NOBODY'S DAUGHTER HAEWON (2013)

2 komentar
Selain Kim Ki-duk yang merupakan sutradara favorit saya (ranking filmnya bisa dilihat disini) ada beberapa sutradara asal Korea Selatan yang dikenal sebagai langganan festival-festival film macam Venice hingga Cannes, salah satunya adalah Hong Sang-soo. Sama seperti Kim Ki-duk, film-film karya Hong Sang-soo merupakan film arthouse yang tidak bersahabat dengan penonton mainstream, kurang berhasil di Box Office, namun sering meraih kesuksesan di festival luar negeri. Sebelum Kim Ki-duk memenangkan Un Certain Regard di Cannes pada 2011, Hong Sang-soo sudah meraihnya terlebih dahulu tepat setahun sebelumnya lewat filmnya Hahaha. Nobody's Daughter Haewoon merupakan satu dari dua film yang dirilis Hong Sang-soo pada 2013 (satunya berjudul Our Sunhi) sekaligus merupakan pengalaman pertama saya menonton karya sang sutradara. Jika Kim Ki-duk lebih sering mengeksplorasi sisi tergelap manusia lewat jalan yang ekstrim, maka Hong Sang-soo lebih sederhana dalam bertutur dengan mengambil banyak kejadian dan aspek yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari tanpa memberikan banyak dramatisasi. Hal itupun tergambar jelas dalam Nobody's Daughter Haewon. Seperti judulnya film ini berkisah tentang seorang wanita bernama Haewon (Jung Eun-chae) yang kisahnya akan dituturkan layaknya sebuah diary.

Haewon baru saja bertemu lagi dengan sang ibu setelah lima tahun lamanya. Namun ironisnya pertemuan itu juga merupakan perpisahan karena esoknya sang ibu akan pergi meninggalkan Korea untuk tinggal di Kanada. Jadilah hari itu mereka gunakan untuk mengobrol dan berjalan-jalan berdua menghabiskan waktu. Merasa kesepian setelah kepergian sang ibu, Haewon pun menghubungi Lee Seong-joon (Lee Sun-kyun) yang merupakan profesor di sekolah film tempat Haewon belajar. Keduanya sendiri dulu sempat menjalin hubungan sebelum memutuskan berhenti salah satunya karena sang profesor masih berstatus suami orang yang baru saja mempunyai bayi. Keduanya pun bertemu kembali dan menyadari bahwa mereka masih sama-sama merasakan cinta. Yang terjadi setelah itu adalah penelusuran keseharian Haewon berkaitan dengan hubungannya dengan Seong-joon termasuk saat mereka secara tidak sengaja bertemu dengan mahasiswa lain di sebuah tempat makan yang berujung pada sebuah acara minum-minum yang begitu awkward. Kisahnya begitu sederhana dan semakin kisahnya berjalan saya menyadari bahwa karakternya pun begitu nyata dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kesederhanaan yang sangat menguatkan filmnya secara keseluruhan.


