krng krn momen "siapa" yg menembak sngt pengin ane nanti.

well, kita bs dpt gambaran gmn perpolitikan As era lincoln n yg plng menginspirasi, kemampuan bicara lincoln yg selalu di dahului dg cerita "populis" bener2 menginspirasi.

angkt helm bwt day lewis n tommy lee.. Lincoln pas bgt sbg hadiah dithn 2012 bg rakyat AS.

Rasyidharry mengatakan...

Menurut saya malah ending-nya nggak perlu sampai kematian Lincoln, cukup sampai adegan Lincoln jalan dan di-shoot dari belakang itu udah keren :)
And yes, Day-lewis is great!