LOGAN LUCKY (2017)

8 komentar
Sekembalinya dari hiatus, Steven Soderbergh menyuguhkan antitesis dari film terlaris sepanjang karirnya, Ocean's Eleven. Masih tentang perampokan, hanya tanpa kemewahan, teknologi canggih, maupun keeleganan. Daripada ekspertis, karakternya merupakan sekumpulan orang kampung miskin berpakaian lusuh, cenderung bodoh, dengan seorang "ahli teknologi" yang tak bisa membedakan telepon genggam dan rumah, pula bangun kesiangan di Hari-H. Pun Soderbergh turut mengubah James Bond menjadi kriminal liar. Logan Lucky tampil keren dan mengasyikkan tanpa perlu berusaha keras menjadi keren dan sok asyik.

Dalam naskah buatan Rebecca Blunt  nama samaran Jules Asner, istri sang sutradara  Channing Tatum memerankan Jimmy Logan yang baru saja dipecat dari pekerjaan konstruksi serta terbentur masalah hak asuh dengan mantan istrinya, Jo (Katie Holmes). Terhimpit soal ekonomi, Jimmy berencana merampok brankas di sebuah arena balap NASCAR dengan bantuan kedua adiknya, Clyde (Adam Driver), bartender yang kehilangan tangannya di Irak juga percaya keluarga Logan dikutuk kesialan tak berujung dan Mellie (Riley Keough) si pegawai salon bermulut pedas. Turut direkrut adalah Joe Bang (Daniel Craig) yang tengah mendekam di penjara sebagai penyedia bahan peledak. 
Jimmy, selaku otak misi, muncul dengan "10 aturan perampokan" yang terdiri dari "have a plan", "have a back-up plan" sampai "shit happens", menandakan bahwa ia bukan seorang cerdas, sebagaimana cara filmnya menyusun heist, yang meski didasari perencanaan berlapis, keberhasilannya banyak melibatkan kebetulan dan kebodohan korban. Tapi filmnya memang tak mau berlagak pintar, dibuat sebagai hiburan semaunya. Jangan lupa, kita sedang menonton film berjudul "Logan Lucky", bukan "Logan Smart" atau "Logan Genius". 

Skenario Blunt (atau Asner) lebih rapi dari kelihatannya, mengandung struktur sangat solid dalam mengaitkan beragam narasi yang berjalan beriringan. Selain eksekusi perampokan, ada kembalinya pemmbalap Dayton White (Sebastian Stan), kontes yang diikuti puteri Jimmy, Sadie (Farrah Mackenzie), hingga kekacauan di penjara, yang berujung saling bertautan seiring penyelidikan oleh agen FBI, Sarah Grayson (Hilary Swank). Sesekali, balutan komedi berbasis absurditas situasi dan dialog ala Coen Brothers (tangan palsu yang terhisap mesin penyedot, obrolan mengenai Game of Thrones yang melewati bukunya) ikut meramaikan suasana.
Pasca tiga tahun absen, rupanya Soderbergh sama sekali belum kehilangan sentuhan, menggerakkan alur dengan semangat bersenang-senang penuh energi sembari tetap memperhatikan ketelitian bernarasi. Filmnya liar namun mudah dicerna, urung tersesat dalam alur serta kejutan berlapis miliknya. Mewakili jiwa Logan Lucky, ketimbang mengikuti template musik heist pada umumnya, iringan lagu-lagu country yang lebih renyah dan "mentah", dengan Take Me Home, Country Roads sebagai jiwa inti pun diterapkan, menghasilkan perbedaan sisi estetika yang istimewa. 

Kekuatan Soderbergh dalam hal mengarahkan ensemble cast juga masih jelas terpampang, memberi kesempatan bersinar tiap-tiap dari mereka. Tatum dengan aksen Southern-nya, Driver dengan ketertutupan yang canggung, dan Craig selaku pencuri perhatian melalui sisi eksentrik penghilang kekhawatiran jika James Bond membatasi jangkauan perannya. Bahkan peran-peran kecil yang dilakoni Seth MacFarlane dan Hilary Swank pun urung berlalu tanpa kesan. Nama yang disebut terakhir mencuatkan potensi terkait sekuel menarik walau perolehan Box Office rasanya membunuh harapan itu. Tapi bagi Soderberg yang merevolusi sinema independen lewat Sex, Lies, and Videotape, berani membuat ulang Solaris-nya Tarkovsky, dan menjadikan Sasha Grey pemain utama di The Gilrfriend Experience, tak ada kemustahilan.

8 komentar :

Comment Page:
Febrian Prisley mengatakan...

kalo gasuka bgt sama ocean's eleven, apakah bsa jadi gasuka jg sama yg ini?

Zak Bim mengatakan...

Penasaran banget sama pendapat bang Radit tentang film MOTHER!-nya JLaw!
Saya sudah nonton, dan sebagai penonton awam saya sangat terhibur, penasaran, gugup dengan nuansa mencekam di 40 menit terakhir film tersebut. Saya bingung kalo ada yang bilang itu film membosankan, karena bagi saya durasi 2 jam itu jujur tidak terasa oleh misteri aneh yang menyelimuti sepanjang film, awalnya setelah selesai nonton saya nangkapnya itu cerita tentang pengorbanan seorang ibu untuk orang-orang yang dia cintai, dalam hal ini suami dan anaknya! Hehehehe Awam banget!
Pas baca review orang, eh baru nyadar pesan cerdas yang tersembunyi di film tersebut. Hehehehe

Ezra Brillyantama mengatakan...

tayang di indo ga sih mas rasyid?

Rasyidharry mengatakan...

@Febrian Tergantung ya, nggak sukanya karena apa dulu. Pola heist-nya masih mirip, cuma lebih komedik & nggak elegan

@Zak Nanti ya, butuh persiapan buat nonton yang absurd gitu biar nggak pusing haha. Walau dari posternya udah kecium kalau semua metafora nantinya menjurus ke soal "mother nature"

@Ezra 2 minggu terakhir masih mandek di midnight. Antara tayang 2 minggu lagi atau stop di gudang

Briyogi Shadiwa mengatakan...

Adegan tangan tersedot itu mang ngocol bgt om!!!hahaha,

Tapi entah kenapa kehadiran hillary swank seperti dipaksakan? (Just my opinion)

Rasyidharry mengatakan...

Kesan yang wajar kok. Memang maksa tapi juga trik yang ringkas & cerdik buat ungkap berbagai twist-nya (plus mungkin buat sekuel)

aryo mengatakan...

Saya juga termasuk yang tidak terlalu menikmati ocean 11/12. Tapi baca review ini, dengan membayangkan ocean sebagai pembanding, saya malah merasa bakal suka sama logan lucky ini. Ni film kayaknya gayanya mirip black comedy ala ala british gitu ya...?

Rasyidharry mengatakan...

Lebih deket ke Coen Brothers, but yes, ada sentuhan black comedy