Hong Sang-soo menghadirkan semuanya dengan begitu realistis mulai dari adegan yang ada, konflik yang terjadi, dialog yang muncul sampai tiap-tiap karakternya, semuanya begitu familiar karena sering terjadi di sekitar kita. Seorang mahasiswi jatuh cinta dengan profesornya yang sudah menikah? Obrolan yang berujung pada gosip tentang seseorang yang sesungguhnya tidak terlalu disukai meski berbagai gosip yang diobrolkan banyak yang tidak jelas kebenarannya? Semuanya sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kisahnya sendiri memang berfokus pada hubungan cinta Haewon dan Seong-joon, namun dibalik cerita cinta tersebut, ini adalah kisah tentang seseorang yang berkeinginan untuk hidup bebas. Seperti judulnya, Haewon memang adalah seorang gadis yang hanya ingin melakukan hal yang dia mau dan mengatakan yang dia inginkan. Dia ingin bebas. Ini adalah studi terhadap karakter Haewon yang punya keinginan besar untuk bebas. Dia seenaknya menerobos lokasi terlarang, dia berpacaran dengan profesornya dan lain-lain. Sadar atau tidak sosok seperti Haewon sering kita temui dalam keseharian. Wanita cantik yang ceria, easy going, terkesan seenaknya, mudah dekat dengan laki-laki hingga banyak yang membenci secara diam-diam. Sosok seperti Haewon saya yakin banyak yang membenci di dunia nyata, dan Nobody's Daughter Haewon mengajak ktia untuk mempelajari lebih mendalam tentang sosok wanita seperti itu.
Seperti yang sudah saya tuliskan, Haewon adalah seorang yang ingin bebas dan hanya mau melakukan yang dia inginkan. Semua hal itu karena dia memiliki pemikiran dan prinsip yang ia selalu pegang teguh tanpa bisa diganggu gugat. Hingga akhirnya jika ada orang yang berusaha mendebatnya itu hanya akan menjadi hal yang percuma karena Haewon terus memegang prinsipnya. Dia adalah wanita yang kuat, namun jika ditengok lebih dalam dia tidak lebih dari seseorang yang sedih dan kesepian. Dia baru saja ditinggal pergi oleh sang ibu, hubungan cintanya pun ia jalani secara diam-diam dan sejauh yang saya lihat ia tidak benar-benar mempunyai teman untuk berbagi cerita kecuali Yeon-joo (Ye Ji-won) yang notabene juga punya hubungan cinta yang sama dengan yang dialami oleh Haewon. Kesepian itulah yang memicu cara Haewon menjalani hidupnya dengan terkesan semaunya. Namun ia menjadi seseorang yang tidak memakai topeng dalam hidupnya dengan tingkah "semaunya" itu. Justru teman-temannya yang bergunjing itulah yang memakai topeng. Di depan mereka terlihat baik-baik saja namun di belakang banyak cerita buruk tentang ketidak sukaan mereka terhadap Haewon, dimana banyak dari cerita itu yang tidak benar dan ironisnya itu terjadi karena mereka tidaklah mengenal Haewon secara mendalam. Bukankah kejadian tersebut sering ktia temui atau bahkan lakukan di kehidupan sehari-hari?

Hong Sang-soo merangkum semuanya dengan begitu sederhana. Banyak one shot dan sudut kamerayang tidak terlalu bervariasi. Namun ia mampu membungkus semua adegannya dengan begitu kuat. Dalam Nobody's Daughter Haewon saya sangat suka bagaimana Hong Sang-soo beberapa kali menghadirkan momen pembicaraan yang tadinya hangat tiba-tiba berubah menjadi awkward dan tidak nyaman. Ketidak nyamanan yang berujung keheingan, salah tingkah ataupun pengalihan topik pembicaraan secara tiba-tiba. Akting bagus dari Jung Eun-chae juga turut berperan besar membangun rasa dan suasana film ini. Semuanya nampak begitu natural mulai dari ekspresi, gestur, caranya bertutur sampai bagaimana ia merespon lawan dialognya dalam berbagai situasi. Akting bagus ditambah bonus kecantikannya itu berhasil membuat sosok Haewon yang dalam dunia nyata adalah sosok yang dibenci menjadi likeable dalam film ini. Hal tersebut sangat membantu studi karaktenya, karena apa jadinya jika penonton sudah terlanjur tidak menyukai sebuah karakter dan "dipaksa" untuk mempelajari karakter tersebut?

Hadir dengan begitu realistis dan sederhana, film ini berhasil menghentak saya dengan ending yang terasa ambigu dan menghadirkan pertanyaan tentang mana yang kenyataan dan mana yang hanya mimpi dari Haewon. Namun jikalau banyak dari momen pentingnya yang hanya mimpi itu bukanlah "kecurangan" bagi saya karena hal itu tetap menggambarkan bagaimana keinginan dan impian Haewon untuk menjalani hidup apa adanya dan mendapatkan yang dia mau sebagai gambaran kebahagiaan idela baginya. Akhirnya Nobody's Daughter Haewon merupakan sebuah perkenalan yang begitu mengesankan kepada karya Hong Sang-soo. Sebuah studi karakter yang mengalun lambat, tanpa percikan emosi yang tinggi namun begitu menghanyutkan, mendalam dan menyenangkan ditonton. Semuanya begitu nyata dan dekat dengan kehidupan ini. Saya pun menjadi tertarik mengikuti karya-karya lain dari sang sutradara setelah ini.

2 komentar :

Comment Page:
Rima To Tari mengatakan...

Saya pengemar Hong Sang Soo. Karena ketika saya menonton filmny seperti saya melihat kehidupan disekitar saya. Namun saya cukup binggung dengan ending ceritanya. Dengan siapa akhirnya Haewon bersatu?

Rasyidharry mengatakan...

Haha itu pertanyaan yang nggak dijawab secara pasti sama Hong, terserah interpretasi tiap penonton tentang mana yang nyata, mana mimpi